Langsung ke konten utama

Harga Bitcoin Hari Ini Naik Lagi. Tembus 35 Ribu Dolar AS

Harga Bitcoin hari ini terus mengalami penguatan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh ekspektasi tinggi dari para investor terhadap permintaan baru untuk kripto terbesar di dunia ini, terutama berdasarkan sentimen peluncuran exchange-traded funds (ETF) yang diperdagangkan di Bursa AS.

Pada Selasa, 24 Oktober ini, Bloomberg melaporkan bahwa harga Bitcoin telah mengalami lonjakan sebanyak 11,5% sehingga melampaui angka US$35.000, dan saat berita ini ditulis, diperdagangkan pada level US$34.580.

Sebagai gambaran, sejak awal tahun ini, Bitcoin telah mengalami rebound yang mencapai 109% dari penurunan nilainya sebagai aset digital pada tahun 2022.

Kenaikan harga Bitcoin saat ini didorong oleh ekspektasi persetujuan ETF Bitcoin spot AS pertama dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini telah memicu semangat spekulatif di antara para investor terhadap Bitcoin. 



Sejumlah perusahaan besar seperti BlackRock Inc. dan Fidelity Investments telah berlomba-lomba untuk menawarkan produk ETF Bitcoin. Dengan meningkatnya harga aset kripto ini, ETF diharapkan akan memperluas adopsi mata uang kripto.

Senin kemarin, pengadilan banding federal AS telah meresmikan kemenangan Grayscale Investments LLC dalam upayanya untuk menciptakan ETF Bitcoin spot, meskipun terdapat keberatan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Sejauh ini, SEC telah menolak izin ETF untuk berinvestasi langsung di Bitcoin dengan alasan risiko seperti penipuan dan manipulasi di pasar kripto yang mendasarinya. Namun, putusan pengadilan tersebut dan permohonan dari para raksasa investasi telah memicu spekulasi bahwa SEC mungkin akan mengubah pandangannya.

Analis dari Bloomberg Intelligence ETF, Eric Balchunas, melalui Twitter mengungkapkan bahwa iShares Bitcoin Trust telah terdaftar di Depository Trust and Clearing Corp. (DTCC) dengan kode IBTC. BlackRock, yang merupakan salah satu manajer aset terbesar di dunia, menjalankan bisnis iShares. DTCC sendiri merupakan perusahaan yang berperan dalam kliring dan penyelesaian transaksi di pasar AS.

Meskipun ini belum merupakan persetujuan resmi, langkah ini menunjukkan bahwa berbagai tahapan untuk meluncurkan ETF sedang dikejar. Biasanya, penambahan ticker seperti ini terjadi menjelang peluncuran ETF.

Kenaikan harga Bitcoin tidak hanya terjadi saat ini. Pada awal minggu lalu, Bitcoin melonjak sebanyak 10% dalam sehari karena sentimen yang berkaitan dengan ETF. Pada saat itu, laporan yang salah menyebutkan bahwa BlackRock telah memenangkan persetujuan untuk meluncurkan dana ETF menyebabkan lonjakan harga tersebut.

Namun, setelah kesalahan berita tersebut terungkap, reli harga Bitcoin mereda. Kripto terbesar kedua, harga Ether, juga mengalami kenaikan sebesar 7% hingga melampaui angka US$1.800 pada Selasa. Koin-koin kripto lainnya seperti BNB, XRP, dan Dogecoin juga mencatatkan kenaikan harga.

Baca juga:


Sebagai informasi, SEC telah meningkatkan tindakan pengawasannya terhadap kripto setelah pasar kripto mengalami penurunan pada tahun sebelumnya dan beberapa insiden seperti kebangkrutan bursa FTX. Salah satu pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, bahkan diadili karena kasus penipuan. Meskipun demikian, para analis dari Bloomberg Intelligence, Elliott Stein dan James Seyffart, berpendapat bahwa persetujuan ETF Bitcoin spot nampaknya tidak bisa dihindari, dan beberapa produk ETF akan mendapatkan lampu hijau, meskipun waktu pastinya masih belum jelas.

