Langsung ke konten utama

Winstall Aplikasi Penginstal Massal di Windows

Microsoft telah menambahkan Windows Package Manager ke Windows 10. Akan tetapi, aplikasi tersebut terbatas pada command line interface dan bukan graphical user interface atau GUI yang mudah digunakan. Sementara banyak orang yang mungkin akan membutuhkan dan tertarik menginstal sesuatu secara bersamaan dengan command line.

Untuk itu, Mehedi Hassan, pengembang aplikasi Tweeten coba menjawab kebutuhan di atas dengan membuat Winstall, yang merupakan aplikasi web yang menggunakan package manager dari Microsoft. Aplikasi ini bertujuan untuk memungkinkan Anda membuat paket aplikasi untuk diinstalasikan secara massal, dan mencakup semua aplikasi Windows favorit Anda.



Gebrakan ini tentu ideal untuk para developer yang akan atau mau berganti PC, penggemar yang suka memformat Windows setelah setiap pembaruan besar, atau siapa saja yang ingin menyiapkan mesin baru dengan cepat.


Situs Winstall memberikan pilihan kepada penggunanya yang terdiri dari beberapa paket. Contohnya adalah paket yang sudah disediakan, atau membuat dan membagikan daftar aplikasi Anda sendiri yang di dalamnya bisa berupa paket aplikasi game yang mencakup Steam, Discord, Twitch, Origin, Uplay, dan banyak lagi.



Anda juga bisa memilih paket instalasi Windows sekaligus mencakup daftar aplikasi produktivitas seperti Zoom, Slack, dan Microsoft Teams.

Winstall ini sebenarnya mirip dengan Ninite yang dapat menginstal perangkat lunak yang berbeda di komputer Anda, tetapi Winstall menyertakan lebih banyak pilihan aplikasi Windows karena aplikasi web ini menggunakan Windows Package Manager milik Microsoft.

Microsoft mengkurasi dan mengelola daftar aplikasi ini dari sumber terverifikasi, dan package manager pada akhirnya akan dibangun ke dalam Windows. Untuk saat ini, Anda harus mendaftar untuk mengakses versi preview pada web Winstall agar dapat berfungsi.



Baca juga:


Setelah pengelola paket Microsoft sepenuhnya dimasukkan ke dalam Windows, Anda tidak perlu menginstal apa pun di PC agar Winstall berfungsi. 

Anda juga tidak perlu mengunduh aplikasi. Winstall menghasilkan skrip yang dapat disalin dan ditempelkan ke dalam command prompt Windows, atau Anda dapat mengunduh skrip batch atau PowerShell dan menjalankannya di komputer baru.

Ninite yang merupakan aplikasi Windows yang telah lebih dulu memiliki kemampuan menginstall sekumpulan aplikasi yang diperlukan dengan cepat memang sudah banyak digunakan dan menjadi favorit banyak orang. Tetapi pengelola paket Microsoft dengan bantuan Winstall menawarkan pilihan yang jauh lebih banyak dari 900 aplikasi yang tersedia di Ninite.



Dengan banyaknya pilihan aplikasi yang ditawarkan oleh Winstall, tak menutup kemungkinan, aplikasi web ini bisa jadi pilihan utama di kemudian hari.

Postingan Populer

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Valve Rilis SteamOS 3.8 Preview, Siap Dukung Handheld Baru dan Steam Machine Modern

Valve mulai memperluas ambisinya di ranah gaming hardware lewat perilisan preview SteamOS 3.8, yang tak hanya berfokus pada peningkatan performa handheld, tetapi juga memberi sinyal kuat arah ekosistem Steam ke depan. Dalam pembaruan ini, Valve menghadirkan dukungan awal untuk perangkat generasi berikutnya di luar Steam Deck. Langkah ini mengindikasikan bahwa Valve tengah menyiapkan fondasi bagi ekspansi hardware yang lebih luas, termasuk kemungkinan kebangkitan lini Steam Machine, konsep lama yang kini berpotensi hadir kembali dengan spesifikasi modern. Dari sisi performa, SteamOS 3.8 membawa sejumlah peningkatan signifikan. Valve mengklaim berhasil menekan latency input controller, sebuah faktor krusial dalam pengalaman gaming handheld. Selain itu, kompatibilitas dengan perangkat handheld pihak ketiga juga diperluas, membuka peluang bagi lebih banyak vendor untuk mengadopsi SteamOS sebagai platform utama. Update ini juga mencakup driver grafis terbaru yang menjanjikan peningkatan sta...

Harga CPU Intel Terancam Naik 10%, Dampak AI Inference Mulai Tekan Pasar PC

Kenaikan harga CPU tampaknya tinggal menunggu waktu. Intel dilaporkan bersiap menaikkan harga prosesor konsumen hingga sekitar 10 persen, didorong oleh lonjakan permintaan dari sektor AI, khususnya inference, yang mulai “menyedot” kapasitas produksi. Perubahan lanskap ini cukup signifikan. Jika sebelumnya GPU menjadi pusat perhatian dalam boom AI, kini workload inference justru lebih banyak bergantung pada CPU. Akibatnya, produsen x86 seperti Intel mulai kewalahan memenuhi permintaan, terutama dari hyperscaler dan data center yang siap membeli dalam volume besar. Dampaknya? Konsumen PC berpotensi jadi korban berikutnya. Intel sendiri sudah memberi sinyal bahwa untuk menjaga pasokan ke segmen enterprise, sebagian kapasitas harus “diambil” dari lini produk konsumen. Ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan realokasi prioritas industri. Masalahnya, timing-nya buruk. Pasar PC saat ini sudah tertekan oleh kenaikan harga komponen lain seperti DRAM dan GPU. Jika CPU ikut naik, maka teka...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...