Langsung ke konten utama

Review Asus VivoBook A409FJ

Luar biasa produsen asal Taiwan yang satu ini. Seakan belum puas membombardir pasar notebook di Indonesia dengan perangkat-perangkat gaming, kemudian perangkat laptop premium, dilanjut dengan perangkat laptop mainstream, kini ada lagi yang baru.

Kalau seri notebook mainstream yang mereka hadirkan beberapa waktu lalu adalah VivoBook Ultra, baik A412 ataupun K403 versi Intel dan juga VivoBook Ultra A412 versi AMD, kali ini notebook mainstream yang dihadirkan, ditujukan untuk segmen di bawahnya yakni VivoBook A409. Tanpa embel-embel Ultra di namanya.


Meski ditujukan untuk segmen mainstream ke bawah, tetapi VivoBook varian yang satu ini hadir untuk beragam varian prosesor. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk memenuhi kebutuhan semua jenis pengguna yang ada.


Dengan besaran RAM dan tipe storage yang sama yakni SSD PCIe 512GB, VivoBook Ultra A412 start dari harga Rp7,6 juta untuk versi Intel Core i3, sementara VivoBook A409 dijual mulai dari Rp6,5 juta untuk versi Intel Core i3.

Berikut ini harga dan spesifikasi Asus VivoBook A409 yang dijual di Indonesia:

  • A409UA-BV351T (i3-7020U/UMA/4G/512G PCIE/HD/Silver) Rp6.499.000
  • A409UA-BV352T (i3-7020U/UMA/4G/512G PCIE/HD/Grey) Rp6.499.000
  • A409UJ-BV351T i3-7020U/MX230/4G/512G PCIE/HD/Silver) Rp7.299.000
  • A409UJ-BV352T i3-7020U/MX230/4G/512G PCIE/HD/Grey) Rp7.299.000
  • A409FJ-EK501T  i5-8265U/MX230/4G/1T/FHD/Silver) Rp8.899.000
  • A409FJ-EK502T  i5-8265U/MX230/4G/1T/FHD/Grey) Rp8.899.000
  • A409FJ-EK551T  i5-8265U/MX230/4G/512G PCIE/FHD/Silver) Rp9.299.000
  • A409FJ-EK552T  i5-8265U/MX230/4G/512G PCIE/FHD/Grey) Rp9.299.000
  • A409FJ-EK701T  i7-8565U/MX230/8G/1T/FHD/Silver) Rp12.299.000
  • A409FJ-EK702T  i7-8565U/MX230/8G/1T/FHD/Grey) Rp12.299.000
  • A409FJ-EK751T  i7-8565U/MX230/8G/512G PCIe/FHD/Silver) Rp12.299.000
  • A409FJ-EK752T  i7-8565U/MX230/8G/512G PCIe/FHD/Grey) Rp12.299.000

Memang, seri prosesor i3 yang digunakan pada A409 satu generasi lebih lawas, namun untuk penggunaan tugas ringan sehari-hari, selisihnya mungkin tidak terlalu terasa. Apalagi kalau yang digunakan hanya aplikasi office. Dengan kata lain, VivoBook A409 ini menarik untuk kita bahas. Seperti apa?

Desain
Notebook yang satu ini merupakan laptop mainstream seri klasik. Artinya, ia bukan model ultra-thin, convertible yang bisa dilipat-lipat, atau detachable yang keyboard dan monitornya bisa dipisah. Namun sama seperti model Asus VivoBook seri premium, VivoBook A409 juga memiliki desain two sided NanoEdge display yang menyajikan tampilan luas pada penggunanya.

Desain NanoEdge display membuat layar lebih besar bisa dimasukkan ke dalam rangka body yang lebih kecil. Di pasaran, tersedia pula varian VivoBook A509 yang menawarkan display 15 inci namun tetap dengan dimensi yang kompak. Akan tetapi, pembahasan kita kali ini khusus ke versi 14 inci-nya yakni A409FJ.

Meski didesain kompak, Asus VivoBook A409FJ punya desain yang tetap kokoh dan punya konektivitas lengkap. Di sisi kiri, terdapat port USB, HDMI dan power connector dan USB Type-C. Ada pula ventilasi untuk pembuangan udara panas dari dalam notebook. Penempatan pembuangan di area ini menguntungkan pengguna yang biasa menempatkan mouse di sebelah kanan, jadi tidak mengganggu saat sedang bekerja.


Di sisi kiri, tersedia slot microSD, audio jack serta dua buat port USB serta Kensington Lock. Dari sisi konektivitas nirkabel, ASUS VivoBook A409 mendukung dual band WiFi 5 (802.11ac) dan Bluetooth 4.2.


