التخطي إلى المحتوى الرئيسي

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan.

Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS. 

Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap?



MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per detik. Kedengarannya solid di atas kertas, tetapi realitas di lapangan sering kali lebih kompleks, terutama ketika menyangkut efisiensi daya, biaya implementasi, dan kebutuhan pendinginan untuk perangkat industri.

Dukungan terhadap ekosistem seperti PyTorch, ONNX, hingga ROS 2 jelas memperlihatkan strategi MediaTek untuk menarik developer. Ini langkah cerdas, karena perang edge AI bukan hanya soal hardware, tetapi juga siapa yang mampu membangun ekosistem paling matang. Meski begitu, kompetisi di segmen ini semakin padat, dan klaim “AI di mana-mana” mulai terdengar seperti jargon yang terlalu sering diulang.

Varian lain seperti Genio 420 dan 360 mencoba menjawab kebutuhan pasar yang lebih sensitif terhadap harga, dengan performa AI yang diturunkan namun tetap mengusung kemampuan generative AI skala kecil. Ini memperlihatkan bahwa MediaTek tidak hanya membidik high-end, tetapi juga ingin mengamankan volume di segmen menengah dan entry-level.

Secara keseluruhan, strategi MediaTek cukup jelas. Mendorong AI keluar dari data center dan menanamkannya di setiap perangkat yang memungkinkan. Ambisi ini menarik, tetapi juga berisiko. Jika adopsi edge AI tidak secepat ekspektasi, maka lini produk seperti Genio bisa menjadi solusi yang terlalu maju untuk pasar yang belum sepenuhnya siap.

المشاركات الشائعة

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...