MSI mengakui bahwa 2026 menjadi tahun yang berat bagi industri gaming PC dan handheld. Kenaikan harga memori dan SSD memaksa produsen menaikkan harga produk, termasuk perangkat gaming handheld terbaru mereka, MSI Claw 8 EX AI+.
Perangkat tersebut dipasarkan dengan harga antara US$1.599 hingga US$1.699, hampir dua kali lipat dibandingkan Claw 8 AI+ generasi sebelumnya. Lonjakan harga tersebut sempat mengejutkan pasar karena segmen gaming handheld selama ini berkembang berkat harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan laptop gaming.
MSI menjelaskan bahwa Claw 8 EX AI+ memang membawa peningkatan spesifikasi yang signifikan. Perangkat ini menggunakan prosesor Intel Panther Lake dengan Arc G3 Extreme SoC dan GPU terintegrasi Arc B390 yang menawarkan performa jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Namun, peningkatan perangkat keras bukan menjadi satu-satunya penyebab kenaikan harga.

Andy Chu, Product Marketing Lead MSI, mengungkapkan bahwa perusahaan telah berupaya memperoleh pasokan memori dan media penyimpanan dengan harga serendah mungkin. Meski demikian, kelangkaan DRAM dan SSD yang dipicu tingginya permintaan industri AI membuat biaya produksi terus meningkat. Kondisi tersebut tidak hanya dialami MSI, tetapi juga seluruh produsen perangkat komputasi.
Situasi ini mencerminkan perubahan besar di industri teknologi. Jika beberapa tahun lalu harga komponen terus menurun seiring meningkatnya produksi, kini pasar justru menghadapi tekanan akibat kapasitas manufaktur yang semakin banyak dialokasikan untuk kebutuhan AI dan pusat data. Akibatnya, produk konsumen seperti laptop, PC gaming, dan handheld harus bersaing mendapatkan pasokan komponen.
MSI bahkan memperingatkan bahwa 2026 kemungkinan akan menjadi tahun yang sulit bagi para gamer. Perusahaan tidak dapat memastikan apakah harga handheld akan turun dalam waktu dekat. Sebaliknya, MSI menilai kenaikan harga tambahan masih mungkin terjadi apabila kondisi pasokan memori dan penyimpanan belum membaik.
Bagi konsumen, situasi ini menjadi pengingat bahwa era gaming handheld murah mungkin mulai berakhir. Di tengah meningkatnya kebutuhan AI dan melonjaknya harga komponen, perangkat gaming portabel berpotensi berubah menjadi produk premium yang hanya dapat dijangkau sebagian kalangan pengguna.