Bingkai logam yang digunakan di sekeliling body ASUS VivoBook A409 dan A509 memberikan kekuatan dan daya tahan lebih bagi chassis. Penggunaan material logam ini juga memperkuat bagian bawah keyboard dan area palmrest. Akhirnya, pengalaman mengetik lebih mantap serta touchpad lebih solid. Notebook ini juga sangat kokoh jika dibandingkan dengan versi terdahulunya yakni VivoBook A407.


Sama seperti laptop modern lainnya, Asus VivoBook A409FJ juga sudah dilengkapi dengan touchpad yang berukuran lega, serta dilengkapi dengan fingerprint sensor. Fitur yang sangat bermanfaat untuk penggunaan notebook saat ini.

Kelebihan pertama, adalah demi kemudahan untuk mengakses Windows tanpa perlu mengetikkan password. Dan kelebihan kedua, tentunya untuk keamanan. Hanya sidik jari yang sudah didaftarkan yang bisa mengakses laptop. Fitur ini sekaligus mengoptimalkan fitur Windows Hello milik Windows 10 yang sudah pre-installed pada laptop.

Fitur
Ada hal yang sedikit unik pada VivoBook A409 ini. Beberapa tombol di function key diberi programming khusus. Dengan hanya menekan Fn key yang bersangkutan, Anda bisa menyala matikan tombol Windows, webcam, mengaktifkan snipping tool, serta mengaktifkan MyAsus app. Unik juga. Meski demikian, pengguna perlu membiasakan diri dengan tombol-tombol baru tersebut.


ASUS VivoBook A409 merupakan salah satu laptop klasik 14 inci paling mungil di kelasnya. Baik saat digunakan untuk bermain atau bekerja, entry level laptop ini menghadirkan performa bertenaga dan visual yang sangat manis. 


NanoEdge display yang diusung menawarkan bezel atau bingkai yang sangat tipis di kiri-kanan dan bagian atas layar. Luasnya penampang layar dibandingkan dengan dimensi body membuat menyaksikan konten menjadi lebih memuaskan. Dan tak hanya ringkas, laptop tersebut pun bobotnya ringan, hanya 1,65Kg.

Dari sisi visual, two sided NanoEdge design membuat ASUS VivoBook A409 hanya menggunakan frame selebar 6,5 milimeter saja di sisi kiri dan kanan layar dan total memiliki 78% screen to body ratio. Meski tipis, bezel bagian atas layar masih mampu digunakan untuk menyimpan kamera web dan audio input untuk video conference yang nyaman. Sayang, resolusi kameranya masih VGA, belum HD.

Baca juga:

Dari sisi layar, display resolusi FullHD 1920x1080p yang digunakan dilapisi dengan lapisan matte anti-glare. Pengguna akan menikmati visual yang sangat memuaskan tanpa harus terganggu pantulan cahaya dari arah belakang, khususnya saat pengguna sedang bekerja di luar ruangan.

Desain sudut yang dihadirkan di sekeliling chassis notebook juga sengaja didesain dan berfungsi untuk perlindungan terhadap hantaman dari samping. Tujuannya adalah untuk memberikan proteksi lebih terhadap sambungan engsel serta komponen internal.

Tak hanya itu, harddisk juga diberi fitur E A R HDD shock dampening yang didesain untuk melindungi data terhadap kerusakan akibat benturan fisik. Seperti diketahui, harddisk laptop lebih rentan terhadap kerusakan fisik dibanding SSD. Fitur aktif perlindungan harddisk ini akan secara otomatis mendeteksi benturan dan getaran dari tiga sisi dan secara efektif mampu mereduksi potensi kerusakan harddisk.

Spesifikasi
Untuk menopang performa, Asus VivoBook A409FJ diperkuat prosesor Intel Core i3 sampai i7. Kebetulan, versi yang kita bahas kali ini adalah yang diperkuat oleh prosesor Intel Core i7 generasi ke-8 dengan RAM DDR4 kecepatan 2400MHz sebesar 8GB dan sudah diperkuat oleh grafis terdedikasi berbasis Nvidia GeForce MX230.

Desain dual storage yang dihadirkan, yakni dengan SSD berbasis PCIe kapasitas 512GB serta harddisk hingga 1TB memberikan kombinasi kapasitas penyimpanan cepat dan luas. Tak hanya itu, ASUS VivoBook A409 juga menyediakan dukungan terhadap teknologi memori Intel Optane. Sebagai informasi, Intel Optane memory technology merupakan partner yang paling tepat untuk komputer berbasis prosesor Intel.

