Langsung ke konten utama

Liga Champions Malam Ini, Nonton di Mana? Ada Aplikasinya Lho!

Siapa yang tidak kenal dengan Champions League alias Liga Champions besutan UEFA. Mungkin banyak sih, tapi meski mungkin tidak suka sepak bola, minimal banyak di antara mereka pernah dengar liga yang diramaikan oleh para klub jawara-jawara di liga negaranya masing-masing.

Anda penggemar Liga Champions? Tapi sedang sibuk atau tidak sempat untuk menonton di pesawat televisi kesayangan di ruang keluarga atau di kamar Anda? Jangan khawatir.


Di Internet banyak situs-situs yang bisa kita kunjungi untuk menyaksikan siaran langsung sepak bola Liga Champions. Sebagaian besar memang situs ilegal, namun tidak sedikit pula situs resmi yang menyediakan jasa layanan streaming TV online.


Khusus Anda pengguna smartphone Android, di Google Play Store juga ada beberapa aplikasi yang bisa Anda gunakan. Berikut ini yang menurut kami yang sangat menarik untuk dicoba.

Usee TV GO
Aplikasi yang satu ini merupakan aplikasi pelengkap dari layanan Usee yang tersedia secara berlangganan lewat jaringan kabel telepon. Ya, Usee TV Go merupakan aplikasi yang dirilis oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan sudah digunakan oleh lebih dari 1 juta pengguna di seluruh Indonesia.

Tak hanya Liga Champions, pengguna Usee TV GO juga bisa menikmati konten siaran langsung sepak bola lainnya bahkan termasuk liga Indonesia. Dan tentunya, tak hanya sepak bola, aplikasi yang satu ini juga bisa digunakan untuk menonton berita, musik, film dan olahraga lainnya.


Firstmedia Live
Sama seperti Usee TV GO, Firstmedia Live merupakan apliksi pelengkap layanan TV kabel berbayar dari Firstmedia. Anda bisa men-download lalu menginstalasikannya di smartphone Android Anda. Namun untuk menggunakan, Anda harus terdaftar sebagai pelanggan layanan TV kabel yang bersangkutan.

Selain siaran langsung sepak bola, lewat aplikasi ini juga Anda bisa menonton olah raga lain, film, berita, infotainment baik dari dalam ataupun luar negeri, ataupun siaran lainnya. Tetapi itu semua bergantung dengan paket layanan apa yang Anda menjadi pelanggannya.

Mivo TV
Aplikasi yang satu ini bisa diunduh secara gratis di Play Store. Ia sangat populer, bahkan sampai saat ini sudah lebih dari 5 juta orang yang mengunduh aplikasi Mivo TV. Keunggulan utamanya adalah sudah merangkum banyak liga, bahkan channel-nya terbilang lumayan komplet.

Saluran televisi yang tersedia ada kurang lebih 50 jumlahnya, yang bisa disaksikan secara gratis alias tidak berbayar. Channel tersebut bukan hanya dapat menyaksikan siaran langsung sepakbola, namun juga dapat menikmati siaran berita, gosip, film dan lain sebagainya.

Baca juga:

Mobdro
Berbeda dengan aplikasi lainnya, aplikasi yang satu ini tidak tersedia di Google Playstore. Meski demikian, ia bisa ditemukan dengan Google. Selain menyediakan tayangan siaran langsung sejumlah stasiun TV, pada aplikasi ini terdapat kategori Sports yang berisi channel terkemuka dari seluruh penjuru dunia.

Channel seperti ESPN, NFL TV, WWE TV, beIN Sports, dan masih banyak tersedia di sini. Yang menarik, pengguna tidak perlu login ataupun registrasi apapun untuk bias menggunakannya dan menyaksikan siaran olah raga kesayangan.


Live Football TV
Nah, ini aplikasi terfavorit kami. Dengan Live Football TV, Anda bisa menyaksikan tayangan sepak bola Liga Champions, Premiere League, liga Spanyol, liga Italia dan lain-lain. Bahkan siaran UFC Fight Night juga bisa ditonton lewat aplikasi ini.

Yang menarik, ia dapat dengan mudah di-download dari Google Playstore. Meski demiklian, tentunya, untuk dapat menyaksikan siaran langsung olah raga terpopuler tersebut, Anda perlu ikhlas menyaksikan iklan yang muncul di dalam aplikasinya.

Selamat menyaksikan!


Postingan Populer

PC Semakin Terpuruk. Harga Mahal Jadi New Normal?

Firma riset pasar IDC memangkas proyeksi pasar PC global dan memperingatkan bahwa industri menghadapi periode sulit hingga setidaknya 2027. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC global diperkirakan turun 11,3% tahun ini, jauh lebih buruk dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan 2,4%. Pasar tablet juga ikut melemah, dengan penurunan pengiriman sekitar 7,6%. Penyebab utamanya cukup klasik, kelangkaan memori dan gangguan rantai pasokan. Kenaikan harga komponen membuat produsen kesulitan memproduksi perangkat dalam skala besar sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Ironisnya, meski pengiriman turun, nilai pasar justru diperkirakan naik. IDC memperkirakan nilai pasar PC global bisa mencapai $274 miliar pada 2026, naik sekitar 1,6%, karena harga jual rata-rata perangkat terus meningkat. Dengan kata lain, industri mungkin akan menjual lebih sedikit PC, tetapi dengan harga lebih mahal. IDC juga memperingatkan bahwa masalah pasokan memori bisa bertahan hingga 202...

