Langsung ke konten utama

Review Asus VivoBook M409, Laptop Ryzen Murah Rp5 Jutaan

Platform Ryzen dan grafis Radeon Vega besutan AMD sedang naik daun. Mulai dari Ryzen 3, Ryzen 5 sampai Ryzen 7, prosesor-prosesor tersebut kini menawarkan performa yang tak kalah hebat dibandingan dengan kompetitornya dari kubu Intel yakni Core i3, Core i5 dan Core i7.

Tak pelak, sejumlah produsen pun berlomba-lomba menghadirkan laptop anyarnya yang diperkuat oleh prosesor AMD Ryzen. Termasuk Asus, produsen yang berasal dari Taiwan dan merajai pasar laptop di negeri ini.


Setelah pertengahan tahun 2019 lalu mereka menghadirkan seri VivoBook 14 A412DA, hanya berselang beberapa saat setelah mereka menghadirkan VivoBook 14 A412FA yang menggunakan platform Intel, kali ini mereka menghadirkan model terbaru. Menariknya, bahkan di harga yang lebih murah lagi.

Ya, adalah VivoBook 14 M409DA, laptop berbasis AMD Ryzen terbaru yang dirilis Asus. Bukan, maksudnya bukan menggunakan prosesor AMD Ryzen 4000 series terbaru, tetapi laptop denganmodel terbaru yang dibesut Asus dan menggunakan Ryzen, yakni Ryzen 3000 series.


Sebelum kita membahas lebih lanjut, harap diperhatikan. Prosesor AMD Ryzen sendiri bukanlah prosesor entry level ataupun low end. Anda jangan berharap ada komputer, khususnya laptop yang sudah menggunakan prosesor AMD Ryzen, dan dijual di harga Rp3-4 jutaan dan sudah punya kualitas, fitur yang bagus serta performa mumpuni.

Pasalnya, sama seperti Intel yang masih punya beberapa jenis prosesor Pentium ataupun Celeron di bawah Core i3, AMD pun masih punya seri A12, A10 ataupun A6, misalnya. Tentunya, pengguna yang punya budget terbatas, masih dapat memilih laptop dengan prosesor-prosesor tersebut.

Tetapi sama seperti laptop dengan Core i3, laptop dengan Ryzen 3 seperti yang kita bahas kali ini, tentu harganya juga tidak bisa dibuat sebegitu murahnya. Oke, mari kita ulas sepintas soal Asus VivoBook M409 yang merupakan laptop Ryzen terjangkau di kelasnya. Bahkan di bawah harga Rp6 juta.

Ngomong-ngomong soal Ryzen, berikut ini daftar laptop mainstream Asus yang menggunakan AMD Ryzen di dalamnya. Mulai dari yang paling “murah” sampai yang termahal (di luar seri gaming tentunya):

M409DA-EK301T R3-3200U/UMA/4G/1T/FHD/SLATE GREY Rp5,799,000
M409DA-EK302T R3-3200U/UMA/4G/1T/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp5,799,000
A412DA-EK301T R3-3200U/UMA/4G/1T/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp6,199,000
A412DA-EK302T R3-3200U/UMA/4G/1T/FHD/SLATE GREY Rp6,199,000
A412DA-EK303T R3-3200U/UMA/4G/1T/FHD/PEACOCK BLUE Rp6,199,000
A412DA-EK304T R3-3200U/UMA/4G/1T/FHD/CORAL CRUSH Rp6,199,000
A412DA-EK351T R3-3200U/UMA/4G/512G PCIE/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp6,399,000
A412DA-EK352T R3-3200U/UMA/4G/512G PCIE/FHD/SLATE GREY Rp6,399,000
A412DA-EK353T R3-3200U/UMA/4G/512G PCIE/FHD/PEACOCK BLUE Rp6,399,000
A412DA-EK354T R3-3200U/UMA/4G/512G PCIE/FHD/CORAL CRUSH Rp6,399,000
M409DA-EK501T R5-3500U/UMA/8G/1TB/FHD/SLATE GREY Rp7,499,000
M409DA-EK502T R5-3500U/UMA/8G/1TB/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp7,499,000
M409DA-EK551T R5-3500U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/SLATE GREY Rp7,799,000
M409DA-EK552T R5-3500U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp7,799,000
A412DA-EK501T R5-3500U/UMA/8G/1T/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp8,199,000
A412DA-EK502T R5-3500U/UMA/8G/1T/FHD/SLATE GREY Rp8,199,000
A412DA-EK503T R5-3500U/UMA/8G/1T/FHD/PEACOCK BLUE Rp8,199,000
A412DA-EK504T R5-3500U/UMA/8G/1T/FHD/CORAL CRUSH Rp8,199,000
A412DA-EK551T R5-3500U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp8,499,000
A412DA-EK552T R5-3500U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/SLATE GREY Rp8,499,000
A412DA-EK553T R5-3500U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/PEACOCK BLUE Rp8,499,000
A412DA-EK554T R5-3500U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/CORAL CRUSH Rp8,499,000
A412DA-EK751T R7-3700U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/TRANSPARENT SILVER Rp9,599,000
A412DA-EK752T R7-3700U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/SLATE GREY Rp9,599,000
A412DA-EK753T R7-3700U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/PEACOCK BLUE Rp9,599,000
A412DA-EK754T R7-3700U/UMA/8G/512G PCIE/FHD/CORAL CRUSH Rp9,599,000