Ia secara cerdas akan mendongkrak performa harddisk. Mulai dari mempercepat loading aplikasi saat multitasking sampai  mengurangi waktu boot-up dan resume. Algoritma caching yang cerdas juga memastikan seluruh aplikasi yang sering dijalankan serta dokumen yang sering digunakan, akan di-load dengan lebih cepat. Artinya, laptop berbasis harddisk biasa pun terasa mirip performanya dengan SSD.

Berikut ini spesifikasi teknis Asus VivoBook A409FJ:



Untuk kenyamanan mengetik, keyboard chiclet yang digunakan juga didesain secara ergonomis dengan konstruksi padat one piece dengan travel distance hingga 1,4mm. Adapun untuk menopang aktivitas sehari-hari, Asus menempatkan sebuah baterai berkualitas dengan daya tahan yang sanggup bertahan 3x lebih panjang dibandingkan dengan umur baterai lithium-ion biasa.

Teknologi fast charging juga memungkinkan pengguna untuk melakukan pengisian daya baterainya hingga 60 persen dalam waktu 49 menit saja. Jangan khawatir, teknologi Asus Battery Health Charging juga membuat pengisian ulang lebih aman dan menjaga baterai tetap berada dalam kondisi baik.

Performa
Di atas kertas, spesifikasi yang ditawarkan Asus untuk VivoBook A409FJ ini sangat menarik. Dipasarkan di harga Rp12.299.000 dengan prosesor Intel Core i7-8565U, Nvidia GeForce MX230 serta RAM 4GBx2 (total 8GB) dan harddisk 1TB.

Agak unik karena di harga yang sama, mereka juga menyediakan VivoBook A409JF dengan spesifikasi sama persis, tetapi dengan SSD sebesar 512GB. Tampaknya, opsi ini mereka siapkan untuk mereka yang tidak terlalu membutuhkan performa maksimal, tetapi lebih cenderung ke storage yang ekstra besar. Berikut hasil pengujian yang berhasil kami dapat untuk notebook VivoBook terbaru:









Dari sisi performa CPU, Intel Core i7-8565 yang digunakan pada notebook ini menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan prosesor yang sama yang dipasang di laptop ASUSPRO B9440 ataupun ZenBok UX333. Menarik sekali.

Namun sayangnya, performanya secara keseluruhan berada di bawah laptop-laptop tersebut. Ini dipastikan karena penggunaan harddisk, dibandingkan dengan penggunaan SSD pada dua laptop tersebut. Sebagai gambaran, Asus VivoBook K403 yang pernah kami review beberapa waktu lalu, bahkan hanya menggunakan prosesor Intel Core i3 dan integrated graphics, menawarkan performa yang lebih tinggi untuk menjalankan aplikasi-aplikasi esensial dan produktivitas. Kuncinya adalah VivoBook K403 menggunakan SSD PCIe.

Dari sisi grafis, Nvidia GeForce MX230 menawarkan performa yang tentunya jauh lebih tinggi dibanding integrated graphics Intel HD 620. Bahkan lebih kencang pula daripada Radeon Vega 8 bawaan prosesor AMD Ryzen 5. Meski begitu, VGA ini bukanlah VGA gaming grade. Tergantung game yang dimainkan, Anda yang ingin bermain di laptop ini perlu menggunakan setting rata kiri jika ingin lancar.

Untuk baterainya, saat kami paksa bekerja secara full load dengan software penguras baterai yakni Battery Eater, laptop bisa bertahan hingga 4 jam 41 menit dari kondisi penuh sampai tersisa 5 persen. Adapun saat diisi ulang, total waktu yang dibutuhkan hanya 1 jam 27 menit saja. Sangat cepat.


Kesimpulan
Tak pelak, Asus VivoBook A409 merupakan laptop yang sangat menarik dan merupakan upgrade yang signifikan dari versi sebelumnya yakni VivoBook A407. Performa kencang, baterai relatif kuat, dan konstruksi chassis yang kokoh namun ringan dan ringkas merupakan kelebihannya. RAM 8GB yang dihadirkan pun sudah menggunakan konfigurasi dual channel.

Anda yang tertarik sebaiknya pilih versi yang menggunakan SSD agar performanya maksimal. Selebihnya, laptop ini merupakan laptop sehari-hari yang mumpuni.


Postingan Populer

Asus ExpertBook Ultra. The Flagship of the Industry. Period! Mengapa Begitu?

