Micron resmi meluncurkan SSD PCIe 6.0 pertama yang diproduksi massal, tetapi perangkat ini jelas tidak ditujukan untuk gamer atau pengguna PC rumahan. Dan seperti sudah diduga, perusahaan tersebut membidik pasar pusat data AI yang saat ini menghadapi lonjakan kebutuhan bandwidth dan kapasitas penyimpanan, dan lebih menawarkan keuntungan tentunya.
Berdasarkan laporan Tom's Hardware, seri Micron 9650 hadir dengan antarmuka PCIe 6.0 x4 dan menawarkan performa hingga 28GB/s untuk pembacaan sekuensial serta 14GB/s untuk penulisan. Angka ini secara teoritis hampir dua kali lipat dibandingkan SSD PCIe 5.0 terbaik saat ini. Micron memposisikan produk ini sebagai solusi untuk menjaga server AI tetap optimal, terutama ketika model dan dataset semakin besar dan kompleks.

Seri 9650 terbagi menjadi dua varian, yakni 9650 Pro dan 9650 Max. Varian Pro tersedia dalam kapasitas hingga 30,72TB, sedangkan Max fokus pada daya tahan lebih tinggi dengan kapasitas maksimal 25,6TB. Keduanya menawarkan performa acak yang serupa, tetapi perbedaan muncul pada beban kerja campuran. Dalam skenario 70/30 read-write, Max mampu mencapai 1.500 KIOPS, lebih tinggi dibandingkan Pro yang berada di kisaran 1.100 KIOPS.
Perbedaan lain terletak pada endurance. Micron mengklaim model Max memiliki ketahanan jauh lebih tinggi, bahkan mencapai 140.160 TBW pada kapasitas 25,6TB. Hal ini penting untuk pusat data, di mana downtime dan keandalan memiliki dampak finansial besar.
Meski performa meningkat signifikan, konsumsi daya masih relatif terkendali di sekitar 25 watt. Namun, Micron tetap menyiapkan opsi pendingin udara dan cairan, karena rack server AI yang padat berpotensi menimbulkan akumulasi panas.
Langkah ini menunjukkan bahwa revolusi PCIe 6.0 akan dimulai dari data center, bukan konsumen. Dengan adopsi platform baru, Micron tampaknya yakin server AI akan menjadi pendorong utama, sementara PC mainstream kemungkinan baru melihat teknologi ini sekitar 2030. Saat teknologinya sudah mulai usang.

