Langsung ke konten utama

Rekomendasi Laptop 5 Jutaan yang Terasa Premium? Polytron Luxia i3 Jawabannya!

Mencari laptop yang terjangkau namun tetap memenuhi kebutuhan komputasi sehari-hari bisa menjadi tantangan tersendiri. Jika Anda membutuhkan perangkat untuk bekerja, belajar, atau sekadar penggunaan harian, laptop dengan harga sekitar 5 jutaan bisa menjadi pilihan tepat. Di kisaran harga ini, Anda masih dapat menemukan laptop dengan performa memadai, desain yang menarik, dan fitur modern.

Rekomendasi Laptop 5 Jutaan yang Bisa Dipertimbangkan

Di bawah ini merupakan rekomendasi laptop 5 jutaan yang layak Anda pertimbangkan, lengkap dengan spesifikasi dan keunggulannya:

1. Polytron Luxia i3 (PL 14M3I3A G82H)

Polytron Luxia i3 merupakan laptop yang menawarkan kombinasi desain premium dan performa yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Laptop ini dibekali prosesor Intel® Core™ i3-1215U yang mampu menangani multitasking ringan hingga menengah secara lancar. 

Layar 14 inci WUXGA dengan rasio 16:10 dan panel IPS menghadirkan sudut pandang luas serta warna yang akurat, meningkatkan produktivitas. Polytron Luxia i3 hadir dengan bodi metal premium berwarna Obsidian Gray yang elegan dan tangguh. Fitur unggulan termasuk premium metal cover, layar lebar 16:10 IPS, port Type-C full function, RAM 8GB dan penyimpanan SSD 256GB upgradable, serta tambahan aksesoris berupa tas ransel gratis. 

Dengan garansi dan proteksi ADP selama 2 tahun, harga laptop Luxia i3 hanya mulai dari Rp5 jutaan. Polytron Luxia i3 menjadi pilihan ideal bagi Anda yang menginginkan laptop modern, fungsional, dan future-proof.

2. ACER Aspire 3 Slim A314-35-C80W

ACER Aspire 3 Slim menawarkan laptop entry-level yang cocok bagi pengguna dengan kebutuhan ringan hingga menengah. Laptop ini dibekali prosesor Intel® Celeron® N5100 dan sistem operasi Windows 11 Home lengkap dengan Office Home & Student 2021. RAM 4GB DDR4 dapat ditingkatkan melalui slot SODIMM, sedangkan penyimpanan SSD 256GB menjamin akses data yang cepat. 

Layar 14 inci HD dengan resolusi 1366 x 768 dan teknologi Acer ComfyView™ membuat pengalaman menonton lebih nyaman tanpa menyiksa mata, didukung fitur Bluelight Shield Technology. Dengan harga mulai dari Rp 5.2 juta, ACER Aspire 3 Slim menjadi pilihan tepat bagi Anda yang mencari laptop ringan, praktis, dan hemat energi.

3. AXIOO Hype 5 G12

AXIOO Hype 5 G12 menargetkan pengguna yang membutuhkan laptop dengan performa lebih tinggi di kisaran harga terjangkau. Laptop ini menggunakan prosesor Intel® Core™ i5-1235U dengan kecepatan hingga 4.4 GHz saat Turbo, dipadukan dengan Intel® Iris® Xe Graphics untuk grafis yang lebih baik. 

RAM 8GB DDR4 mendukung konfigurasi dual channel hingga 16GB, sedangkan penyimpanan SSD 512GB M.2 NVMe Gen4 memberikan kapasitas besar dan performa tinggi. Layar 14 inci Full HD IPS dengan engsel 180 derajat memudahkan presentasi dan fleksibilitas penggunaan. 

AXIOO Hype 5 G12 menjalankan Windows 11 Pro, memberikan fitur tambahan untuk produktivitas dan keamanan. Laptop ini dibanderol mulai dari Rp 5.5 juta, cocok bagi Anda yang ingin laptop bertenaga namun tetap dalam budget terjangkau.

