Langsung ke konten utama

Bagaimana Artificial Intelligent ChatGPT Bekerja?

ChatGPT akhir-akhir ini menjadi fenomenal. Layanan ChatGPT pun seringkali disangkut-pautkan dengan teknologi AI atau Artifcial Intelligence. Nah, apa sih sebenarnya ChatGPT ini? Dan bagaimana fungsi serta cara kerjanya?

ChatGTP ini merupakan model bahasa natural GPT-3 yang merupakan model yang dibuat OpenAI yang canggih. Ia memiliki 175 miliar parameter yang dilatih pada data bahasa manusia yang datanya sangat besar dan beragam.


Pembuatannnya ini berfokus pada pengembangan teknologi AI dan pemecahan masalah AI itu sendiri. Model tersebut didesain untuk dapat menghasilkan teks dan kalimat yang mirip dengan bahasa manusia dan dapat digunakan untuk membuat berbagai aplikasi. Contohnya membuat chatbot, penerjemah bahasa, penulisan konten dan sebagainya.

Lalu, siapa yang membuat ChatGPT?


OpenAI merupakan perusahaan pembuat ChatGPT. Selain itu ada juga AI dan research company lain. Chat GPT sendiri dirilis pertamakali pada tanggal 30 November 2022 lalu. 

Sebelumnya, OpenAI telah berhasil membuat DALLE.2 yang merupakan AI Art generator yang bisa membuah hasil lukisan buatan AI. Mereka juga sukses membuat Whisper, yang merupakan sistem pengenalan suara otomatis.

Lalu, bagaimana cara kerja ChatGPT?

ChatGPT ini sumbernya adalah GPT-3 yang merupakan teknologi transformer yang dikembangkan pada tahun 2012 oleh Google. Transformer ini akan memproses data yang berjumlah besar dan mengekstraknya agar informasi penting dari suatu objek akan menjadi output-nya.

Output-nya ini dapat digunakan dalam berbagai macam apikasi dan memerlukan input dalam bentuk teks dan bahasa alami. GPT-3 kemudian akan menghasilkan output yang lebih realistis dan seperti bahasa yang digunakan manusia.

Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana cara mengakses ChatGPT?


Baca juga:


Untuk mengakses ChatGPT Anda hanya perlu pergi ke halaman chat.openai.com dan buatlah akun OpenAI. Setelah Anda berhasil membuat akun OpenAI, Anda akan bisa menggunakan ChatGPT dengan chat program tersebut. Nah di sini Anda hanya perlu bertanya untuk melakukannya. 

Untuk saat ini, ChatGPT dibuka untuk umum dan dapat digunakan secara gratis karena saat ini ChatGPT masih dalam tahap penelitian dan pengoleksian feedback. Meskipun demikian, ada juga layanan yang udah berbayar dan dinamakan ChatGPT Plus.

Meskipun ChatGPT ini dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, ChatGPT tetaplah alat. Kita sebagai manusia yang memiliki kreativitas sebaiknya tidak terlalu ketergantungan terhadap suatu alat. 

Selain itu ChatGPT juga meskipun dapat menulis jawaban yang ditanyakan dengan baik, masih banyak informasi yang belum pas karena penggunanya belum konsisten dalam menggunakan perangkat AI ini.


Bagaimana guys, tertarik untuk mencoba teknologi artificial intelligent ChatGPT? Atau malah sudah punya akunnya?

Postingan Populer

Kelebihan Realme C85 Pro. Baterai Badak Harga Rp3 Juta Saja!

Realme kembali meramaikan segmen menengah lewat peluncuran Realme C85 Pro. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena menawarkan kombinasi yang tidak biasa di kelas Rp3 jutaan, baterai jumbo 7.000 mAh, sertifikasi ketahanan tinggi, serta spesifikasi yang difokuskan untuk penggunaan intensif, terutama di luar ruangan. Secara positioning, Realme secara terang menargetkan pengguna lapangan. Mulai dari pekerja konstruksi hingga teknisi yang membutuhkan smartphone tangguh dan tahan lama. Sertifikasi IP69 Pro dan klaim standar militer menunjukkan pendekatan tersebut bukan sekadar gimmick. Namun, di titik ini, validasi penggunaan nyata tetap krusial untuk memastikan apakah proteksi tersebut benar-benar konsisten di kondisi ekstrem. Di sektor layar, Realme C85 Pro membawa panel AMOLED 6,8 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.000 nits. Secara teknis, ini menjadi salah satu nilai jual utama, terutama untuk visibilitas di bawah sinar matahari langsung. Kombinasi...

