Pembeli kartu grafis di Jerman tampaknya semakin sadar bahwa kapasitas VRAM bukan sekadar angka di lembar spesifikasi. Data penjualan Mindfactory untuk Juli 2026 menunjukkan GPU dengan VRAM 16GB menjadi pilihan yang jauh lebih menarik dibandingkan model 8GB.
Berdasarkan data yang dibagikan TechEpiphany di X, Radeon RX 9070 XT menjadi kartu grafis terlaris di retailer Jerman tersebut sepanjang Juli. GPU AMD itu mencatat penjualan hampir 725 unit dan menyumbang hampir 33 persen dari total penjualan kartu grafis di Mindfactory selama periode tersebut.
Angka tersebut cukup menarik karena RX 9070 XT bukanlah GPU kelas murah. Namun, konsumen tampaknya tetap bersedia membayar lebih untuk kartu grafis yang menawarkan kapasitas VRAM besar dan lebih siap menghadapi kebutuhan game generasi terbaru.
Radeon RX 9060 XT berada di belakang RX 9070 XT dalam daftar penjualan. Salah satu faktor yang membuat kartu grafis ini menarik adalah tersedianya varian dengan VRAM 16GB.
Konsumen tampaknya mulai mempertanyakan relevansi GPU 8GB untuk pembelian baru pada 2026. Harga kartu grafis memang masih menjadi pertimbangan utama, tetapi menghemat uang dengan memilih model berkapasitas memori rendah dapat menjadi keputusan yang kurang menarik jika GPU tersebut lebih cepat menemui batas kemampuan VRAM.
Dari kubu Nvidia, GeForce RTX 5070 menjadi model dengan penjualan paling kuat. RTX 5070 Ti dan RTX 5060 Ti 16GB juga masuk jajaran kartu grafis yang cukup diminati.
Menariknya, RTX 5060 Ti 16GB tetap mampu menarik pembeli meskipun harganya sudah tergolong mahal di sejumlah toko. Tambahan VRAM tampaknya menjadi salah satu alasan konsumen tetap mempertimbangkannya.
GPU 8GB Mulai Kehilangan Daya Tarik
Kondisi berbeda terlihat pada kartu grafis dengan VRAM 8GB. Beberapa model, termasuk bagian dari seri RTX 5060, RTX 5050, dan GPU entry-level lainnya, hanya mencatat penjualan sekitar 20 hingga 25 unit.
Perbedaan tersebut mengindikasikan perubahan perilaku konsumen. Gamer mulai memahami bahwa kapasitas VRAM dapat memengaruhi kemampuan GPU dalam menangani tekstur beresolusi tinggi, game dengan aset besar, serta pengaturan grafis modern.
Dengan semakin beratnya kebutuhan game PC, 8GB VRAM kini mulai terlihat sebagai kapasitas yang terlalu ketat untuk GPU baru. Konsumen yang membeli kartu grafis untuk digunakan selama beberapa tahun tentu memiliki alasan untuk memilih 16GB meskipun harus membayar lebih mahal.
RAMpocalypse Bisa Mengubah Tren
Masalahnya, pilihan 16GB juga datang dengan konsekuensi harga. Industri memori saat ini menghadapi lonjakan harga yang dikenal sebagai “RAMpocalypse”, dan GPU dengan VRAM lebih besar ikut terkena dampaknya karena membutuhkan lebih banyak chip memori.
Kondisi tersebut membuat kartu grafis berkapasitas 16GB semakin mahal. Pada saat yang sama, PC Partner Group memperingatkan bahwa harga GPU murah berpotensi menjadi semakin tidak terjangkau pada paruh kedua 2026.
Kenaikan harga yang mulai terjadi pada Agustus juga belum sepenuhnya tercermin dalam data penjualan Juli. Artinya, angka Mindfactory untuk bulan berikutnya bisa memberikan gambaran berbeda jika konsumen mulai menahan pembelian akibat harga yang semakin tinggi.
Gamer Kini Membayar Lebih untuk Masa Pakai Lebih Panjang
Data Juli pada akhirnya menunjukkan satu tren yang sulit diabaikan: konsumen Jerman lebih memilih membayar mahal untuk VRAM daripada mengambil risiko membeli GPU 8GB yang mungkin lebih cepat mencapai batas kemampuan.
AMD mendapatkan keuntungan besar dari tren tersebut melalui Radeon RX 9070 XT dan jajaran kartu grafis 16GB lainnya. Nvidia tetap memiliki daya tarik kuat, terutama melalui RTX 5070 dan model kelas atas, tetapi persaingan volume penjualan menunjukkan bahwa kapasitas VRAM kini menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan pembelian.
Bagi konsumen, persoalannya bukan lagi sekadar “GPU mana yang paling kencang?”, melainkan “berapa lama GPU ini akan tetap relevan?”. Dan berdasarkan penjualan Mindfactory pada Juli, semakin banyak gamer yang tampaknya memilih 16GB sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.


