Langsung ke konten utama

Spesifikasi Asus ROG G703. Garang!

Awal tahun ini Asus langsung menggebrak dengan notebook monster gaming terbarunya. Terbaru, notebook yang dihadirkan tepat di tanggal 1 Februari lalu adalah ROG G703VI. Spesifikasi Asus ROG G703 ini garang bro!

Pertama, layar 17,3 inci notebook ini memiliki refresh rate 144Hz, dan laptop ini adalah laptop pertama yang mengusung layar 144Hz. Layar IPS level dengan lapisan anti-glare tersebut juga hadir dengan resolusi Full HD.


Untuk mendobrak batas performa, ROG G703 ditunjang oleh salah satu komponen terbaik di kelasnya saat ini. Di balik desainnya garangnya, ia mengusung salah satu prosesor dengan performa terbaik saat ini dan dapat dioverclock yakni, Intel Core i7-7820HK. Prosesor ini dipacu di kecepatan 4,3GHz oleh Asus.


Untuk memori utamanya, ASUS memberikan kapasitas ruang 32GB bertipe DDR4. Kapasitasnya ini pun dapat ditingkatkan hingga 64GB karena terdapat empat slot SO-DIMM di dalamnya. Memori laptop ini performanya dapat ditingkatkan ke angka 2800MHz.

Baca juga:

Konfigurasi hardware yang ditanamkan memungkinkan pengguna memainkan game AAA dengan setting tertinggi. Chassis kokoh yang terinspirasi Bio-Armor juga disiapkan sebagai rumah bagi sistem pendingin yang efisien serta berteknologi Anti-Dust Cooling (ADC) system.

Demi menopang aktivitas gaming, G703 datang dengan kartu grafis Nvidia GTX 1080 8GB GDDR5, memungkinkan laptop untuk menyajikan performa grafis 3D yang mulus dan tajam. Ia pun dapat di-overclock dapat mencapai boost clcok maksimal hingga 1947 MHz.

Dari sektor media penyimpanan, ASUS meningkatkan kenyamanan para pengguna dengan menyematkan dua buah SSD M.2 256GB yang mendukung NVMe dalam konfigurasi RAID 0. ROG G703 juga dilengkapi dengan HDD 1TB 7200rpm yang sanggup menghadirkan loading time alias loading time aplikasi maupun gaming lebih responsif dibandingkan HDD kebanyakan.


Audio juga turut diperhatikan. Dengan output suara 32-bit / 384kHz yang luar biasa, ESS Sabre memberikan sampel rate yang 8x lebih besar dari kualitas CD, untuk pengalaman audio yang lebih kaya dan lebih detail. Untuk meningkatkan kenikmatan Anda Sonic Studio III akan mensimulasikan sinyal surround sound 7.1, sehingga Anda mendapatkan pengalaman 3D-gaming audio yang mendalam dan akurat melalui headphone stereo standar.

Dengan spesifikasi monster yang garang, Asus ROG G703 dijual di harga Rp60,299 juta. Dahsyat!

Postingan Populer

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...