Langsung ke konten utama

Spotify Akhirnya Mencabut Pembatasan 10.000 Lagu pada Fitur Library

Spotify akhirnya menghapus pembatasan 10.000 lagu dalam fitur Perpustakaanmu/Your Library. Penghapusan itu memungkinkan pengguna untuk menambahkan musik sebanyak yang diinginkan ke perpustakaan pribadi tanpa batas sama sekali. Keputusan tersebut telah menjadi titik terang terhadap masalah yang mengganggu pecinta musik pada layanan Spotify selama bertahun-tahun.




Fitur Perpustakaanmu merupakan fitur penyimpanan lagu untuk lagu yang pengguna sukai dengan cara menyukai lagu atau ketika pengguna mengikuti artis dan album. Selain itu, pengguna juga dapat membuat Playlist lagu sesuai tema atau kesukaan pengguna. Namun penggunaannya tetap menggunakan internet bagi yang tidak terdaftar premium, karena lagu tidak dapat di download.

Saat ini, Spotify memiliki lebih dari 50 juta lagu yang tersedia bagi pelanggan untuk dinikmati secara streaming kapan saja. Namun sebelumnya, ada pembatasan 10.000 lagu yang dapat disimpan pengguna ke koleksi "Musik Anda" di Spotify agar mudah diakses ketika akan mendengarkan lagu tanpa mencari-cari lagi.




Banyak pengguna telah meminta agar Spotify menghapus pembatasan tersebut selama bertahun-tahun. Salah satu keluhan itu berasal dari akun Twitter Mohammed Al Busaidi yang mengomentari soal pembatasan kapasitas tersebut. Menurutnya, pembatasan jumlah lagu membuang waktu karena ia harus memindahkan lagu dari Perpustakaannya dan seharusnya perbaikan ini adalah hal yang mudah dilakukan.

Akan tetapi dari pihak Spotify sendiri telah menolak ide tersebut. Pada tahun 2017, Spotify mengkomentari tentang pembatasan tersebut dan menyatakan: “Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk memperbanyak batas pada Fitur Perpustakaan. Alasannya karena hanya kurang dari 1% pengguna mencapai itu."



Baca Juga :


Sistem baru ini hanya berlaku untuk kemampuan menyimpan lagu ke Perpustakaan di Spotify pengguna. Daftar putar individual atau Playlist individu masih terbatas pada 10.000 judul lagu, dan pengguna hanya dapat mengunduh hingga 10.000 lagu dari lima perangkat berbeda untuk mendengarkan lagu secara offline.



Spotify mengumumkan bahwa mungkin dibutuhkan sedikit waktu lagi untuk update penghapusan batas di fitur Perpustakaan ini ke pelanggan. Jadi jika Anda masih melihat kesalahan pada fitur Perpustakaan anda yang lama, Anda mungkin perlu menunggu sedikit lebih lama lagi agar fitur ini ter-update sempurna.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hape Layar Sentuh Sudah Mentok. Keyboard Qwerty Hidup Kembali?

Ponsel dengan keyboard fisik QWERTY tampaknya belum sepenuhnya punah. Setelah hampir dua dekade didominasi layar sentuh kapasitif ala iPhone, tanda-tanda kebangkitan perangkat dengan tombol fisik mulai kembali terlihat, menantang arus utama desain smartphone modern yang sejak lama dianggap final. Sejak Apple memperkenalkan iPhone dan menyingkirkan keyboard fisik dari peta industri, pengguna dipaksa beradaptasi dengan papan ketik virtual. Meski semakin canggih, keyboard layar sentuh tetap memiliki keterbatasan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan kecepatan dan presisi mengetik.  Tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir muncul komunitas yang memodifikasi BlackBerry lawas dengan spesifikasi lebih modern, mulai dari prosesor lebih cepat, RAM lebih besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga port USB-C. Fenomena ini tidak hanya didorong nostalgia, tetapi juga kekecewaan terhadap pengalaman mengetik di layar sentuh. Di CES 2026, sinyal kebangkitan QWERTY semakin jelas. C...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...

Dukung Industri E-sports, ShopeePay Gandeng RRQ

Rex Regum Qeon (RRQ) mengumumkan kemitraan strategis dengan ShopeePay sebagai sponsor untuk tahun 2026. Kolaborasi ini menegaskan semakin eratnya hubungan antara industri esports dan layanan keuangan digital, sekaligus menunjukkan bagaimana dompet elektronik kini menjadi bagian penting dari gaya hidup generasi muda yang lekat dengan gaming, hiburan, dan transaksi digital. Bagi ShopeePay, menggandeng RRQ bukan sekadar langkah branding. RRQ memiliki basis penggemar besar dan loyal, dikenal sebagai RRQ Kingdom, yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda dan digital native.  Segmen ini dinilai sejalan dengan visi ShopeePay untuk memperluas adopsi layanan keuangan digital melalui pengalaman yang relevan, praktis, dan bernilai tambah. ShopeePay menegaskan kolaborasi ini akan menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus berbagai keuntungan eksklusif bagi komunitas RRQ. Di sisi RRQ, kehadiran ShopeePay dipandang sebagai mitra yang memahami kultur komunitas esports. RRQ menekank...