Langsung ke konten utama

Kamera Vivo Apex 2020 Punya Resolusi 48MP dan Zoom 7,5x

Vivo merupakan besutan ponsel asal China yang dikabarkan akan merilis perangkat terbarunya pada ajang Mobile World Congress 2020. Acara yang tadinya akan diadakan di Barcelona tersebut dirumorkan akan menjadi ajang pengenalan dari Vivo Apex 2020.

Namun sayang seribu sayang, wabah Corona merusak segalanya. Mobile World Congress 2020 dibatalkan dan pengumuman peluncuran sejumlah produk teknologi mutakhir pun tidak jadi dilaksanakan.


Meski begitu, produsen, termasuk Vivo, tentunya tidak bisa menunda apa yang sudah mereka ciptakan untuk diumumkan ke publik. Termasuk Vivo Apex 2020.

Vivo Apex terbaru tersebut mengusung desain layar ponsel yang memiliki bezel tipis. Selain itu, seri Apex yang merupakan kelanjutan dari versi tahun sebelumnya tersebut membawa spesifikasi lebih ciamik dari pendahulunya. Utamanya pada kamera utama 48MP yang kini sudah dilengkapi fitur stabilisasi dan 5-7,5x optical zoom.

Salah satu fitur yang diandalkan adalah pemindaian sidik jari yang bisa dilakukan di seluruh bagian layar ponsel. Tak hanya itu, ponsel tersebut juga dibekali dengan desain berbeda yaitu speaker yang tertanam pada layar.





Baca Juga :

Kendati demikian, perusahaan asal China ini masih berupaya untuk mempromosikan ponsel flagship itu. Kabar teranyar, Vivo Apex 2020 diketahui memiliki fitur penstabil gambar di kameranya.

Sekadar informasi, nama Apex merupakan akronim dari All Prototipe Experience. Artinya, ponsel ini memang belum pernah dikomersialkan.

Ponsel pertama Vivo Apex meluncur pada 2018, lalu diikuti oleh Apex 2019 yang hadir tanpa lubang apapun di sekujur bodinya.

Dengan pembaruan yang selalu pada seri terbaru Apex, tentunya banyak harapan dari para penggemar Vivo bahwa pada Apex 2020, akan memiliki banyak upgrade. Namun sayangnya, kemungkinan perilisan dari ponsel terbaru Vivo itu akan diundur dalam beberapa waktu.

Sebelumnya, sudah ada juga di beberapa perusahaan seperti LG, Ericsson, Amazon, dan LG yang sudah resmi untuk menarik diri dari pagelaran teknologi tersebut.


Disamping itu, TCL juga sudah mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan batal mengadakan konferensi pers di ajang MWC 2020. Sampai saat ini pihak perusahaan masih belum bisa menentukan kapan Vivo Apex 2020 akan di rilis.

Untungnya, Vivo sekarang telah mengumumkan di Weibo bahwa konsepnya akan datang pada hari Jumat 28 Februari, lengkap dengan gambar yang terlihat di atas.

Postingan Populer

Qualcomm Hadirkan Chipset Baru untuk Entry - Mid Level

Qualcomm resmi memperkenalkan dua chipset baru untuk pasar smartphone kelas menengah dan entry-level, yakni Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5. Kedua platform ini dirancang untuk menghadirkan peningkatan performa gaming, efisiensi daya, dan responsivitas sistem di tengah persaingan pasar mobile yang semakin agresif. Snapdragon 6 Gen 5 menjadi lini yang difokuskan untuk smartphone mid-range dengan fitur yang mulai mendekati kelas flagship. Qualcomm membawa peningkatan performa GPU hingga 21 persen, sekaligus menghadirkan Adaptive Performance Engine 4.0 untuk menjaga stabilitas performa saat menjalankan game berat dalam waktu lama. Chipset ini juga mulai mengadopsi fitur premium seperti dukungan Wi-Fi 7 dan teknologi AI untuk pemrosesan kamera. Qualcomm menyebut Snapdragon Smooth Motion UI sebagai salah satu fitur utama yang mampu mengurangi stutter pada animasi antarmuka dan meningkatkan kelancaran navigasi sistem. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman pengguna kini me...

