Langsung ke konten utama

Tantang Intel, AMD Perkenalkan Prosesor Ryzen AI 7 Pro 160 dengan Zen 5

AMD telah mengumumkan dua prosesor Ryzen AI 9 HX 300 berbasis Zen 5 untuk perangkat mobile, dan kini mereka memperluas jajaran produknya dengan memperkenalkan Ryzen AI 7 Pro 160. Ditemukan di Geekbench oleh Benchleaks, prosesor ini adalah CPU non-Ryzen 9 pertama dari seri AI yang akan datang.

Ryzen AI 7 Pro 160 dilengkapi delapan inti dalam dua cluster: satu cluster dengan tiga inti Zen 5 dan satu lagi dengan lima inti Zen 5c yang lebih efisien daya. CPU ini juga dibekali grafis terintegrasi Radeon 870M berbasis RDNA 3.5. Keputusan AMD untuk menambahkan nomenklatur 'Pro' menunjukkan bahwa mereka akan merilis varian profesional/bisnis dari seri AI 300.



Satu aspek yang menarik perhatian adalah kapasitas cache L3 yang hanya 8MB, jauh lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya yang memiliki 16MB. Meski demikian, performa prosesor ini tetap kompetitif. Hasil benchmark Geekbench menunjukkan skor 2.514 untuk single-core dan 11.772 untuk multi-core, sedikit mengungguli Ryzen 9 8945HS dengan keunggulan 5% dan 1% masing-masing.

Hasil benchmark ini menunjukkan bahwa Ryzen AI 7 Pro 160 dapat memberikan performa yang hampir setara dengan prosesor Ryzen 9 generasi sebelumnya. Pengguna dapat mengharapkan performa setara Ryzen 9 dengan memilih bagian Ryzen AI 300 Ryzen 7 saat dirilis nanti.

Dibandingkan dengan prosesor Intel, Ryzen AI 7 Pro 160 mengungguli Intel Core Ultra 9 185H, namun masih kalah dari prosesor mobile Intel yang lebih bertenaga seperti Core i5-14500HX dan Core i7-14700H dari Raptor Lake Refresh. Namun, prosesor AMD Zen 5 ini lebih efisien daya, membuatnya lebih cocok untuk laptop tipis dan ringan, dibandingkan dengan laptop gaming berperforma tinggi yang ditargetkan oleh Raptor Lake Refresh.

AMD diharapkan untuk merilis Ryzen AI 7 Pro 160 dengan skema penamaan resmi seri 300 yang berubah tepat sebelum Computex 2024. Selain itu, AMD juga akan meluncurkan varian Ryzen 7, Ryzen 5, dan Ryzen 3 untuk memperluas pilihan prosesor Zen 5 bagi konsumen di berbagai segmen pasar dalam waktu dekat.

Postingan Populer

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Ikut Australia, Perancis Larang Ponsel di Sekolah

Mengikuti langkah Australia, Prancis bergerak tegas membatasi akses anak terhadap teknologi digital. Majelis Nasional Prancis resmi menyetujui rancangan undang-undang yang melarang anak di bawah usia 15 tahun mengakses media sosial, sekaligus memberlakukan larangan total penggunaan ponsel di sekolah menengah atas.  RUU tersebut kini menunggu pembahasan di Senat sebelum ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Emmanuel Macron. Rancangan ini disahkan lewat pemungutan suara 130 banding 21, sebuah konsensus langka di tengah parlemen Prancis yang biasanya terpolarisasi. Mayoritas anggota parlemen lintas partai sepakat bahwa pembatasan ini diperlukan untuk melindungi anak dari perundungan siber, kecanduan digital, serta paparan konten yang tidak sesuai usia. Presiden Macron, yang secara aktif mendorong regulasi ini, menyebut keputusan tersebut sebagai “langkah besar” demi kesehatan mental dan keselamatan anak-anak Prancis. Dalam pernyataannya di televisi nasional, Macron menega...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...