Desain
Jika Anda mengira semua laptop dengan harga dibawah Rp6 juta selalu tampil dengan bodi yang tebal, bongsor, dan berat, maka Anda salah besar. VivoBook M409 memang bukan laptop paling ringkas di dunia. Mamun demikian, ia tetap salah satu yang paling ringkas di kelasnya.

Dengan ketebalan hanya 2,2cm dan bobot 1,5kg, VivoBook M409 menjadi sangat mudah untuk dibawa bepergian. Laptop yang cukup portabel ini juga hadir dengan adapter charger berukuran kecil, membuatnya dapat diandalkan ketika bepergian jarak jauh dan dalam jangka waktu lama, di mana Anda pasti membutuhkan adapter charger untuk mengisi daya laptop ini.

Bagaimana VivoBook M409 dapat tampil lebih tipis dan ringkas? Jawabannya ada di teknologi NanoEdge Display. Teknologi layar eksklusif dari ASUS tersebut memungkinkan bezel layar dapat tampil lebih tipis dari laptop pada umumnya.

Hasilnya adalah sebuah laptop dengan tampilan layar yang terlihat lebih lega dan ukuran bodi yang lebih tipis dengan screen-to-body ratio hingga 79%. Dengan bingkai layar yang tipis, Asus akhirnya sanggup membuat body laptop ini menjadi lebih kompak.


Selain mudah dibawa bepergian, VivoBook M409 juga dilengkapi dengan sistem keamanan khusus. Untuk melindungi kerusakan data akibat guncangan di perjalanan, VivoBook M409 telah dilegkapi dengan teknologi EAR HDD shock dampering.

Teknologi tersebut merupakan struktur tambahan yang dapat melindungi harddisk di dalam VivoBook M409 sehingga lebih tahan terhadap guncangan. Ya, Anda tidak salah baca. Laptop yang satu ini masih menggunakan metode penyimpanan harddisk di dalamnya.

Penggunaan harddisk mungkin akan menjadi batu sandungan untuk merasakan kehebatan performa laptop berbasis Ryzen. Tetapi jangan khawatir, ada kesempatan bagi Anda untuk mengganti storage tersebut dengan SSD yang lebih kencang.

Baca juga:

Berbicara soal keamanan, VivoBook M409 telah dilengkapi fitur pembaca sidik jari atau fingerprint. Fitur yang terintegrasi dengan Windows Hello tersebut memungkinkan pengguna laptop ini untuk dapat masuk (login) ke dalam sistem Windows 10 tanpa harus mengetikkan password.

Fitur ini sangat berguna jika Anda sering berada di ruang publik, karena orang lain tidak akan bisa login ke laptop Anda. Selain itu, sensor sidik jari pun sangat memudahkan karena kita tinggal menyentuh area sensor, tanpa perlu melakukan apapun.


Meski merupakan laptop mainstream, Asus tetap mengupayakan kenyamanan pengguna VivoBook M409. Keyboard di laptop ini memiliki key travel sejauh 1,4mm yang sangat optimal untuk mengetik. Sayangnya, untuk urusan mengetik, laptop ini belum menggunakan desain ErgoLift design seperti lini VivoBook lainnya.


