Langsung ke konten utama

Trilogi Lord of the Rings dan The Hobbit di-Remake dalam Format 4K

Siapa sih yang tidak kenal dengan trilogy legendaris Lord Of The Rings dan The Hobbits? Beberapa dari fansnya bahkan berkata bahwa tidak ada lagi trilogy fantasi yang sebagus atau lebih bagus dari The Lord Of The Rings.

Para fans acap kali menonton film tersebut dan tetap menikmati detail dari filmnya karena dinilai sangat mempresentasikan novel dari Tolkien tersebut. Terlebih lagi, kisah ini disuguhkan dalam bentuk film yang bukan seri.



Setelah beberapa tahun dirilis, kini film yang menceritakan Middle Earth ini akan dirilis dengan kualitas Blu-ray 4K Ultra HD di Amerika Serikat. Bahkan filmnya ini sudah dapat dipesan secara Preorder dan akan dikirimkan 1 Desember nanti.

Berita tentang trilogy yang di-remaster tersebut dibagikan oleh Sean Astin yang merupakan aktor dari tokoh Samwise Gamgee melalui fansite TheOneRing dalam sebuah video. 



“Sekarang para fans akan merasakan pengalaman berbeda saat menonton di rumah karena filmnya sudah berkualitas 4K UHD,” ungkapnya dalam video tersebut. 

Bahkan Peter Jackson, selaku sutradara dari franchise tersebut turut mengawasi remastering kedua trilogy yang bersangkutan. 

Baca juga:


Lord of the Rings akan sangat menyenangkan jika dilihat dalam bentuk video 4K UHD, karena trilogi aslinya direkam pada film 35mm menggunakan banyak efek praktis termasuk miniatur besar yang bukan CGI. 



Kualitas video yang bagus tersebut akan meningkatkan resolusi dan memperlihatkan detail lebih baik. Adapun trilogi The Hobbit direkam secara digital dengan CGI yang berlebihan, beberapa orang menikmati trilogy tersebut dan beberapa lain lebih menyukai teknik pengambilan gambar Lord Of The Rings.

Selain dua boxset trilogi 4K UHD yang akan mencakup versi teatrikal dan versi tambahan dari keenam film atau yang disebut Extended Edition, ada juga Ultimate Collectors Edition dengan konten bonus baru dan cakram Blu-ray LotR remaster yang akan tiba pada musim panas 2021 di Amerika Serikat. 

Menurut The Digital Bits, film remaster yang keluar tahun ini akan mendukung standar Dolby Vision dan HDR10 High Dynamic Range, serta audio Dolby Atmos.



Bagi para fans berat LoTR dan The Hobbit yang rajin me-rewatch triloginya, berita ini tentu saja berita yang sangat baik. Kini fans dapat menikmati film-filmnya lebih detail.

Gimana guys, berminat nonton lagi kan?

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Penjualan PC Global Turun 4,9% Akibat Krisis DRAM

Pasar PC global kembali memasuki fase perlambatan setelah mencatat pertumbuhan selama sembilan kuartal berturut-turut. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC dunia pada kuartal II 2026 turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 68,2 juta unit.  Penurunan ini terutama dipicu oleh krisis pasokan memori DRAM yang masih membayangi industri semikonduktor. Kelangkaan DRAM membuat produsen PC berupaya mengamankan pasokan komponen lebih awal melalui strategi inventory pull-forward. Namun, strategi tersebut tidak lagi mampu menahan tekanan akibat kenaikan harga memori, penyimpanan NAND, serta berbagai ketidakpastian geopolitik yang masih mengganggu rantai pasok global. IDC mencatat fenomena menarik di pasar PC saat ini. Meskipun volume pengiriman menurun, pendapatan produsen justru meningkat karena kenaikan harga perangkat berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan. Menurut Research Director IDC Jitesh Ubrani, kondisi ekonomi global yang melemah da...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...