Langsung ke konten utama

Redmi Note 8 Pro Antutu Skornya Berapa?

Setelah ramai gembar-gembor akan kehadirannya, bahkan Xiaomi sampai memajang banyak sekali backdrop segede gaban di banyak media papan atas ibu kota, akhirnya produsen asal Tiongkok tersebut menghadirkan produk terbarunya ke pasaran Indonesia. Ya, Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro, dua model andalan terbaru Xiaomi siap mengguncang jagat dunia pergadgetan negeri ini.

Dari dua smartphone terbaru tersebut, Redmi Note 8 Pro merupakan yang paling menarik karena menjadi “flagship” terbaru yang dihadirkan Xiaomi. Adapun Redmi Note 8 merupakan saudara kecilnya yang ditujukan untuk segmen entry level.


Berhubung Redmi Note 8 Pro menjadi senjata utama Xiaomi, tentunya menarik untuk diketahui sejauh mana performa produk yang satu ini, dan juga dibandingkan dengan kompetitor. Khususnya saat sedang digunakan secara single core misalnya sedang bermain game, ataupun sedang digunakan secara multi-tasking, memanfaatkan seluruh core yang ada.

Berikut ini skor Antutu Redmi Note 8 Pro dan juga beberapa hasil benchmark lain yang kami kutip dari Android Authority:



Melihat hasil pengujian yang didapat oleh Xiaomi Redmi Note 8 Pro, performanya tampak lebih unggul dibandingkan dengan Sony Xperia XZ2 yang berbasis prosesor papan atas Qualcomm Snapdragon 845 ataupun Samsung Galaxy Note 9 dan Galaxy S9+ yang juga menggunakan Snapdragon 845.

Baca juga:

Performa single-core nya hanya sedikit di bawah ROG Phone dan Razer Phone 2. Tak salah kalau Xiaomi berani mengklaim bahwa chipset yang digunakan merupakan chip untuk para gamers.

Meski demikian, untuk performa multi-core, Xiaomi Redmi Note 8 Pro masih sedikit tertinggal dibandingkan dengan smartphone papan atas seperti OnePlus 5T, atau bahkan Xiaomi Pocophone F1. Akan tetapi, kalau diadu head-to-head melawan Nokia 8, Honor 9, dan Galaxy Note 8, performanya tentu jauh lebih baik.


Di Indonesia, Xiaomi Redmi Note 8 Pro telah resmi diluncurkan di harga sebesar Rp3.099.000 untuk varian RAM 6GB dan storage internal 64GB serta Rp3.499.000 untuk varian RAM 6GB dan storage internal 128GB.

Tetapi sabar dulu. Smartphone yang satu ini akan mulai dijual pada tanggal 29 Oktober 2019 pukul 12.00 WIB di Shopee, website mi.com serta Authorized Mi Store dengan harga spesial Rp2.999.000 untuk storage internal 64GB dan Rp3.399.000 untuk storage internal 128GB. Menarik sekali bukan?

Postingan Populer

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...