Harga Bitcoin saat ini masih di bawah puncaknya pada tahun 2021 yang mencapai hampir US$69.000. Tekanan yang berasal dari kenaikan suku bunga yang mengurangi minat investor terhadap aset berisiko adalah salah satu faktor yang mempengaruhi harga Bitcoin.

Korelasi Bitcoin dengan aset seperti saham, obligasi, dan emas telah melemah akhir-akhir ini, sehingga muncul pertanyaan apakah investor arus utama telah mulai melupakan Bitcoin.

Justin d’Anethan, kepala pengembangan bisnis Asia Pasifik aplikasi kripto Keyrock, mengatakan bahwa likuiditas saat ini lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, namun masih jauh dari tingkat euforia yang terjadi pada tahun 2020-2021.

Postingan Populer

Qualcomm Resmi Rilis Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Tinggalkan Nama "Pro"

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sekaligus meninggalkan label "Pro" yang biasa disematkan pada varian tertinggi chipset-nya. Kedua chipset diproduksi menggunakan proses litografi 2nm milik TSMC dan dibekali sederet peningkatan signifikan. Pada klaster CPU, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengusung dua core Prime custom Oryon berkecepatan 5,00GHz dan enam core Performance hingga 4,00GHz, didukung 16MB Oryon Flex Cache. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip ini menghadirkan peningkatan performa CPU 13 persen dengan efisiensi daya 37 persen lebih baik, serta lonjakan performa GPU 44 persen dengan efisiensi 40 persen lebih baik. Di sisi NPU, performa meningkat 35 persen dengan efisiensi AI per-watt 33 persen lebih baik. Hexagon NPU dirombak dengan Element Accelerator baru, dilengkapi Hexagon Direct Link serta Micro Tile Inferencing. Kapasitas memori bersama yang 50 persen lebih besar memungkinkan chip ini menjalan...

Apple Klaim Perangkatnya Kini Mampu Jalankan Model AI Raksasa Secara Lokal

Apple mengungkap bahwa memori yang lebih cepat serta dua unit Neural Engine pada perangkat terbarunya secara signifikan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa bergantung pada layanan cloud. Dalam sebuah slide presentasi bertema "Enabling a Full Range of Local AI Inference," Apple memetakan kemampuan lini produknya, mulai dari iPhone dan iPad hingga Mac Studio, berdasarkan kapasitas memori, bandwidth, dan jumlah parameter aktif model AI yang bisa dijalankan.  iPhone dan iPad dengan 16GB unified memory disebut mampu menjalankan model dengan 14 miliar parameter aktif, meski bandwidth memori yang diklaim Apple, 76GB/s, sudah dilampaui chip A20 Pro yang mencapai 115,2GB/s. MacBook Air dan Mac mini, dengan memori hingga 64GB dan bandwidth hingga 307GB/s, sanggup menjalankan model hingga 70 miliar parameter. MacBook Pro kelas atas berbekal 128GB unified memory dapat menangani model 120 miliar parameter, setara laptop RTX Spark dengan kapasita...

Core i9-14900K Kembali Bermasalah, Pengguna Klaim Sudah Ganti CPU Empat Kali

Masalah stabilitas yang menghantui prosesor Intel Core i9-14900K tampaknya belum sepenuhnya berakhir. Meski Intel telah merilis pembaruan microcode melalui BIOS untuk mengatasi persoalan degradasi dan ketidakstabilan pada prosesor generasi ke-13 dan ke-14, seorang pengguna Reddit mengklaim telah mengganti Core i9-14900K miliknya hingga tiga kali dan kini menghadapi gejala serupa pada unit pengganti keempat. Pengguna dengan akun u/unvac tersebut menjalankan sistem dengan konfigurasi kelas atas, termasuk GeForce RTX 5090 dan RAM DDR5-6000 CL28 berkapasitas 64GB. Ia juga mengaku telah memperbarui BIOS motherboard serta menggunakan pengaturan default Intel, termasuk menonaktifkan opsi “Enforce All Limits”.  Sayangnya, sistem kembali mengalami Blue Screen of Death (BSOD) dengan kode 0xC0000005, salah satu error yang sebelumnya dikaitkan dengan masalah stabilitas CPU Intel generasi tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena BIOS dan microcode terbaru seharusnya membantu mengurangi ri...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...