4. ASUS Vivobook Go 14 (E1404G)

ASUS Vivobook Go 14 menonjol dengan desain fleksibel dan daya tahan yang baik. Laptop ini mendukung prosesor hingga Intel® Core™ i3-N305 dengan RAM hingga 8GB DDR4 3200 MHz dan penyimpanan SSD hingga 512GB. 

Layar 14 inci Full HD NanoEdge memberikan tampilan yang jelas dengan engsel 180 derajat untuk kemudahan berbagi layar. Selain itu, Vivobook Go 14 memiliki ketahanan standar militer dan fitur opsional ASUS NumberPad 2.0 yang menambah kenyamanan bagi pengguna yang sering bekerja dengan angka. 

Sistem operasi Windows 11 Home sudah terpasang, dan ASUS merekomendasikan versi Pro untuk penggunaan bisnis. Dengan harga mulai dari Rp 5.9 juta, Vivobook Go 14 menawarkan keseimbangan antara daya tahan, performa, dan desain modern.

Jika Anda sedang mencari laptop 5 jutaan, Polytron Luxia i3 menjadi pilihan unggulan dengan desain premium, performa solid, dan layar yang nyaman. Polytron dan laptop lainnya menawarkan pengguna yang membutuhkan perangkat ringan dan hemat energi untuk tugas harian. Performa tinggi juga bisa Anda harapkan dari ke-empat laptop di atas meskipun harganya terjangkau. 

Beberapa pilihan laptop di atas juga ideal bagi yang sering multitasking atau mengerjakan proyek ringan. Pilihan laptop terbaik tergantung pada prioritas dan preferensi spesifikasi serta fitur yang sesuai kebutuhan!

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hape Layar Sentuh Sudah Mentok. Keyboard Qwerty Hidup Kembali?

Ponsel dengan keyboard fisik QWERTY tampaknya belum sepenuhnya punah. Setelah hampir dua dekade didominasi layar sentuh kapasitif ala iPhone, tanda-tanda kebangkitan perangkat dengan tombol fisik mulai kembali terlihat, menantang arus utama desain smartphone modern yang sejak lama dianggap final. Sejak Apple memperkenalkan iPhone dan menyingkirkan keyboard fisik dari peta industri, pengguna dipaksa beradaptasi dengan papan ketik virtual. Meski semakin canggih, keyboard layar sentuh tetap memiliki keterbatasan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan kecepatan dan presisi mengetik.  Tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir muncul komunitas yang memodifikasi BlackBerry lawas dengan spesifikasi lebih modern, mulai dari prosesor lebih cepat, RAM lebih besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga port USB-C. Fenomena ini tidak hanya didorong nostalgia, tetapi juga kekecewaan terhadap pengalaman mengetik di layar sentuh. Di CES 2026, sinyal kebangkitan QWERTY semakin jelas. C...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...

Harga RAM Naik, Jual Konverter SODIMM to DIMM Laris Manis

Lonjakan harga memori desktop dalam setahun terakhir mendorong sebagian gamer mencari solusi alternatif yang lebih ekonomis. Salah satu pendekatan yang mulai dilirik adalah memanfaatkan memori laptop berjenis SODIMM dengan bantuan adaptor SODIMM-to-DIMM, sehingga modul memori tersebut dapat digunakan pada sistem PC desktop. Menurut analisis 3DCenter.org, adaptor SODIMM-to-DIMM relatif murah dan mudah ditemukan di pasaran. Ketika dikombinasikan dengan memori SODIMM yang kenaikan harganya lebih moderat, pendekatan ini menjadi masuk akal secara finansial. Dalam periode satu tahun terakhir, harga memori SODIMM rata-rata naik sekitar 136 persen, jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga memori desktop DIMM yang mencapai 245 persen. Kondisi ini membuat pembelian memori laptop terlihat lebih rasional bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade atau merakit PC baru dengan anggaran terbatas. Dari sisi harga, selisihnya cukup signifikan. Modul DDR5-4800 SODIMM berkapasitas 16 GB saat ini dib...