Langsung ke konten utama

Cara Instalasi Google Camera Tanpa Root

Google Camera merupakan software kamera yang dikembangkan sendiri oleh Google dan ditujukan untuk smartphone besutan mereka, yakni Google Pixel series. Namun demikian, berhubung bagusnya software kamera ini, sejumlah programmer enthusiast yang ahli mengutak-atik dan mendevelop aplikasi Android berupaya menghadirkan software camera tersebut untuk smartphone besutan produsen lain.

Sebut saja Tolyan, fu24, BSG, saneklic, arthure, dan yang paling terkenal adalah Arnova8G2. Para pakar-pakar ini memodifikasi Google Camera app sedemikian rupa agar Google Camera kompatibel dengan smartphone non Google seperti besutan OnePlus, Samsung, Xiaomi dan yang terakhir Asus.


Beberapa waktu lalu, Asus menghadirkan Zenfone Max Pro M1, smartphone dengan sistem operasi Android stock tanpa ZenUI yang punya performa tinggi, baterai raksasa, dan harga yang sangat murah, yakni hanya Rp2,3 jutaan. Satu kelemahan yang dimiliki adalah, berhubung dia bukan ditujukan untuk fotografi, sektor kameranya terasa biasa saja. Apalagi aplikasi Snapdragon Camera yang disertakan pun tidak terlalu wah.


Untuk itu, sejumlah pengguna enthusiast kemudian mencari cara agar Google Camera dapat diinstalasikan di Zenfone Max Pro M1. Cara yang pasti adalah Root. Sayangnya, Rooting merupakan tindakan yang ilegal dan cukup rumit. Tidak semua pengguna, khususnya pengguna awam mampu melakukannya dengan baik.

Baca juga:

Untungnya, kini ada cara agar Google Camera bisa dipasang di Zenfone Max Pro M1 tanpa root. Cukup hanya dengan mengetikkan beberapa perintah saja dari DOS command. Caranya?
  • Download ADB Flash tool di sini: https://androidmtk.com/download-minimal-adb-and-fastboot-tool
  • Ekstrak dan jalankan di PC atau laptop Anda
  • Dari Windows 10, Minimal ADB and Fastboot, pilih More lalu Run as Administrator. Klik Yes pada jendela konfirmasi
  • Matikan Zenfone Max Pro M1 Anda lalu sambungkan ke PC atau laptop tadi lewat kabel USB
  • Nyalakan Zenfone Max Pro sambil terus menekan tombol volume atas agar smartphone masuk ke Fastboot Mode
  • Ketikkan “fastboot devices” (tanpa tanda kutip) lalu tekan enter. Kalau smartphone terdeteksi, SN smartphone tersebut akan ditampilkan oleh Windows
  • Ketikkan “fastboot oem enable_camera_hal3 true” lalu tekan enter
  • Ketikkan “fastboot reboot” lalu tekan enter


Sekarang smartphone Anda sudah bisa diinstalasikan Google Camera. Silakan download Google Camera APK dari URL berikut: https://www.celsoazevedo.com/files/android/google-camera. Saran, pilih versi Arnova8G2-V8.1.apk.


Nah, dengan Google Camera, maka Zenfone Max Pro M1 jadi punya kamera yang cukup superior di kelasnya. Selamat mencoba!

Postingan Populer

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Harddisk Terbesar di Dunia. Western Digital Siapkan HDD 60TB hingga 140TB

Western Digital kembali menegaskan bahwa hard disk drive (HDD) belum mendekati akhir hayatnya. Di tengah dominasi SSD untuk komputasi konsumen, perusahaan ini justru memaparkan peta jalan agresif untuk mendorong kapasitas HDD hingga 60TB dalam waktu dekat, bahkan melampaui 140TB pada dekade 2030-an.  Target ini secara jelas diarahkan untuk menjawab kebutuhan penyimpanan masif dari beban kerja AI dan cloud berskala besar. Dalam pernyataan resminya, Western Digital mengungkapkan bahwa mereka akan mulai memproduksi massal HDD komersial berbasis heat-assisted magnetic recording (HAMR) pada 2026. Generasi awal akan hadir dengan kapasitas 40TB berbasis CMR dan 44TB berbasis SMR, sebelum volume produksinya meningkat pada 2027.  Pendekatan ini menandai transisi penting dari ePMR menuju HAMR sebagai fondasi jangka panjang peningkatan kapasitas. Kunci utama strategi ini terletak pada inovasi laser. Selama ini, industri HDD mengandalkan edge-emitting laser pada teknologi HAMR, namun menu...