Langsung ke konten utama

Makin Terpuruk, Bisakah Firefox Lepas dari Google?

Firefox sedang menjajaki layanan berlangganan dan layanan "pertukaran nilai" lainnya untuk mengurangi ketergantungan finansial mereka pada saingannya, yakni Google. 

Pasalnya, saat ini Mozilla, sang pembuat Firefox, berada dalam posisi tidak nyaman karena bergantung secara finansial pada kesepakatan pencariannya dengan Google. Sebagai gambaran, Google menyumbang sebagian besar pendapatan Mozilla. 

Pada bulan lalu, Mozilla memperbarui kesepakatan pada layanan pencariannya dan memastikan Google tetap menjadi mesin pencari default untuk Firefox di AS dan beberapa negara lainnya. Namun demikian, perusahaan tersebut tertarik untuk mencari cara lain untuk meningkatkan pendapatan, termasuk menarik pengguna untuk ‘berlangganan’ di beberapa layanan miliknya.

Kemitraan Mozilla dengan Google adalah aliansi yang dirasa tidak berada di zona nyaman. Bukan hanya karena mitra Mozilla tersebut mendistribusikan browser saingan, tetapi karena nilai atau ‘value’ keduanya sangat berbeda. 

Google menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari iklan online, sedangkan pengembang Firefox mengeluarkan banyak upaya untuk membuat alat yang menghalangi pengiklan. Termasuk pemblokiran otomatis alat pelacak pihak ketiga dan pelacak media sosial.

Mozilla baru-baru ini mulai memberikan penawaran kepada para penggunanya senilai $4,99 per bulan untuk produk VPN-nya dan mengatakan perusahaan sedang menjajaki produk langganan lainnya.

“Kami tidak memiliki rencana langsung dalam tim Firefox untuk melakukan layanan tambahan atau semacamnya saat ini, tetapi kami akan mencari cara lain,” ucap Dave Camp, Senior Vice President of Firefox, Mozilla.

Baca juga:



Popularitas Firefox sendiri telah turun jauh sejak pergantian dekade terakhir, ketika pangsa pasar globalnya mencapai 30%, menurut beberapa stat counter. 

Sekarang, pangsa pasar desktopnya pun sudah turun menjadi 7,7% menurut NetMarketShare. Sementara pangsa pasar selulernya hampir dapat diabaikan, yaitu kurang dari 1%. Ini sangat wajar mengingat smartphone Android sudah punya Google Chrome di dalamnya, ataupun browser milik produsen smartphone. Sementara pengguna iPhone secara otomatis merupakan pengguna Safari.


Privasi bukanlah produk
Privasi dan keamanan yang ditingkatkan telah menjadi nilai jual utama dari banyak pembuat browser khusus, termasuk pesaing Mozilla seperti Vivaldi dan Brave. Menurut pihak Mozilla, Firefox tentu peduli dengan privasi, tetapi mereka memandang hal itu sebagai sesuatu yang harus dilakukan setiap orang dan semua orang harus melakukannya dengan benar. 

Menurut Mozilla, privasi dan keamanan bukanlah upaya untuk memenangkan pasar. Privasi dan keamanan adalah sesuatu yang diyakini harus dimiliki oleh semua pengguna. Bukan sebagai alat untuk meraih pengguna.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg. Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi. Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1 Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI. Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpananny...

Mac Mini M6 Tunjukkan Lonjakan Performa AI Signifikan Dibanding M4

Apple M6 membawa peningkatan performa yang cukup besar pada Mac mini, khususnya untuk beban kerja artificial intelligence (AI). Berdasarkan serangkaian pengujian yang dilakukan YouTuber Alex Ziskind, Mac mini M6 menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan generasi M4 dalam pemrosesan model AI lokal. Dalam pengujian Qwen3.5-9B 4-bit, M6 mencatat kecepatan pemrosesan prompt mencapai 742 token per detik, sedangkan M4 hanya 210 token per detik. Artinya, M6 memiliki kecepatan sekitar 253,3 persen lebih tinggi. Untuk token generation, M6 menghasilkan 26,9 token per detik, dibandingkan 18 token per detik pada M4. Perbedaannya mencapai sekitar 49,4 persen. Keunggulan M6 juga terlihat pada pengujian llama-benchy. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan token pertama hanya 0,72 detik, sementara M4 membutuhkan 2,5 detik. Pada pengujian pembuatan gambar menggunakan FLUX.1, M6 menyelesaikan proses dalam 36 detik, sedangkan M4 membutuhkan 94 detik. Dengan demikian, M6 mampu memangkas waktu rende...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...