Langsung ke konten utama

Nvidia Bikin GeForce RTX 5090 Khusus untuk China

Nvidia bersiap meluncurkan GPU GeForce RTX 5090D, anggota terbaru dari lini "D-Series" yang dirancang khusus untuk pasar Tiongkok. Produk ini menjadi penerus GeForce RTX 4090D yang sukses besar meskipun memiliki spesifikasi yang lebih rendah dibandingkan versi aslinya.

Seperti diketahui, "D-Series" adalah varian GPU Nvidia yang telah disesuaikan untuk memenuhi aturan pembatasan ekspor dari Amerika Serikat. GPU ini memiliki performa yang lebih rendah karena jumlah inti yang dikurangi dan beberapa fitur dihilangkan. Meskipun demikian, GeForce RTX 4090D berhasil menarik minat konsumen di Tiongkok, bahkan sempat habis di beberapa pengecer.

Kini, Nvidia memperkenalkan GeForce RTX 5090D sebagai penerusnya. Berdasarkan bocoran dari MEGAsizeGPU, logo untuk flagship GPU terbaru yang sesuai dengan aturan di Tiongkok telah muncul secara online. GPU ini diperkirakan akan diluncurkan pada awal 2025, bertepatan dengan CES 2025 dan menyusul perilisan varian "non-D".



Meskipun spesifikasi lengkap GeForce RTX 5090D masih dirahasiakan, spekulasi menyebutkan Nvidia akan tetap menjaga Total Processing Power (TPP) di bawah 4800 untuk mematuhi batasan yang berlaku. Nvidia diperkirakan akan memanfaatkan pembaruan arsitektur untuk meningkatkan kinerja meskipun daya komputasinya dibatasi.

Namun, rencana Nvidia menghadapi tantangan besar. Kebijakan pembatasan dari pemerintah Amerika Serikat dapat berubah sewaktu-waktu, berpotensi memaksa perusahaan ini untuk merevisi strategi bisnisnya. Hal ini akan memengaruhi pasokan dan rantai produksi Nvidia, terutama untuk produk-produk yang dipasarkan di Tiongkok.

Keberhasilan GeForce RTX 4090D sebelumnya memberikan harapan bagi Nvidia. Produk tersebut diluncurkan pada awal Tahun Baru Imlek tahun lalu dan berhasil membangun reputasi yang baik di pasar. Dengan hadirnya GeForce RTX 5090D, Nvidia tampaknya optimistis dapat melanjutkan momentum tersebut, meskipun tetap harus berhati-hati terhadap potensi perubahan kebijakan internasional.

Keputusan Nvidia untuk terus mengembangkan lini "D-Series" menunjukkan fleksibilitasnya dalam menghadapi tantangan geopolitik dan pembatasan teknologi. Namun, apakah strategi ini akan bertahan jika pembatasan semakin ketat? Pertanyaan ini akan menjadi kunci bagi masa depan Nvidia di pasar Tiongkok.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Nvidia Update Driver. Atasi Bug dan Dukung DLSS di Game Baru

Nvidia kembali merilis hotfix driver GeForce 596.02, hanya berselang singkat dari driver 595.97 WHQL yang justru memicu masalah stuttering. Langkah ini menunjukkan pola yang makin sering terjadi yakni pembaruan cepat untuk menambal bug yang muncul dari update sebelumnya. Reaktif, tapi sekaligus menandakan kualitas rilis yang kurang matang. Secara resmi, bug stuttering disebut hanya berdampak pada Arknights: Endfield. Namun fakta bahwa Nvidia merasa perlu merilis hotfix khusus mengindikasikan dampaknya lebih luas atau cukup mengganggu pengalaman bermain.  Seperti biasa, Nvidia menyebut driver hotfix hanya opsional. Artinya, pengguna di luar game tersebut mungkin lebih baik menahan diri daripada ikut terseret siklus update yang belum stabil. Di sisi lain, driver sebelumnya tetap membawa nilai penting, termasuk dukungan untuk Crimson Desert dan Death Stranding 2: On the Beach. Namun ironi muncul ketika perbaikan bug justru membuka masalah baru. Ini menjadi kritik lama terhadap ekosist...

IBM dan Arm Kolaborasi Bangun Hardware AI, Fleksibel atau Sekadar Strategi Baru?

IBM dan Arm resmi mengumumkan kolaborasi strategis untuk mengembangkan platform hardware dual-architecture. Rencana tersebut merupakan sebuah langkah yang diklaim akan menjawab kebutuhan baru enterprise di era AI.  Di atas kertas, ini terdengar seperti evolusi logis, menggabungkan kekuatan sistem enterprise IBM dengan efisiensi arsitektur Arm. Namun di balik jargon “fleksibilitas” dan “ekosistem terbuka”, ada dinamika industri yang lebih kompleks. IBM mendorong narasi integrasi end-to-end dari silikon hingga software dengan mengandalkan platform seperti Telum II dan Spyre Accelerator untuk membawa AI dari sekadar eksperimen ke operasi bisnis inti. Sementara itu, Arm menawarkan proposisi yang lebih “netral” yakni efisiensi daya, skalabilitas, dan ekosistem software luas yang selama ini menjadi daya tarik utamanya di data center modern. Kolaborasi ini pada dasarnya mencoba menjembatani dua dunia yang sebelumnya berjalan paralel yakni sistem enterprise yang konservatif dan ekosistem A...

2026, Kelelahan Digital Mulai Terasa. Pengguna Media Sosial Turun

Aktivitas media sosial di Inggris mulai menunjukkan gejala “kelelahan digital”. Laporan terbaru dari Ofcom mengungkap penurunan tajam dalam partisipasi aktif pengguna, sekaligus meningkatnya kehati-hatian dalam berinteraksi online. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa relasi manusia dengan platform digital mulai berubah secara fundamental. Secara angka, persepsi positif terhadap internet ikut terkoreksi. Hanya 59% responden yang masih merasa manfaat online lebih besar daripada risikonya, turun drastis dari 72% tahun lalu. Meski penetrasi tetap tinggi, 9 dari 10 pengguna dewasa masih aktif di platform seperti WhatsApp, cara mereka menggunakan media sosial kini jauh lebih pasif. Perubahan paling mencolok ada pada perilaku berbagi. Hanya sekitar separuh pengguna yang masih aktif memposting, berkomentar, atau berbagi konten, turun dari 61% pada 2024. Bahkan eksplorasi situs baru ikut menurun signifikan. Ini menunjukkan internet tidak lagi menjadi ruang eksplorasi bebas, melainkan lingkungan y...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...