Asus dan Xbox akhirnya merilis pembaruan besar untuk lini handheld mereka, termasuk ROG Xbox Ally dan varian lebih tinggi ROG Xbox Ally X. Update ini menargetkan satu kelemahan utama sejak peluncuran: pengalaman yang belum benar-benar plug-and-play layaknya konsol.
Fokus utama pembaruan ini ada pada Docked Mode, skenario penggunaan saat perangkat dihubungkan ke monitor atau TV. Kini, sistem akan otomatis menyesuaikan resolusi ke layar eksternal tanpa perlu konfigurasi manual. Ini terlihat sederhana, tetapi sebelumnya menjadi friction point yang cukup mengganggu bagi pengguna kasual.
Selain itu, perangkat kini bisa langsung mengaktifkan fitur-fitur TV modern seperti Auto Low Latency Mode (ALLM), Game Mode di TV Samsung, serta PC/Game Mode di layar LG dan Vizio. Integrasi ini penting karena mendekatkan pengalaman handheld ke standar konsol rumahan, sesuatu yang sejak awal dijanjikan tapi belum sepenuhnya terealisasi.

Dari sisi kontrol, pairing controller Xbox kini lebih seamless saat Docked Mode aktif. Ada juga fitur baru Gamepad Cursor, yang memungkinkan navigasi UI atau aplikasi non-game tetap nyaman menggunakan kontroler bawaan. Ini menyasar masalah klasik di perangkat hybrid, UI desktop yang tidak ramah gamepad.
Pembaruan lain yang cukup signifikan adalah hadirnya Auto Super Resolution (AutoSR). Teknologi ini meningkatkan kualitas visual secara otomatis dan bahkan bisa berjalan bersamaan dengan fitur upscaling lain di dalam game. Saat ini masih terbatas untuk pengguna Xbox Insider, tetapi potensinya cukup besar, terutama untuk game berat seperti Forza Horizon 5 atau Doom: The Dark Ages.
Meski begitu, arah pembaruan ini juga mengindikasikan sesuatu, perangkat seperti ROG Xbox Ally belum benar-benar matang saat rilis. Asus dan Xbox tampak masih “menyelesaikan” pengalaman yang seharusnya sudah solid sejak hari pertama. Kabar baiknya, update ini bergerak ke arah yang benar.
Ke depan, tantangan terbesarnya bukan lagi performa, tetapi konsistensi pengalaman. Jika handheld PC ingin benar-benar menyaingi konsol, maka kemudahan penggunaan harus jadi standar, bukan fitur tambahan.

