Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.
Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda.
OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya.

Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk meningkatkan warna dan kecerahan. Namun, QLED tetap mengandalkan LED backlight, sehingga bersifat transmissive. Cahaya dari lampu latar harus melewati beberapa lapisan, termasuk LCD, sebelum sampai ke layar. Contoh TV QLED populer antara lain Samsung Neo QLED, TCL QM8, dan model QLED dari Hisense.
Dari sisi kualitas gambar, OLED unggul dalam kontras, uniformitas layar, dan sudut pandang. Gambar OLED tetap konsisten meski dilihat dari samping, tanpa efek blooming atau cahaya bocor. QLED, bahkan dengan teknologi Mini-LED sekalipun, masih berpotensi menampilkan halo di sekitar objek terang pada latar gelap.
Namun, QLED memiliki keunggulan penting: kecerahan. TV QLED umumnya lebih terang dibanding OLED, sehingga lebih cocok untuk ruangan dengan cahaya matahari kuat.
Dalam hal ukuran dan harga, QLED lebih fleksibel. TV QLED tersedia dari ukuran kecil hingga sangat besar dengan harga yang relatif lebih terjangkau. OLED masih mahal, terutama di atas ukuran 77 inci. Kekhawatiran lain pada OLED adalah potensi burn-in, meskipun dalam penggunaan normal risiko ini tergolong kecil.
Kesimpulannya, jika prioritas Anda adalah kualitas gambar terbaik untuk film dan konten sinematik, OLED masih menjadi pilihan unggul. Namun, jika Anda membutuhkan TV besar, sangat terang, dan lebih ramah anggaran, QLED tetap menjadi alternatif yang rasional.
Pilihan terbaik pada akhirnya bergantung pada kebutuhan, lingkungan penggunaan, dan model TV yang dipertimbangkan.