Saat dibuka, bagian belakangnya tidak mengangkat. Dengan demikian, pengguna harus membiasakan diri mengetik dengan permukaan keyboard yang lebih datar. Namun tentunya ini bukan masalah besar. Dudukan laptop, bahkan yang sekaligus berfungsi sebagai perangkat pendinginan cukup banyak di Internet.

Fitur
Untuk menikmati konten multimedia, Asus VivoBook M409 juga telah dilengkapi dengan speaker berteknologi SonicMaster Audio. Teknologi audio tersebut dilengkapi dengan speaker yang lebih besar, audio codec kelas profesional, serta ruang akustik yang dapat menghasilkan suara lebih kaya.

SonicMaster Audio juga hadir dengan sistem signal processing yang dapat memblokir efek noise dan meningkatkan kejernihan suara. Meski demikian, output dari speaker laptop ini berjenis down firing, artinya, speaker grill berada di bagian bawah laptop dan keluaran suara mengarah ke bawah, permukaan meja atau tempat meletakkan laptop.


Yang sedikit menjadi masalah adalah, tidak adanya fitur ErgoLift pada notebook ini, membuat keluaran audio tersebut tidak mendapatkan ruang resonansi  yang cukup sehingga output audionya terasa agak kurang maksimal.

Karena dirancang sebagai laptop serba guna yang cocok diajak untuk traveling, VivoBook M409 dilengkapi dengan berbagai opsi konektivitas mulai dari koneksi melalui kabel (wired) atau nirkabel (wireless). Opsi konektivitas nirkabel di VivoBook M409 terdiri dari gigabit WiFi 802.11ac yang tentunya akan sering Anda gunakan ketika bepergian. VivoBook M409 juga dilengkapi dengan Bluetooth 4.2 sehingga Anda dapat menghubungkan berbagai peripheral modern seperti wireless mouse atau headset.


Sementara opsi konseksi menggunakan kabel di VivoBook M409 terdiri dari berbagai macam port, salah satunya adalah port USB Type-C dan Type-A sehingga Anda dapat menghubungkan smartphone, flashdisk, dan perangkat lainnya dengan mudah. Ada pula port HDMI untuk menghubungkan VivoBook M409 dengan proyektor atau monitor tambahan, serta sebuah pembaca kartu MicroSD.


Performa
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, VivoBook M409 merupakan laptop powerful dengan harga yang terjangkau. Seberapa powerful laptop ini? Pada varian yang menggunakan prosesor Ryzen 5 3500U, VivoBook M409 dapat menghasilkan skor pengujian yang tergolong cukup baik. Hal tersebut salah satunya berkat penggunaan konfigurasi 4 core 8 thread di prosesor Ryzen 5 3500U.

Namun demikian, varian yang kita uji kali ini adalah versi yang paling murah dari laptop AMD Ryzen Asus yakni M409 dengan Ryzen 3 3200U. Seperti apa performanya? Sebelum mengukur kinerja Ryzen 3 yang terdapat pada laptop ini, berikut spesifikasi lengkap laptop yang bersangkutan:



Berikut ini adalah hasil pengujian performa yang kami dapatkan:




Dari sisi performa, tampak Ryzen 3 bukanlah prosesor ecek-ecek. Ia menawarkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan Intel Core i7-4850HQ yang dulu merupakan salah satu prosesor terkencang namun memang cukup berumur. Di antara prosesor yang modern, performanya berada tepat di tengah-tengah Intel Core i3-8130U ataupun Core i5-8250U. Dan kalau untuk bekerja, ini artinya kencang.

Bagaimana performa grafisnya?




Laptop dengan Ryzen 3 sudah memiliki grafis Radeon Vega 3 di dalamnya. GPU ini menawarkan performa yang lebih tinggi dibandingkan dengan GPU berbasis Intel HD Graphics 610 ataupun Nvidia GeForce 910M, namun tidak sekuat Intel HD Graphics 620 ataupun GeForce 920M, apalagi GeForce MX series.

