Langsung ke konten utama

Langganan Spotify Murah dengan Paket Premium Duo

Spotify tengah mengamati bahwa dalam satu rumah mungkin ada lebih dari satu orang yang ingin melakukan streaming pada platformnya secara premium. Hal ini membuat Spotify meluncurkan paket bersama.

Tujuannya adalah, agar dalam satu keluarga, kelompok teman atau teman kantor dapat merasakan layanan premium dengan biaya yang lebih murah daripada membeli secara mandiri. Namun, bagaimana jika yang ingin berlangganan hanya Anda dan pasangan?


Untuk pengguna seperti ini, Spotify kini telah memiliki solusinya. Platform musik digital tersebut kini meluncurkan paket Spotify Premium Duo.


Sesuai namanya, paket Premium Duo dimaksudkan untuk digunakan oleh dua orang pada saat yang sama. Bisa jadi Anda dan pasangan Anda yang tinggal di rumah yang sama, atau teman satu kost, atau bisa juga teman satu kantor.



Menurut Spotify, dengan paket Premium Duo yang baru diluncurkan, setiap penggemar mendapatkan akun Premium masing-masing sehingga mereka dapat sepenuhnya menikmati manfaat Spotify Premium.

Layanan Premium Duo juga ad-free, pnya layanan on-demand dan katalog Spotify yang terdiri dari lebih dari 50 juta lagu, serta akses ke lebih dari 1 juta judul podcast.

Terlebih lagi, pelanggan Premium Duo dapat mendengarkan daftar putar mereka sendiri kapan saja, secara individu, tanpa gangguan, dan mendapatkan akses ke Duo Mix eksklusif. Daftar putar yang diperbarui secara teratur dan kedua pelanggan akan saling mengetahui playlistnya masing-masing. 



Baca Juga:

Biaya paket Premium Duo dibandrol dengan harga $12,99 atau Rp190.000-an per bulan. Paket ini lebih murah 2 dolar AS dibandingkan dengan paket keluarga normal dan tentunya lebih murah daripada dua orang berlangganan secara terpisah.

Streaming Playlist Gratis
Anda sebelumnya mungkin tidak akan dapat melakukan streaming playlist di Spotify menggunakan speaker kecuali jika Anda adalah pengguna Spotify Premium.

Namun ada kabar baik. Sekarang Spotify mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan streaming untuk penggunanya yang menggunakan layanan gratis. Syaratnya adalah menggunakan speaker dari Alexa, Bose dan Sonos.

Menurut Spotify, pengguna gratis di seluruh dunia sekarang dapat mengatur Spotify Connect dengan speaker Sonos langsung dari aplikasi Spotify. Spotify Connect bekerja dengan semua speaker Sonos, termasuk Sonos Move yang terbaru.


Speaker sonos merupakan speaker pintar bertenaga baterai yang tahan lama untuk  digunakan di dalam ruangan, luar ruangan ataupun jika Anda dalam perjalanan.

Dengan layanan baru tersebut berarti Anda dapat melakukan streaming playlist seperti Todays Top Hits atau Discover Weekly sebagai pengguna gratis. Catatan Spotify, Jadi jika Anda adalah pengguna Spotify gratis dan memiliki salah satu perangkat yang disebutkan di atas, mungkin Anda mencobanya sekarang. Menarik bukan?

Postingan Populer

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...

Pangsa Pasar Sistem Operasi Desktop Dikuasai Windows 11 dengan 72%

Data terbaru dari StatCounter menunjukkan bahwa Windows 11 kini semakin mendominasi pasar sistem operasi desktop. Pangsa pasarnya dilaporkan telah mencapai sekitar 72,78 persen, sementara Windows 10 turun drastis menjadi 26,27 persen. Perubahan ini menandai percepatan adopsi yang cukup signifikan dibandingkan akhir 2025. Saat itu Windows 11 baru saja melampaui 50 persen pangsa pasar, sementara Windows 10 masih mempertahankan basis pengguna yang jauh lebih besar. Kini, jarak keduanya terus melebar. Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah keputusan Microsoft untuk mengakhiri dukungan resmi bagi Windows 10. Batasan siklus hidup produk tersebut mendorong banyak pengguna dan organisasi untuk beralih ke platform yang lebih baru. Dalam banyak kasus, keputusan tersebut bukan lagi sekadar pilihan fitur, melainkan kebutuhan untuk menjaga keamanan dan kompatibilitas sistem. Selain itu, proses upgrade juga sering kali terjadi secara tidak langsung melalui pembelian perangkat baru. Kom...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...