Langsung ke konten utama

Tips Mencegah Pencurian dari Pelaku SIM Swap

Suka tidak suka, di masa peralihan teknologi ini, digital sangat membawa pengaruh besar. Mulai dari manfaat, bahkan hingga dengan mudahnya para pelaku kejahatan pun memanfaatkannya. Dalam berbagai aspek kebutuhan.

Sebagai media komunikasi, ponsel misalnya, menjadi hal yang harus diawasi. Sangat penting di era digital ini. Sebagai contoh, mulai dari SIM card misalnya. Kita tahu bahwa SIM card ini menjadi sebagai penghubung identitas hingga berbagai kepentingan pribadi lainya.


Seperti diketahui, di balik wujudnya yang kecil, SIM card atau kartu SIM menjadi kunci untuk membobol berbagai layanan digital, media sosial, hingga perbankan. Berbagai modus dan rekayasa sosial bisa dilakukan oleh peretas untuk mengambil alih kartu SIM milik seseorang.

Mulai dari phishing untuk mengambil informasi pengguna untuk melakukan penukaran SIM (SIM swap) hingga penggunaan malware bisa digunakan untuk mengambil alih kartu SIM. Bahkan penukaran kartu SIM secara resmi di gerai operator selular pun bisa menjadi celah masuk untuk pelaku kejahatan dalam melancarkan aksi. Apa lagi kalau bukan merampas yang bukan haknya.

Baca Juga:

Dilihat dari sederet informasi tentang kasus para korban baru-baru ini, membuat kita dituntut agar tetap harus waspada serta sebaiknya lebih mengedukasi diri dari hal awam. Berikut beberapa tips untuk keamanan SIM card  agar terhindar dari kejahatan di era digital.


Pertama, telitilah dengan pemberian data pribadi pada media sosial, disarankan tidak sembarangan membagikan data pribadi. Khususnya yang berkaitan dengan data kredensial seperti nama lengkap, alamat, nomor ponsel, hingga nama ibu kandung. Data terkait KTP, SIM, ijazah juga sangat tak lazim untuk dibagikan di media sosial.

Pasalnya berbagai data ini bisa dimanfaatkan oleh penjahat untuk melakukan verifikasi untuk melakukan SIM swap. Pelaku bisa berpura-pura mengaku sebagai korban begitu mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Kedua, lapor operator bila tiba-tiba ponsel tak bisa baca kartu SIM. Begitu pelaku mengambil alih nomor ponsel korban dengan SIM swap, nomor ponsel korban tidak akan lagi bisa membaca kartu SIM. Pasalnya kartu SIM yang aktif kini digunakan oleh pelaku.

Begitu pelaku mengambil alih nomor kartu SIM, pelaku bisa mencegat kode one time password (OTP) yang digunakan sebagai otorisasi transaksi hingga digunakan untuk log in ke akun.


Ketiga, Pastikan nomor ponsel tak tersambung dengan kode OTP saat ganti nomor HP. Jika berniat untuk mengganti nomor ponsel atau sengaja membiarkan nomor tak terpakai lagi hingga masa tenggang habis atau hangus, maka pastikan nomor tersebut tak tersambung dengan akun perbankan, media sosial dan dompet digital.

Pasalnya, operator kerap menjual kembali nomor-nomor yang sudah tidak aktif kepada pengguna lain. Praktik daur ulang (recycle) nomor ponsel ini adalah hal yang lumrah dilakukan operator. Sehingga akan muncul risiko penyalahgunaan email, akun media sosial, atau akun perbankan, yang terhubung dengan nomor ponsel tersebut.

Pengguna tak bertanggung jawab yang membeli nomor daur ulang tersebut bisa mengakuisisi aset digital. Mulai dari email, media sosial, hingga layanan finansial digital.

Keempat, waspada kode USSD call forward. Kita disarankan waspada terhadap orang asing yang meminta kita memasukkan deretan kode USSD di ponsel. Pasalnya kode USSD bisa membuat telepon untuk Anda, otomatis diteruskan (call forwarding) ke pelaku.

Begitu call forwarding diperoleh pelaku, ia bisa meminta kode OTP ke perusahaan pembuat aplikasi untuk masuk ke akun yang diincar pelaku. Kasus ini menimpa Maia Estianty.

Saldo Gopay selebriti Maia Estianty baru-baru ini dibobol. Ia mengaku peretas berhasil menguras saldo alat pembayaran di aplikasi Gojek itu melalui metode kode USSD call forwarding (penerusan telepon).

Barisan kode itu disebut Maia turut mengaktifkan SMS forward. Maia dikelabui pengemudi Gojek yang menyebut motornya mogok dan memintanya mengganti pengemudi dengan mengetik kode USSD.

Kode USSD yang diminta adalah *21* yang diikuti dengan nomor ponsel asing (*21*082178912261).

Setelah pelaku memanfaatkan kode call forwarding pelaku lantas menginstal aplikasi Gojek. Ia pun lalu memasukkan nomor Maia di aplikasi itu.

Namun, pelaku tak butuh Maia memberikan kode OTP lewat SMS. Sebab setelah dua kali permintaan OTP SMS, Gojek memberikan opsi untuk memberikan kode OTP lewat telepon. Saat itulah, pelaku mendapat kode OTP ini.


Kelima, hati-hati penelpon misterius meminta data pribadi dengan iming hadiah. Pengguna harus waspada apabila mendapat SMS atau telepon yang menyatakan bahwa dirinya mendapat hadiah. Rezeki memang patut disyukuri, hanya saja rezeki model seperti ini harus dikubur dalam-dalam apabila Anda diminta untuk menyebutkan kode verifikasi atau kode rahasia OTP.

Tak hanya iming-iming hadiah, pelaku juga bisa melancarkan rekayasa sosial yang akan membuat korban melakukan apa yang diinginkannya. Misalnya saja pelaku bisa meminta kode OTP, hingga data pribadi, seperti nama lengkap, nomor KTP, nama ibu kandung, hingga alamat lengkap.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...