Asus resmi membawa Asus ExpertBook Ultra ke Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat lini laptop bisnis premium berbasis AI. Perangkat ini langsung menargetkan profesional dengan mobilitas tinggi melalui desain ultra-ringan dengan bobot mulai dari 0,99 kg, tanpa mengorbankan performa maupun fitur enterprise yang semakin krusial di era kerja hybrid. Asus mengklaim, laptop ini merupakan the Flagship of the Industry. Period. Mengapa? Kinerja Tertinggi di Laptop Tertipis Di sektor performa, Asus mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 3, termasuk varian Intel Core Ultra X7 358H. Chip ini mengusung arsitektur hybrid dengan kombinasi Performance core, Efficient core, dan Low Power Efficient core, memungkinkan distribusi beban kerja yang lebih adaptif.  Clock boost hingga 4,8GHz memastikan performa single-thread tetap tinggi, sementara integrasi CPU, GPU, dan NPU dalam satu paket menghadirkan pendekatan komputasi modern yang lebih efisien. Meskipun sangat tipis dan ringan,...

Samsung Berhenti Produksi RAM LPDDR4 dan LPDDR4X

Samsung resmi menghentikan produksi memori generasi lama seperti LPDDR4 dan LPDDR4X. Keputusan ini bukan sekadar pembaruan lini produk, melainkan sinyal kuat bahwa industri memori sedang bergeser total ke arah kebutuhan kecerdasan buatan, khususnya segmen Agentic AI yang menyedot kapasitas produksi dalam skala besar. Sebagai gantinya, Samsung kini memusatkan sumber daya ke teknologi memori yang lebih relevan seperti LPDDR5, LPDDR5X, dan HBM. Ketiga jenis memori ini menjadi tulang punggung infrastruktur AI modern, terutama di pusat data yang membutuhkan bandwidth tinggi dan latensi rendah. Permintaan yang melonjak tajam dari sektor ini membuat memori bukan lagi komoditas biasa, tetapi komponen strategis yang menentukan performa sistem AI secara keseluruhan. Namun, peningkatan kapasitas produksi ternyata belum cukup. Dalam laporan kinerja terbarunya, Samsung mengakui bahwa permintaan memori untuk tahun 2027 diperkirakan akan jauh melampaui pasokan. Bahkan, kesenjangan supply dan demand d...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Amazon Coba Delivery Pakai Drone, Barang Banyak yang Rusak

Eksperimen pengiriman drone oleh Amazon kembali menuai sorotan, bukan karena kecepatannya, tetapi karena potensi kerusakan barang. Dalam beberapa bulan terakhir, layanan Prime Air diperluas ke berbagai kota di Amerika Serikat, menjanjikan pengiriman kurang dari dua jam dengan biaya sekitar USD 4,99. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa efisiensi ini datang dengan kompromi yang tidak kecil. Salah satu kasus yang viral datang dari seorang kreator konten yang menguji pengiriman barang rapuh. Ia memesan sebotol sirup untuk melihat bagaimana sistem menangani paket sensitif.  Hasilnya cukup problematis. Drone menjatuhkan paket dari ketinggian sekitar tiga meter langsung ke permukaan beton. Botol plastik tersebut pecah, menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana sistem ini akan menangani barang yang lebih rentan seperti kaca atau elektronik. Fenomena ini bukan kasus tunggal. Video lain dari lokasi uji coba di Nashville menunjukkan pola serupa. Drone berhenti di udara dan men...

Skor Benchmark Intel Core 5 330 Mulai Muncul. Prosesor Terbaik Intel?

Kemunculan prosesor Intel Core 5 330 di basis data benchmark kembali menegaskan arah strategi Intel dalam memperkuat segmen entry-level. Berdasarkan hasil uji di platform PassMark, chip ini mencatat skor 4.215 poin untuk single-thread dan 14.947 poin untuk multi-thread, angka yang secara praktis menempatkannya sejajar dengan varian saudaranya, Core 5 320. Secara arsitektural, Core 5 330 mengusung konfigurasi 6 core dan 6 thread dengan skema hybrid 2 Performance-core dan 4 LP-Efficient core. Pendekatan ini mencerminkan filosofi desain Wildcat Lake yang menitikberatkan efisiensi daya tanpa mengorbankan performa dasar.  Clock speed yang diusung berada di kisaran 1,5 GHz hingga 4,6 GHz untuk P-core dan 1,4 GHz hingga 3,4 GHz untuk LP-E core, menjadikannya cukup fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari produktivitas ringan hingga multitasking moderat. Menariknya, meski membawa label “lebih tinggi”, Core 5 330 nyaris identik dengan Core 5 320 dari sisi spesifikasi teknis....