Langsung ke konten utama

Y7 Pro 2019, Smartphone Huawei Pakai Prosesor Qualcomm

Selama ini Huawei dikenal sebagai produsen smartphone yang menghadirkan perangkat dengan spesifikasi prosesor lain dari yang lain. Tentu saja, semua karena produsen smartphone asal negeri Tiongkok ini sudah punya teknologi mutakhir yang membuat mereka tidak ketergantungan pada produsen prosesor mobile.

Seperti diketahui, smartphone flagship Huawei sampai mainstream mereka menggunakan prosesor HiSilicon Kirin yang tersedia pula dalam berbagai kelas. Mulai dari high performance sampai entry level. Tapi itu tidak berlaku bagi Huawei Y7 Pro 2019.


Smartphone perdana Huawei yang membuka awal tahun 2019 ini memanfaatkan prosesor Qualcomm Snapdragon 450 untuk mengotaki perangkat tersebut. Perangkat yang satu ini memiliki desain yang kekinian dengan kamera dan daya tahan baterai yang menjadi jualan utamanya. Ini terlihat dari tagline “Bigger display, bigger camera, bigger batery” yang diusung.


Huawei mengklaim, perangkat ini membawa beberapa DNA dari fitur smartphone kelas premium yang salah satunya dengan hadirnya layar 6,26 inci beresolusi HD+ dan berteknologi IPS yang memenuhi bagian depan lengkap dengan poni atau notch kecil berbentuk water drop atau dew drop.

Baca juga:

Selain warna Midnight Black, smartphone yang satu ini pun dibekali dengan warna gradasi menarik dengan nama Aurora Blue yang membuatnya terkesan mewah secara kasat mata walaupun bodi belakangnya terbuat dari bahan polikarbonat.

Sebagai gambaran, jika keluarga P dan Mate dicipatakan untuk kelas flagship, seri Y yang merupakan singkatan dari Young, ditujukan untuk pasar kelas menengah dengan harga yang terjangkau.

Dari sektor kamera, Huawei Y7 Pro 2019 mempunyai dua kamera belakang dengan resolusi 13 MP + 2 MP dan LED Flash yang dapat menghasilkan foto bokeh (background blur) dengan mudah. Terutama fitur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang disematkan pada aplikasi kamera bawaannya semakin mempermudah penggunanya dalam menghasilkan foto yang menarik.

Sementara kamera depannya mempunyai resolusi 8 MP dengan fitur AI Make UP sehingga dapat memanjakan penggunanya untuk menciptakan foto selfie atau wefie dengan wajah yang lebih mulus.


Selain kamera, Huawei Y7 Pro 2019 ini memiliki keunggulan pada baterainya yang berkapasitas 4.000mAh dan diklaim mampu bertahan selama 2 hari dalam pemakaian normal. Adapun pengisian daya baterainya sendiri memakan 2,5 jam.

Smartphone ini akan dirilis resmi di Indonesia pada tanggal 17 Januari 2019 sekaligus pre-orer yang dimulai pukul 17.00 WIB. Sementara perangkatnya akan mulai tersedia pada tanggal 25 Januari 2019 pukul 11.00 WIB. Tertarik?

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

CXMT Terapkan Teknologi HKMG pada DRAM, Siap Kejar Samsung dan SK hynix

CXMT semakin agresif mengembangkan teknologi DRAM untuk mengejar produsen memori terkemuka seperti Samsung, SK hynix, dan Micron. Perusahaan memori asal China tersebut diketahui telah menerapkan teknologi High-k Metal Gate (HKMG) pada proses G4 serta produk LPDDR5X. Temuan tersebut berasal dari perusahaan analisis semikonduktor TechInsights dan dilaporkan oleh ZDNET. Penerapan HKMG menjadi langkah penting bagi CXMT karena proses penskalaan DRAM semakin sulit ketika lapisan isolator berbasis silikon dioksida dibuat semakin tipis. Pada skala nanometer, lapisan yang terlalu tipis dapat meningkatkan kebocoran arus. Kondisi tersebut tidak hanya membuang daya, tetapi juga menyulitkan produsen untuk terus mengecilkan ukuran transistor dan sel memori. HKMG Bantu Tekan Kebocoran Arus Teknologi HKMG menggantikan lapisan isolator tradisional berbasis silikon dioksida dengan material high-k, seperti hafnium oxide. Istilah “k” mengacu pada konstanta dielektrik, yang menggambarkan kemampuan suatu ma...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Bidik Gamer hingga Pengguna Rumahan, Acer Hadirkan Aspire G 3D 16 dan Aspire S

Acer memperkenalkan dua solusi komputasi mainstream terbaru untuk gamer, kreator, dan pengguna rumahan melalui konferensi pers global next@Acer di Berlin dalam ajang IFA 2026. Produk yang diperkenalkan mencakup Aspire G 3D 16 serta PC all-in-one (AIO) Aspire S 27 dan Aspire S 24. Aspire G 3D 16 menjadi produk paling menarik karena membawa teknologi 3D tanpa kacamata ke laptop mainstream. Perangkat ini menggunakan layar IPS 16 inci beresolusi hingga 3840 x 2400, refresh rate 120Hz, cakupan warna 100% DCI-P3, serta rasio 16:10. Acer juga mengklaim teknologi tersebut mampu mengubah konten 2D menjadi visual 3D melalui dua kamera pelacak. Dari sisi performa, Aspire G 3D 16 mengandalkan AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan kemampuan hingga 126 TOPS dan GPU Radeon 8060S. Konfigurasinya dapat dipadukan dengan memori LPDDR5x-8000 hingga 128GB serta SSD M.2 hingga 2TB. Laptop ini juga membawa baterai 99,9Wh, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, serta dua port USB 4.0 Type-C. Untuk mendukung pengalaman 3D, Acer memas...

Google Perketat Aturan Aplikasi Android di Tengah Krisis Memori

Google mulai memperketat persyaratan kualitas aplikasi Android di tengah tekanan pasokan memori yang semakin besar. Perusahaan mengumumkan dua aturan baru untuk aplikasi dan game di Google Play, dengan salah satunya berfokus pada pengurangan penggunaan memori serta optimalisasi kode. Dalam pengumumannya, Google menyebut industri perangkat mobile sedang menghadapi keterbatasan pasokan hardware yang turut memengaruhi ketersediaan memori pada perangkat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak paling besar pada smartphone dengan kapasitas RAM lebih rendah. Google kini menetapkan ambang performa baru yang mencakup penggunaan dynamic memory, bitmap memory, serta optimalisasi kode DEX. Tujuannya adalah mencegah aplikasi menggunakan sumber daya secara berlebihan hingga menyebabkan perangkat melambat, mengalami stuttering, atau bahkan menghentikan proses aplikasi. Google Mulai Batasi Penggunaan Memori Aplikasi Salah satu perubahan utama adalah pemantauan penggunaan dynamic memory, yang ...