Axioo Pongo Versi AMD Resmi Beredar di Indonesia

Axioo resmi meluncurkan lini terbaru Axioo Pongo AMD Series yang terdiri dari Axioo Pongo 755 AMD dan Axioo Pongo 765 AMD. Dibanderol mulai Rp19 jutaan, seri ini menyasar gamer dan kreator konten yang membutuhkan performa tinggi dengan harga lebih kompetitif dibandingkan segmen flagship. Kedua model mengandalkan prosesor AMD Ryzen 7 255 yang dipadukan dengan GPU RTX 5050 (Pongo 755) dan RTX 5060 (Pongo 765) dengan TGP hingga 115W.  Secara spesifikasi, kombinasi ini cukup menjanjikan untuk gaming modern dan kebutuhan produktivitas seperti editing atau rendering ringan, meski performa riil tetap sangat bergantung pada optimasi sistem dan pendinginan. Axioo juga membekali perangkat ini dengan RAM DDR5 dan storage PCIe Gen 4, memberikan fondasi yang relevan untuk kebutuhan saat ini. Dukungan upgrade menjadi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang ingin memperpanjang masa pakai perangkat tanpa harus mengganti unit secara keseluruhan. Di sisi visual, layar 16 inci FHD+ dengan rasio 16:...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Monitor Eksternal untuk MacBook Dirilis oleh BenQ

BenQ resmi meluncurkan lini monitor MA Series di Indonesia. Seri ini secara spesifik ditujukan untuk pengguna MacBook yang membutuhkan layar eksternal dengan konsistensi visual, terutama dalam hal warna, ketajaman, dan karakter tampilan yang mendekati panel bawaan Apple. Secara positioning, MA Series mencoba mengisi celah yang selama ini cukup relevan yakni monitor eksternal yang benar-benar “match” dengan ekosistem Mac. Namun, pendekatan ini juga memunculkan pertanyaan, apakah ini solusi nyata atau sekadar diferensiasi marketing di pasar monitor premium? Dari sisi lineup, BenQ menawarkan beberapa varian dengan pendekatan berbeda. Model seperti MA270U dan MA320U hadir dengan resolusi 4K dan panel Nano Matte, yang berfokus pada kenyamanan visual dengan minim pantulan cahaya. Ini relevan untuk penggunaan jangka panjang, terutama di lingkungan kerja dengan pencahayaan tinggi. Sebaliknya, MA270UP dan MA320UP menggunakan panel Nano Gloss yang menonjolkan kontras dan vibransi warna. Karakter...

RTX 5050 Mundur, Nvidia Produksi Lagi RTX 3060?

Nvidia kembali memantik diskusi panas di segmen entry-level GPU setelah rumor terbaru menyebut peluncuran GeForce RTX 5050 varian 9GB ditunda hingga akhir Juni 2026. Penundaan ini menciptakan kekosongan di pasar GPU murah, segmen yang justru paling sensitif terhadap harga. Dikabarkan, penundaan tersebut memaksa Nvidia mengambil langkah yang terasa seperti mundur yakni menghidupkan kembali GeForce RTX 3060 12GB sebagai solusi sementara. Secara strategi, langkah ini sulit untuk tidak dikritisi. RTX 5050 9GB sejatinya diposisikan sebagai jawaban atas keterbatasan VRAM 8GB yang semakin terasa di game modern. Banyak judul terbaru kini menuntut kapasitas memori lebih besar, bahkan untuk setting menengah. Dalam konteks ini, konfigurasi 9GB memang terdengar “aneh”, tetapi tetap lebih relevan dibandingkan 8GB yang mulai menjadi bottleneck nyata. Namun, keputusan menunda produk tersebut justru membuka celah yang cukup besar. Nvidia seperti tidak memiliki opsi lain selain mengandalkan arsitektur ...