Langsung ke konten utama

Aplikasi AI Voice Generator Untuk Ganti Voice Over Video

 Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan salah satu aplikasi menarik dari AI adalah voice generator. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat suara sintetis yang terdengar alami, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti narasi video, pembuatan konten, atau hanya sekadar hiburan. Berikut ini adalah lima aplikasi AI voice generator terbaik yang tersedia untuk perangkat Android.


Voice Aloud Reader
Developer : Hypersonic Technology
Rate :4,5
Jumlah Download : 10juta+

Voice Aloud Reader adalah aplikasi yang mampu membaca teks dari berbagai sumber seperti artikel web, email, dokumen, dan eBook. Aplikasi ini mendukung berbagai format teks seperti PDF, DOC, DOCX, RTF, dan lain-lain. Dengan menggunakan teknologi Text-to-Speech (TTS), Voice Aloud Reader bisa mengubah teks menjadi suara dengan berbagai pilihan bahasa termasuk bahasa Indonesia.
Fitur Utama:
- Mendukung berbagai format teks
- Pilihan suara dan bahasa yang beragam
- Antarmuka yang mudah digunakan
- Penyesuaian kecepatan dan intonasi suara

Narrator's Voice
Developer : Escolha Technologia
Rate : 4,0
Jumlah Download : 10juta+

Narrator's Voice adalah aplikasi populer yang memungkinkan pengguna untuk mengonversi teks menjadi suara dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Aplikasi ini sering digunakan untuk membuat voice over untuk video YouTube, presentasi, atau keperluan pribadi lainnya. Narrator's Voice juga memungkinkan pengguna untuk menambahkan efek suara dan menyimpan hasilnya dalam format audio atau video.
Fitur Utama:
- Mendukung berbagai bahasa dan suara
- Penambahan efek suara
- Ekspor hasil dalam format audio atau video
- Antarmuka pengguna yang intuitif
 

Speechify Teks ke Audio Ucapan
Developer : Dyslexia Reading
Rate : 4,7
Jumlah Download : 1juta+

Speech Central adalah aplikasi voice over yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan konten dari berbagai sumber seperti artikel web, dokumen, email, dan berita. Aplikasi ini menggunakan teknologi TTS yang mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Speech Central juga menawarkan fitur-fitur seperti bookmark, pengaturan kecepatan suara, dan integrasi dengan layanan cloud.
Fitur Utama:
- Mendukung berbagai sumber konten
- Penyesuaian kecepatan dan intonasi suara
- Integrasi dengan layanan cloud
- Antarmuka pengguna yang ramah

Text to Speech(TTS)
Developer : STCodesApp
Rate : 4,8
Jumlah Download : 1juta+

TTS adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengonversi teks menjadi suara dengan mudah. Aplikasi ini mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dan memiliki fitur-fitur seperti penjelajah web built-in untuk membaca artikel langsung, clipboard manager, dan pengaturan suara yang dapat disesuaikan. TTS cocok untuk pengguna yang sering membaca artikel atau dokumen panjang dan ingin mendengarkannya.
Fitur Utama:
- Penjelajah web built-in
- Clipboard manager untuk teks
- Penyesuaian suara yang fleksibel
- Dukungan berbagai bahasa

Voice AI: Pengubah Suara
Developer: Leon Fiedler Enterprices LLC
Rate : 4,2
Jumlah Download : 1Juta+

Voice AI adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk menghasilkan suara AI dengan kualitas tinggi. Aplikasi ini menawarkan berbagai suara yang dapat dipilih, mulai dari suara pria dan wanita hingga karakter fiksi. Pengguna dapat mengetik teks atau menggunakan suara sendiri yang kemudian bisa diubah dan dimodifikasi untuk . Voice AI juga mendukung berbagai bahasa, sehingga cocok untuk pengguna dari berbagai negara. Aplikasi ini sering digunakan untuk pembuatan konten di media sosial, video YouTube, dan podcast.
Fitur Utama:
- Berbagai pilihan suara, ada juga suara artis terkenal
- Mendukung banyak bahasa
- Antarmuka pengguna yang intuitif
- Pengeditan suara real-time
Aplikasi ini tersedia di Android

Postingan Populer

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Harddisk Terbesar di Dunia. Western Digital Siapkan HDD 60TB hingga 140TB

Western Digital kembali menegaskan bahwa hard disk drive (HDD) belum mendekati akhir hayatnya. Di tengah dominasi SSD untuk komputasi konsumen, perusahaan ini justru memaparkan peta jalan agresif untuk mendorong kapasitas HDD hingga 60TB dalam waktu dekat, bahkan melampaui 140TB pada dekade 2030-an.  Target ini secara jelas diarahkan untuk menjawab kebutuhan penyimpanan masif dari beban kerja AI dan cloud berskala besar. Dalam pernyataan resminya, Western Digital mengungkapkan bahwa mereka akan mulai memproduksi massal HDD komersial berbasis heat-assisted magnetic recording (HAMR) pada 2026. Generasi awal akan hadir dengan kapasitas 40TB berbasis CMR dan 44TB berbasis SMR, sebelum volume produksinya meningkat pada 2027.  Pendekatan ini menandai transisi penting dari ePMR menuju HAMR sebagai fondasi jangka panjang peningkatan kapasitas. Kunci utama strategi ini terletak pada inovasi laser. Selama ini, industri HDD mengandalkan edge-emitting laser pada teknologi HAMR, namun menu...