Nvidia kembali mengguncang industri data center. CEO Nvidia Jensen Huang mengumumkan bahwa Vera CPU akan diluncurkan sebagai produk infrastruktur mandiri, bukan sekadar pendamping GPU. Ini menandai langkah strategis penting.
Untuk pertama kalinya, Nvidia menjual prosesor yang mampu menjalankan full computing stack secara independen. Dengan kata lain, Nvidia secara terbuka masuk ke wilayah yang selama puluhan tahun didominasi AMD dan Intel.
Huang menyebut Vera sebagai prosesor “revolusioner”, dengan mitra awal seperti CoreWeave disebut sudah bersiap melakukan implementasi, bahkan sebelum pengumuman design win resmi. Pernyataan ini menegaskan bahwa Vera bukan eksperimen jangka pendek, melainkan bagian dari rencana besar Nvidia untuk menjadi penyedia silikon menyeluruh bagi AI dan komputasi performa tinggi.

Secara teknis, Vera dirancang agresif. CPU ini mengusung 88 core Armv9.2 Olympus kustom dengan Spatial Multithreading, menghasilkan total 176 thread. Pilihan arsitektur Arm memberi Nvidia fleksibilitas dalam efisiensi daya dan skalabilitas performa, dua faktor krusial di data center modern. Vera juga mengintegrasikan hingga 1,5 TB memori LPDDR5X dengan bandwidth 1,2 TB/detik, menjadikannya ideal untuk beban kerja intensif memori seperti analitik data, simulasi, dan pra-pemrosesan model AI.
Keunggulan utama Vera terletak pada Scalable Coherency Fabric generasi kedua yang mampu menyediakan bandwidth bisection hingga 3,4 TB/detik dalam satu die monolitik. Pendekatan ini menghindari latensi sinkronisasi yang kerap muncul pada desain chiplet pesaing.
Fabrik tersebut terhubung langsung dengan NVLink Chip-to-Chip generasi terbaru, memungkinkan bandwidth koheren hingga 1,8 TB/detik ke GPU Rubin, menciptakan lingkungan CPU-GPU yang benar-benar terpadu.
Dengan dukungan FP8 dan unit vektor SVE2, Vera mampu menangani sebagian beban AI inference langsung di CPU. Ini berpotensi menekan latensi dan konsumsi energi. Bagi Nvidia, Vera bukan sekadar produk baru. Ini adalah titik balik yang menempatkannya sebagai penantang serius bagi AMD EPYC dan Intel Xeon di pasar komputasi umum untuk data center.