Ia bukan ditujukan untuk pengguna yang ingin bermain game. Seperti hasil pengujian yang kami lakukan, tampak bahwa bermain game dengan resolusi Full HD, tidak nyaman di sini, bahkan dengan setting paling minimal. Meski begitu, kalau Anda puas bermain dengan resolusi HD setting rata kiri, ia masih sanggup.


Yang sangat kami sayangkan pada notebook Asus VivoBook M409 masih menggunakan harddisk jenis SATA sebagai fasilitas penyimpanan utama. Meskipun untuk ukuran harddisk kecepatan baca-tulisnya sudah lumayan, dapat Anda lihat pada pengujian CrystalDiskMark di atas, namun dibandingkan dengan performa SSD yang paling rendah pun, performanya masih jauh di bawahnya.

Sebagai gambaran, performa harddisk biasa berada pada kecepatan 90 sampai 140MB/s untuk baca ataupun tulis. Namun demikian, SSD kapasitas 128GB terbaru saat ini minimal menawarkan kecepatan 150 sampai 200MB/s. Bahkan bisa lebih, tergantung merek dan tipenya. Ini tentu akan berpegaruh saat loading sistem operasi, menjalankan program ataupun membuka data atau tugas-tugas.


Bagaimana dengan performa baterainya? Saat kami menjalankan PCMark 10 Modern Office untuk mensimulasikan kemampuan baterai laptop ini untuk bekerja dengan aplikasi office ataupun internet secara non stop, ternyata terbukti bahwa dari kondisi baterai 100 persen, ia sanggup bertahan selama 4 jam 51 menit 29 detik sampai ia menyentuh posisi baterai 9 persen.


Menariknya lagi, VivoBook M409 sudah mendukung teknologi fast charging. Asus mengklaim, laptop ini dapat mengisi daya sebanyak 60% hanya dalam waktu 49 menit. Dari pengujian yang kami lakukan, menggunakan charger bawaannya, baterai bisa terisi dari kondisi 9% sampai ke 69% hanya dalam waktu 43 menit 38 detik saja.


Kesimpulan
Untuk sebuah laptop berbasis AMD Ryzen 3, Asus VivoBook M409 ini merupakan laptop yang unik. Ibarat mobil standar, pengguna perlu melakukan modifikasi di sana sini agar mobil tersebut bisa berlari kencang dan siap untuk diajak balapan. Sama halnya seperti laptop yang satu ini.

Agar Anda bisa mendapatkan performa sebenarnya dari Ryzen 3 yang tertanam di dalamnya, Anda perlu memasang SSD berbasis M.2 di dalamnya dan menjadikan harddisk SATA yang sudah ada sebagai media penyimpanan data. Selain itu, Anda juga perlu menambahkan satu keping memori DDR 4 lagi agar performanya menjadi meningkat dengan sistem dual channel memory.

Tetapi buat Anda yang ingin menggunakan laptop ini dengan performa apa adanya, tentunya tidak masalah. Kinerjanya sudah cukup memadai untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari bagi segmen pengguna yang dituju.


Postingan Populer

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Harddisk Terbesar di Dunia. Western Digital Siapkan HDD 60TB hingga 140TB

Western Digital kembali menegaskan bahwa hard disk drive (HDD) belum mendekati akhir hayatnya. Di tengah dominasi SSD untuk komputasi konsumen, perusahaan ini justru memaparkan peta jalan agresif untuk mendorong kapasitas HDD hingga 60TB dalam waktu dekat, bahkan melampaui 140TB pada dekade 2030-an.  Target ini secara jelas diarahkan untuk menjawab kebutuhan penyimpanan masif dari beban kerja AI dan cloud berskala besar. Dalam pernyataan resminya, Western Digital mengungkapkan bahwa mereka akan mulai memproduksi massal HDD komersial berbasis heat-assisted magnetic recording (HAMR) pada 2026. Generasi awal akan hadir dengan kapasitas 40TB berbasis CMR dan 44TB berbasis SMR, sebelum volume produksinya meningkat pada 2027.  Pendekatan ini menandai transisi penting dari ePMR menuju HAMR sebagai fondasi jangka panjang peningkatan kapasitas. Kunci utama strategi ini terletak pada inovasi laser. Selama ini, industri HDD mengandalkan edge-emitting laser pada teknologi HAMR, namun menu...