Langsung ke konten utama

Hp Vivo 5G Pertama, iQOO 3 5G

Tak ingin ketinggalan oleh sejumlah produsen raksasa lainnya, Vivo, produsen smartphone papan atas dari negeri Tiongkok pun ambil bagian dalam menghadirkan smartphone andalannya yang menggunakan prosesor flagship dan teknologi 5G. Adalah Vivo iQOO 3 5G, model yang sedang mereka siapkan.

Dengan tagline Monster Inside, iQOO 3 5G menggunakan prosesor tercepat dari Qualcomm yakni Snapdragon 865 serta penyimpanan UFS 3.1 yang juga merupakan yang tercepat saat ini.
Di samping itu, Vivo juga memasang sistem pendingin suhu berbasis serat karbon. Sistem pendinginan ini tidak terlalu ekstrem seperti kipas built-in (milik Nubia Red Magic 5G) atau kipas snap-on pada ponsel (milik ROG Phone II).


Dari sisi spesifikasi, Vivo iQOO 3 memiliki ukuran bodi 158,5 x 74,9 x 9,2 mm. Ia memiliki pelindung layar berbasis Corning Gorilla Glass 6 di depan dan belakang serta dengan bingkai aluminium di sekelilingnya.

Untuk tampilan, layarnya berukuran 6,44 inci dengan display berbasis Super AMOLED, Resolusi FullHD+ 2.400 x 1.080p atau kerapatan 409ppi, mendukung HDR10+ serta refresh rate 60Hz, serta dengan sensor sentuh 180Hz.
  

Dari sisi kamera, smartphone tersebut mengusung kamera utama 48MP Telefoto, kamera zoom optik 2x berfitur PDAF 13MP, f/2.5 50mm, kamera ultra-wide 13MP f/2.2 auto-focus, serta kamera depth sensing 2MP dengan f/2.4. Kamera-kamera ini ditemani oleh sebuah lampu kilat LED untuk pemotretan di kondisi pencahayaan minim.


Prosesor yang digunakan, yakni Qualcomm Snapdragon 865 sendiri merupakan prosesor dengan proses manufaktur 7 nanometer, memiliki delapan buah core (octa-core) dengan konfigurasi 1x 2,84GHz Kryo 585 dan 3x 2,42GHz Kryo 585 serta 4x 1,8 GHz Kryo 585. Untuk grafisnya, tersedia chip Qualcomm Adreno 650.

Pengguna bisa memilih beberapa versi Vivo iQOOO 3 yakni dengan kapasitas memori dan storage 6GB/128GB, 8GB/128GB, 8GB/256GB, 12GB/256GB yang semuanya menggunakan tipe storage UFS 3.1. Meski demikian, di India, yang mendukung konektivitas 5G hanyalah yang versi tertingginya, yakni 12GB/256GB saja.


Baca Juga:



Dan dengan sistem Android 10, iQOO UI 1.0, smartphone ini diperkuat oleh baterai berkapasitas besar yakni 4.400mAh. Baterai tersebut mendukung Super FlashCharge 2.0 yang kecepatan pengisiannya hingga 55 watt.


Menarik ditunggu apakah versi ini akan tersedia di pasaran Indonesia atau tidak dan berapa harga Vivo iQOO 3 5G nantinya.

Postingan Populer

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Pangsa Pasar Sistem Operasi Desktop Dikuasai Windows 11 dengan 72%

Data terbaru dari StatCounter menunjukkan bahwa Windows 11 kini semakin mendominasi pasar sistem operasi desktop. Pangsa pasarnya dilaporkan telah mencapai sekitar 72,78 persen, sementara Windows 10 turun drastis menjadi 26,27 persen. Perubahan ini menandai percepatan adopsi yang cukup signifikan dibandingkan akhir 2025. Saat itu Windows 11 baru saja melampaui 50 persen pangsa pasar, sementara Windows 10 masih mempertahankan basis pengguna yang jauh lebih besar. Kini, jarak keduanya terus melebar. Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah keputusan Microsoft untuk mengakhiri dukungan resmi bagi Windows 10. Batasan siklus hidup produk tersebut mendorong banyak pengguna dan organisasi untuk beralih ke platform yang lebih baru. Dalam banyak kasus, keputusan tersebut bukan lagi sekadar pilihan fitur, melainkan kebutuhan untuk menjaga keamanan dan kompatibilitas sistem. Selain itu, proses upgrade juga sering kali terjadi secara tidak langsung melalui pembelian perangkat baru. Kom...

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...