Langsung ke konten utama

Kabar Gembira dan Kabar Buruk Bagi Pengguna Apple iOS 14

Terobosan teknologi semakin kesini semakin mencengangkan guys. Atau malah mengerikan? Sebagai contoh, baru-baru ini US Patent and Trademark Office yang merupakan agensi registrasi hak paten di Amerika Serikat menerbitkan salah satu permohonan dari perusahaan Apple. 

Yang menarik, hak paten tersebut merinci headset VR/AR metode baru yang sanggup mengirimkan gambar langsung ke pupil mata manusia. Ya, Anda tak salah baca. Langsung ke pupil mata kita!


Teknologi yang baru saja di patenkan oleh Apple itu diberi nama ‘Dynamic Focus 3D Display’. Hak paten tersebut bukan hanya mencakup teknologinya saja tetapi juga peralatan dan metode yang akan memberikan fokus dinamis pada VR/AR.

Cara kerjanya, teknologi dari Apple tersebut memiliki fungsi untuk mengarahkan sistem proyektor retina yang menyediakan pemfokusan dinamis untuk layar headset VR/AR. Metode di atas merupakan yang tercanggih saat ini jika dibandingkan dengan perangkat VR (virtual reality) atau AR (augmented reality) yang ada di pasaran.

Selain itu, Dynamic Focus 3D Display tentu saja berbeda dengan sistem tradisional VR/AR saat ini dalam menampilkan konten pada headset. 

Sistem proyektor retina langsung dari Apple tadi akan memindai gambar, piksel demi piksel, dan mengirimkannya langsung ke retina. Berbeda dengan sistem VR konvensional yang memproyeksikan gambar dari kiri ke kanan pada layar yang dilihat oleh pengguna,

Hebatnya, sistem proyektor dari teknologi terbaru ini memungkinkan secara optik pengguna akan terpengaruh secara dinamis saat gambar dipindai ke retina pengguna. 

Komponen dan teknik pemfokusan dinamis dapat digunakan dalam sistem proyektor retina langsung untuk secara dinamis dan benar memfokuskan setiap piksel dalam gambar VR saat gambar dipindai ke mata pengguna.

Hal ini memungkinkan gambar dalam VR/AR memiliki tingkat kedalaman dan pengalaman yang berbeda di setiap adegannya. Selain itu, sistem juga dapat menyesuaikan kedalaman konten yang sedang ditampilkan sesuai dengan posisi pengguna di VR atau AR. 



Rangkaian teknologi tersebut juga dapat meminimalkan atau menghilangkan konflik akomodasi-konvergensi dalam sistem VR. Sayangnya untuk teknologi ini Apple belum memproduksi prototype awalnya, apalagi meluncurkan produk yang bersangkutan.  

Para pengguna iPhone yang memainkan Fortnite, jangan update ke iOS 14!


Kabar mengejutkan lain yang muncul dari Apple adalah sayangnya kabar buruk.

Bagi Anda yang merupakan pengguna iPhone, tentu saja Anda mengetahui bahwa Apple baru memperkenalkan sistem terbaru mereka yaitu iOS 14. Pada pembaruan ini, Apple cukup banyak menambahkan konten keamanan dan control aplikasi yang lebih baik untuk para penggunanya.


Baca juga:


Sayangnya, bagi kalian yang juga gamers, game Fortnite di perangkat iOS akan mengalami beberapa kendala jika kalian mengupdate perangkat ke iOS 14. Sebelum melakukan pembaruan, alangkah lebih baik tidak mengetahui langkah yang benar dalam memasangkan sistem baru ini. Jika tidak, game Fortnite yang telah terpasang di perangkat akan otomatis ter-uninstall.

Pengumuman ini berasal dari pihak Epic Games di dalam akum Titter miliknya. Pada saat Anda memperparui sistem ke iOS 14, Anda akan diberikan pengumuman seperti ini, “Temporarily Remove Apps to Install the Software Update?”. Jika menekan Accept, maka Fortnite akan langsung ter-uninstall secara otomatis.



Kalau sudah begitu, kalian tidak akan dapat memainkan game Fortnite lagi pada iPhone. Game ini akan sulit di-install kembali karena sudah tidak tersedia di App Store. Hal tersebut dikarenakan Epic Games yang digadang-gadang telah melanggar kebijakan Apple App Store.

Tenang saja, untuk menghindari hal penghapusan otomatis tersebut, Anda dapat menekan Cancel saat ada pengumuman penghapusan aplikasi. Kemudian Anda tekan tombol Pengaturan > Umum > Penyimpanan iPhone untuk mengosongkan ruang. Nah, jika sudah, baru deh update ke iOS 14.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Mac Mini M6 Tunjukkan Lonjakan Performa AI Signifikan Dibanding M4

Apple M6 membawa peningkatan performa yang cukup besar pada Mac mini, khususnya untuk beban kerja artificial intelligence (AI). Berdasarkan serangkaian pengujian yang dilakukan YouTuber Alex Ziskind, Mac mini M6 menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan generasi M4 dalam pemrosesan model AI lokal. Dalam pengujian Qwen3.5-9B 4-bit, M6 mencatat kecepatan pemrosesan prompt mencapai 742 token per detik, sedangkan M4 hanya 210 token per detik. Artinya, M6 memiliki kecepatan sekitar 253,3 persen lebih tinggi. Untuk token generation, M6 menghasilkan 26,9 token per detik, dibandingkan 18 token per detik pada M4. Perbedaannya mencapai sekitar 49,4 persen. Keunggulan M6 juga terlihat pada pengujian llama-benchy. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan token pertama hanya 0,72 detik, sementara M4 membutuhkan 2,5 detik. Pada pengujian pembuatan gambar menggunakan FLUX.1, M6 menyelesaikan proses dalam 36 detik, sedangkan M4 membutuhkan 94 detik. Dengan demikian, M6 mampu memangkas waktu rende...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg. Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi. Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1 Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI. Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpananny...

AMD Belum Tinggalkan AM4, Motherboard Lawas Masih Dapat Update BIOS

AMD kembali menunjukkan bahwa platform AM4 belum sepenuhnya berakhir. Hampir sembilan tahun setelah diperkenalkan, sejumlah motherboard AM4 lawas masih mendapatkan pembaruan BIOS, termasuk ASUS PRIME A320M-A yang menggunakan chipset A320 entry-level. ASUS baru saja merilis BIOS versi 6265 untuk PRIME A320M-A. Pembaruan bertanggal 27 Agustus 2026 tersebut membawa AMD AGESA ComboV2 PI 1.2.0.12 sekaligus mitigasi terhadap kerentanan fTPM CVE-2026-6726 dan CVE-2026-6727. Dukungan ini cukup menarik mengingat A320 merupakan salah satu chipset AM4 paling sederhana. Dibandingkan chipset AM4 yang lebih tinggi, A320 memiliki keterbatasan pada dukungan komponen, kemampuan overclocking yang terkunci, serta pilihan ekspansi yang lebih sedikit. Namun, ASUS masih menyediakan pembaruan firmware untuk motherboard yang termasuk generasi awal platform AM4. Dukungan tersebut juga tidak hanya terjadi pada ASUS. Sejumlah motherboard A320 dari vendor lain dilaporkan mendapatkan firmware dengan AGESA 1.2.0.12...