Awas, Google Chrome Tanam AI Lokal Tanpa Izin!

Google kembali bikin geger setelah Google Chrome ketahuan diam-diam mengunduh model AI lokal Gemini Nano berukuran sekitar 4 GB ke PC pengguna tanpa izin jelas. File raksasa itu muncul di folder “OptGuideOnDeviceModel” dengan nama “weights.bin”, dan diduga dipakai untuk fitur AI seperti scam detection hingga AI writing assistance. Temuan ini diungkap peneliti privasi Alexander Hanff dari blog That Privacy Guy. Yang bikin panas, proses unduhan berlangsung otomatis di latar belakang tanpa notifikasi maupun persetujuan eksplisit pengguna.  Chrome hanya mendeteksi apakah hardware cukup kuat menjalankan AI lokal, lalu langsung menginstal model tersebut. Masalahnya bukan cuma soal privasi. Di tengah harga SSD yang makin tidak masuk akal akibat ledakan AI datacenter, Google justru seenaknya “memakan” 4GB storage pengguna untuk fitur yang bahkan belum tentu dipakai. Pada laptop dengan SSD 256GB, angka itu jelas bukan kecil. Lebih parah lagi, beberapa pengguna melaporkan file tersebut muncu...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Samsung dan SK Hynix Bersaing di Standar RAM Masa Depan

Samsung dan SK Hynix kini tidak lagi sekadar bersaing soal kapasitas produksi memori. Di tengah ledakan industri AI global, keduanya mulai bertarung menentukan fondasi teknologi DRAM generasi berikutnya.  Persaingan ini menjadi semakin krusial karena AI data center modern tidak hanya haus GPU, tetapi juga sangat bergantung pada pasokan HBM dan DRAM berkecepatan tinggi yang kini mulai memasuki fase kritis. Lonjakan kebutuhan AI membuat rantai pasok memori semakin tertekan. HBM, DRAM, hingga NAND kini berebut material produksi yang sama, mulai dari wafer silikon sampai bahan kimia litografi. Situasi ini membuat produsen memori harus mencari cara baru untuk meningkatkan densitas chip tanpa menghancurkan efisiensi produksi. Samsung dilaporkan mengambil pendekatan yang cukup agresif dengan mempertimbangkan penggunaan teknologi Gate-All-Around FET atau GAAFET untuk DRAM generasi baru. Teknologi ini sebelumnya populer di prosesor modern karena mampu meningkatkan efisiensi dan kontrol aru...

Samsung Galaxy S27 Di Persimpangan. Mau Harga Tinggi atau Performa Turun?

Samsung Electronics kembali berada di persimpangan sulit. Di tengah krisis harga DRAM global akibat ledakan infrastruktur AI, raksasa Korea Selatan itu dikabarkan mulai mempertimbangkan pemangkasan fitur teknis pada chipset Exynos 2700 demi menekan biaya produksi seri Samsung Galaxy S27 yang diproyeksikan meluncur awal 2027. Laporan terbaru menyebut Samsung kemungkinan menghapus teknologi FOWLP (Fan-Out Wafer-Level Packaging) dari Exynos 2700, meski chip tersebut sudah memakai proses manufaktur 2nm GAA generasi kedua. Langkah ini cukup ironis karena FOWLP justru menjadi salah satu teknologi penting yang sebelumnya dipakai Samsung untuk memperbaiki efisiensi termal dan performa sustain pada lini Exynos. Secara teknis, FOWLP memungkinkan jalur interkoneksi diperluas di luar area die utama chipset. Hasilnya, chip dapat dibuat lebih tipis, memiliki distribusi panas lebih baik, dan mempertahankan performa tinggi lebih lama tanpa throttling berlebihan. Dalam konteks Exynos yang selama bertah...