Langsung ke konten utama

Fitur Baru Facebook dan Aplikasi Tambahan Sedang Diujicoba

Saat kita sedang mencari sesuatu di Google, kadang-kadang kita mendapat panel pengetahuan di sebelah kanan yang memberi uraian singkat tentang topik yang dicari, serta tautan ke situs web seperti Wikipedia. 

Sekarang giliran Facebook berusaha melakukan hal yang sama. Facebook mengonfirmasi bahwa fitur yang sedang mereka uji coba adalah program percontohan yang dijalankan di iOS versi desktop dari situs webnya. 



Namun, mengingat ini hanya percobaan, jangan kaget jika kamu tidak melihat fitur ini muncul. Fitur ini juga belum dipastikan akan diluncurkan Facebook kepada umum di masa mendatang. 



Meski begitu, fitur ini sendiri cukup membantu. Misalnya topik-topik tertentu menghasilkan tautan ke Wikipedia, namun beberapa yang lain tidak.

Saat ini Facebook sedang menguji fitur tersebut, ada kemungkinan bahwa masih ada beberapa hambatan dan bug yang belum terselesaikan.


Bagaimanapun, ini adalah fitur yang menarik walaupun belum diketahui berapa banyak orang yang benar-benar menggunakan Facebook untuk mencari informasi jika dibandingkan dengan Google. Tetapi jika kamu menginginkannya, mungkin sebentar lagi Facebook memutuskan untuk meluncurkannya ke publik. Nantikan saja.

Aplikasi Baru dari Facebook
Facebook selama ini telah tahu banyak tentang apa yang kamu lakukan berdasarkan kesukaan pada profil. Platform ini juga tahu apa yang kamu katakan berdasarkan komentar yang diposting di lini masa.

Tetapi sekarang sepertinya Facebook ingin melakukan hal yang lebih. Facebook baru-baru ini mengumumkan peluncuran aplikasi uji baru yang disebut Forecast.


Baca juga:

Seperti namanya, aplikasi ini merumuskan beberapa prediksi di masa depan, di mana pengguna Facebook akan dapat mengajukan pertanyaan kepada pengguna lain, serta berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan sendiri.

Menurut Facebook, saat ini orang-orang semakin mencari informasi untuk membantu mereka memahami seperti apa dunia besok, bulan depan, dan seterusnya. Facebook percaya bahwa komunitas dapat menghasilkan crowdsourced dan juga dapat membantu mendorong percakapan online yang lebih sehat pada berbagai topik.


Mengingat bahwa fitur aplikasi ini masih dalam pengujian, maka penggunaannya masib terbatas hanya di AS dan Kanada. Saat ini topik pun masih difokuskan pada Covid-19 di mana pengguna akan dapat berpartisipasi dalam membuat prediksi tentang pandemi, seperti apakah mereka mengantisipasi peningkatan kasus, ketika pantai dibuka kembali, dan lain sebagainya.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg. Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi. Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1 Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI. Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpananny...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...