Smartphone Baterai Terbesar Segera Dirilis? 13.000mAh Cukup?

Rumor terbaru berhembus bahwa Honor tengah menyiapkan smartphone dengan baterai yang hampir terdengar berlebihan. Perangkat yang disebut sebagai Honor X80 GT dikabarkan akan membawa baterai 13.080 mAh. Jika benar, kapasitas ini jauh melampaui standar smartphone modern yang biasanya hanya berada di kisaran 5.000 mAh. Secara teori, ini berarti pengguna bisa melupakan charger selama berhari-hari. Namun secara praktis, pertanyaannya sederhana: seberapa besar dan berat ponsel ini nantinya? Honor sebenarnya sudah bereksperimen dengan baterai besar pada beberapa perangkat sebelumnya yang mendekati 10.000 mAh. X80 GT tampaknya mencoba melangkah lebih jauh, seolah ingin memenangkan lomba angka spesifikasi yang semakin absurd. Bandingkan dengan flagship dari Apple atau Samsung yang masih bermain di kapasitas jauh lebih kecil. Namun pendekatan mereka juga menunjukkan realitas desain: baterai besar selalu datang dengan kompromi pada ketebalan, berat, dan ergonomi. Memang ada perangkat ekstrem sepe...

Siap-siap. Manusia dan AI Akan Berebutan Listrik!

Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan besar kemampuan AI bisa terjadi pada paruh pertama 2026. Menurut laporan terbaru mereka, para eksekutif di laboratorium AI besar di AS sudah memberi sinyal bahwa kemajuan berikutnya bisa “mengejutkan” banyak pihak. Salah satu indikatornya datang dari model terbaru OpenAI, yakni GPT-5.4 Thinking yang disebut mencapai 83% pada benchmark GDPVal, level yang diklaim sudah menyamai pakar manusia dalam sejumlah tugas ekonomi. Namun masalah terbesar bukan lagi algoritma. Masalahnya listrik. Morgan Stanley memperkirakan, di AS saja, bisa jadi akan timbul defisit daya 9-18 gigawatt hingga 2028, atau sekitar 12-25% di bawah kebutuhan komputasi AI. Dengan kata lain, industri mungkin tahu cara membangun AI yang lebih pintar, tetapi belum tentu punya cukup energi untuk menjalankannya. Solusi sementara mulai terlihat agak absurd. Bekas fasilitas mining kripto diubah menjadi pusat komputasi AI, lengkap dengan turbin gas untuk memberi makan rak server. Morga...

Militer AS Andalkan AI untuk Serang Iran

Militer AS kini mulai mengandalkan AI untuk mempercepat proses penentuan target serangan. Menurut laporan terbaru, United States Department of Defense mengklaim telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran hanya dalam empat hari. Tempo operasi yang sebelumnya hampir mustahil dicapai dengan proses militer tradisional. Di balik percepatan itu ada sistem analitik militer dari Palantir, yakni Maven Smart System, yang mengolah data dari drone, satelit, dan berbagai sensor medan perang. Sistem ini dipadukan dengan model AI dari Anthropic seperti Claude untuk menyusun rekomendasi target secara real-time. Perubahan utamanya ada pada kecepatan kill chain. Proses yang dulu membutuhkan analisis manusia berjam-jam kini dapat dipadatkan menjadi hitungan menit, atau bahkan detik. Masalahnya, percepatan ini datang dengan konsekuensi yang jarang dibahas secara jujur. Ketika target dihasilkan dan diproses pada kecepatan mesin, pengawasan manusia cenderung menjadi formalitas. Kesalahan kecil dalam da...

Prosesor Server AMD Laku Keras, Kapasitas Produksi Tak Memadai

Demam AI ternyata tidak hanya menguntungkan GPU. Permintaan CPU server juga melonjak tajam, bahkan melampaui perkiraan industri. Hal ini diakui langsung oleh CEO Lisa Su yang menyebut lonjakan permintaan prosesor server sebagai sesuatu yang “di luar ekspektasi”. Dalam konferensi Morgan Stanley, Su mengungkap bahwa pelanggan besar AMD kini menyadari satu hal penting, sistem AI tidak bisa hanya mengandalkan GPU. Infrastruktur AI tetap membutuhkan CPU dalam jumlah besar untuk menangani orkestrasi sistem, manajemen data, dan berbagai proses komputasi pendukung. Akibatnya, permintaan prosesor server seperti AMD EPYC meningkat drastis. Bahkan, menurut Su, banyak pelanggan yang sebelumnya salah menghitung kebutuhan CPU di dalam infrastruktur AI mereka. Situasi ini membuat rantai pasokan AMD mulai terasa ketat. Lonjakan permintaan dalam beberapa kuartal terakhir membuat kapasitas produksi sulit mengejar kebutuhan pasar. AMD kini bekerja sama dengan mitra manufaktur untuk menambah kapasitas dan...