Langsung ke konten utama

Alternatif Zoom Meetings: JioMeet. Mana yang Lebih Baik?

Reliance Jio, sebuah perusahaan telekomunikasi asal India, telah meluncurkan platform konferensi video alternatif buatan sendiri yang disebut JioMeet. Aplikasi konferensi video ini sudah tersedia di Google Play dan Apple App Store.

Sama halnya seperti Zoom Meetings ataupun Microsoft Teams, JioMeet menawarkan panggilan video satu lawan satu bahkan panggilan grup besar dengan peserta mencapai 100 partisipan.


Namun demikian, platform JioMeet dan Zoom memiliki beberapa kesamaan dan banyak perbedaan. Meskipun keduanya menyediakan layanan konferensi video, ada beberapa perbedaan mencolok antara keduanya. Apa saja dan mana yang lebih baik?


Kesamaan
Ada beberapa kesamaan antara JioMeet dan Zoom. Pertama, desain dua platform konferensi video. JioMeet memiliki antarmuka yang sederhana dan terlihat sangat mirip dengan Zoom. Sementara Zoom menghadirkan warna biru muda, JioMeet menyoroti warna biru gelap.


Baik JioMeet dan Zoom mendukung panggilan langsung, termasuk panggilan 1:1 serta grup besar hingga 100 peserta.

Salah satu alasan popularitas Zoom adalah karena ia menyediakan banyak kontrol host. Zoom menawarkan pengaturan di mana peserta dapat memasuki rapat hanya jika tuan rumah mengizinkannya. Fitur serupa pun dapat ditemukan di JioMeet juga.

Lebih lanjut lagi, baik JioMeet dan Zoom bisa di upgrade, setidaknya hingga 100 peserta dalam grup. Rapat dapat dilindungi dengan kata sandi dan keduanya memiliki fitur ruang tunggu. Pertemuan dapat diadakan dalam kualitas HD juga.

Perbedaan
Ada beberapa fitur yang eksklusif untuk JioMeet. Reliance menyebutkan bahwa aplikasi JioMeet dapat mendukung login dan masuk ke multi-perangkat hingga lima perangkat. Pengguna juga dapat beralih antar perangkat secara mudah saat panggilan berlangsung.


Sebagai fitur eksklusif, JioMeet menyertakan Safe Driving Mode untuk memungkinkan pengguna melanjutkan pertemuan dalam perjalanan.

Baca juga:

Salah satu kekhawatiran utama tentang Zoom adalah infrastruktur keamanannya. Baik di aplikasi maupun di web. Ada banyak contoh kesalahan keamanan. Contohnya insiden ‘Zoom bom’, di mana orang-orang yang tidak terkait dengan pertemuan kelompok itu dapat masuk secara bebas.

Lebih lanjut, Zoom juga telah memperkenalkan enkripsi end-to-end. Tetapi sayangnya, itupun memiliki pengecualian.

Zoom memutuskan bahwa hanya pengguna berbayar yang akan mendapatkan keamanan terbaik dari platform tersebut, sedangkan pengguna gratis tidak. Namun demikian, Zoom memperkenalkan beberapa peningkatan keamanan, tetapi ada yang tidak memuaskan.


Akibatnya, banyak organisasi swasta ataupun instansi pemerintah menyarankan orang untuk tidak menggunakan layanan Zoom Meetings.

Di sisi lain, masih banyak yang kita tidak tahu tentang platform JioMeet. Karena JioMeet sekarang tersedia untuk umum, kita akan tahu cara kerjanya dan lebih banyak tentang fungsinya. Untuk saat ini, JioMeet sepertinya adalah opsi yang cukup baik bagi para pengguna Zoom Meetings.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Paling Aman di Industri

Di era AI dan hybrid working, ancaman terhadap perangkat bisnis berkembang jauh lebih agresif dibanding beberapa tahun lalu. Serangan kini tidak hanya menyasar software atau sistem operasi, tetapi juga firmware, BIOS, hingga level hardware. Karena itu, laptop bisnis modern tidak cukup hanya menawarkan performa tinggi dan desain premium. Keamanan kini menjadi fondasi utama. Asus mencoba menjawab tantangan tersebut melalui Asus ExpertBook Ultra . Laptop flagship bisnis ini dirancang bukan hanya sebagai perangkat kerja premium, tetapi sebagai platform komputasi enterprise dengan pendekatan keamanan berlapis dari level firmware hingga manajemen IT perusahaan. Salah satu aspek paling menarik adalah hadirnya Asus ExpertGuardian, ekosistem keamanan enterprise yang membawa fitur-fitur kelas korporasi. Asus bahkan menempatkan ExpertBook Ultra pada kategori “Enterprise Protection” yang merupakan level tertinggi dalam lini keamanan perangkat bisnis mereka. Berbeda dengan laptop konsumen biasa yan...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Resmi. Tahun Ini Nvidia Jadi Produsen CPU Server Terbesar, Kalahkan Intel dan AMD

Nvidia tampaknya tidak lagi puas hanya mendominasi pasar GPU AI. Lewat Vera, perusahaan kini secara agresif mencoba mengambil alih pasar CPU server yang selama puluhan tahun dikuasai Intel dan AMD. Bahkan, Nvidia mengklaim pendapatan CPU mereka tahun ini bisa menyentuh US$20 miliar hanya dari Vera, angka yang cukup untuk menjadikan mereka pemasok CPU terbesar di dunia. Vera sendiri merupakan CPU berbasis ARM dengan 88 custom Olympus cores yang dirancang khusus untuk workload agentic AI, inference, orchestration, reinforcement learning, hingga long-context state management.  Berbeda dari CPU server tradisional yang fokus pada multi-core scalability demi kebutuhan virtualisasi dan cloud generasi lama, Vera dirancang untuk satu tujuan yakni mempercepat eksekusi AI agents seefisien mungkin. Secara teknis, Nvidia mengklaim Vera menawarkan performa 50% lebih tinggi per-core, efisiensi daya dua kali lebih baik, serta densitas rack empat kali lebih tinggi dibanding platform x86 tradisional...