Langsung ke konten utama

Review Asus Vivobook 14X OLED A1403ZA-OLEDS552

Anda sedang mencari laptop baru untuk daily driver? Tidak perlu laptop yang terlalu mahal dengan fitur yang mungkin tidak akan Anda gunakan sehingga jatuhnya overpriced atau overkill untuk Anda?

Nah, kali ini kita akan membahas salah satu laptop 14 inci yang menurut kami price performance-nya oke banget dan baru saja hadir di pasaran Indonesia. Laptop itu adalah Asus Vivobook 14X OLED A1403.


Price performance laptop ini kami bilang mantap karena ia sudah menggunakan prosesor anyar Intel Core i5 generasi ke-12 yang H series, RAM DDR4 8GB yang bisa di-upgrade, serta layar 14 inci resolusi 2.8K.


Tak hanya sekadar 2.8K, layarnya punya refresh rate 90Hz dan response time 0.2 milisecond. Sudah menggunakan panel OLED pula. Mantap kan? Lalu, apa lagi yang mantap-mantap di laptop ini? Yuk kita simak.


Desain
Pertama, dari sisi desain. Meski tidak segahar desain Vivobook Pro series, namun tongkrongan Asus Vivobook 14X OLED A1403 ini udah cukup keren. Desainnya modern, smooth, dengan logo ASUS Vivobook yang digeser agak ke kanan area Lid cover.

Materialnya memang hanya berbahan polycarbonate yang tidak terasa solid seperti varian Vivobook Pro yang sudah pernah kita bahas. Meski demikian, laptop ini sudah lolos sertifikasi standar militer US MIL-STD 810H.

Ada dua pilihan warna yang ditawarkan Asus untuk laptop model ini, yakni Quiet Blue dan Transparent Silver seperti yang kita coba kali ini. Menurut kami, warnanya cukup elegan dan tidak terkesan laptop murahan. Karena memang bukan laptop murah.

Berhubung ditujukan untuk segmen mainstream, ya, segmen 14 inci di Indonesi adalah segmen sejuta umat, laptop inipun didesain ringkas. Ketebalannya tidak sampai 2 cm dengan bobot yang relatif ringan yakni 1,6Kg saja.

Memang bobotnya masih belum di bawah 1,5 apalagi 1Kg. Namun sangat wajar. Laptop ini merupakan Vivobook mainstream, bukan Zenbook.

Fitur
Dari sisi kelengkapan port, di sisi kiri ada satu port USB 2.0. Sementara di sisi kanan, ada port HDMI full size, dua port USB 3.2, satu port USB 3.2 Type-C dan juga audio jack. Dan untuk wireless connection, laptop ini mendukung konektivitas modern yakni Wi-fi 6 dan Bluetooth 5.

Beralih ke bagian keyboard, Asus Vivobook 14X OLED A1403 menggunakan keyboard chiclet dengan tiga tingkat kecerahan backlit. Cocok untuk Anda yang bekerja sepanjang hari, bahkan sampai larut malam. Ngomong-ngomong kerja, laptop ini juga sudah dilengkapi dengan Microsoft Office Home and Student 2021 yang berlaku selamanya.

Beralih ke area touchpad, Asus menyediakan touchpad yang lega dan smooth saat disentuh. Untuk pengamanan, tersedia sensor fingerprint di sudut kanan atas touchpad yang sudah mendukung login dengan Windows Hello.

Keyboard ini juga sudah mengikuti desain keyboard Vivobook model 2022 yang punya aksen kekinian untuk kaum milenial sampai ke gen-z. Sayangnya, ia belum mengikuti desain keyboard Zenbook atau Vivobook Pro series yang tombol power-nya lebih tipis dan keras saat ditekan.

Yang menarik, laptop ini punya layar yang bisa dibuka hingga 180 derajat. Entah kenapa belakangan ini Asus sering merilis laptop yang bisa terlentang seperti ini. Tapi selain mungkin bisa membawa kemudahan saat kita sedang menggunakan laptop ini untuk kerja kelompok, laptop yang bisa dibuka sampai 180 derajat ini menandakan punya engsel layar yang lebih paten.



Dari sisi layar, ini yang menarik. Meskipun kode namanya adalah A1403, yang menandakan bahwa ia masuk dalam kategori laptop entry to mainstream, tapi ia sudah punya layar OLED resolusi 2.8K 90Hz dan response time 0.2 milisecond. Layar ASUS OLED ini punya kualitas warna yang maksimal dan sehat untuk mata karena punya blue light filter yang sangat berguna.

Di bagian atas layar, tersedia pula webcam resolusi HD yang diberi pengamanan fisik berupa privacy shutter. Ini sangat penting buat pengguna masa kini yang semakin sering berinteraksi lewat video conference. Baik Zoom Meetings, Google Meet, Microsoft Teams dan lain-lain. Kalau khawatir aktivitas Anda ketahuan orang lain, tinggal geser saja. Aman.

Yang menarik, saat video conference pun, laptop ini mendukung fitur ASUS AI Noise-Canceling Audio. Dengan demikian, suara Anda akan terdengar lebih jelas oleh lawan bicara Anda dan suara lawan bicara Anda pun akan terdengar nyaring karena laptop sudah mendukung pula tata suara dengan sertifikasi Sonic Master audio.


Performa
Laptop seri Vivobook, apalagi kalau ada embel-embel X di belakangnya seperti Vivobook  14X OLED ini, artinya merupakan seri Vivobook yang bukan kaleng-kaleng. Ia pasti punya spesifikasi dan perfroma yang cukup bertenaga. Berikut ini spesifikasi teknis laptop yang kita bahas kali ini:



Berbicara soal performa, laptop ini sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core 12th Gen. Kebetulan versi yang kami coba adalah Core i5-12500H yang punya kecepatan 2,5GHz dan boost hingga 4.5GHz dengan 4 core performa dan 8 core efisien. 

Baca juga:


Intel Core i5-12500H ini juga dilengkapi dengan Intel UHD Graphics yang kinerjanya pun memadai untuk aplikasi masa kini mulai dari office, multimedia sampai grafis sederhana. Namun tentunya tidak disarankan untuk digunakan bermain game ya. Berikut ini beberapa hasil pengujian yang sempat kita coba:



Dari sisi baterai, Asus Vivobook 14X OLED A1403 diperkuat baterai besar 70Wh yang dalam pengujian bisa bertahan sekitar 5 jam dalam pengujian PCMark Battery yang mensimulasikan bekerja dengan aplikasi Office, multimedia dan internet.

Untuk menyimpan data, ia menggunakan storage berbasis SSD M.2 NVMe berkapasitas 512GB. Kecepatannya cukup kencang, meskipun bukan yang paling kencang di kelasnya. 

O ya, buat Anda yang merasa kurang dengan RAM sebesar 8GB yang tersedia secara onboard, Anda juga masih bisa menambahkan satu keping RAM DDR4 hingga berkapasitas 16GB. Kalau sudah ditambah dan menjadi dual channel, kinerja laptop ini makin wus-wus. Dan meski bukan laptop kelas performa, Asus juga sudah menggunakan dua buah heatpipe untuk mendinginkan prosesor dan grafisnya.




Kesimpulan
Di pasaran, laptop ini tersedia di harga Rp12juta. Dengan harga segitu, Anda dapat laptop 14 inci resolusi tinggi, prosesor mutakhir, RAM bisa diupgrade, tongkrongan yang keren dan sudah bisa langsung dipakai untuk kerja dengan bawaan Windows 11 dan Office Home and Student.

Di rentang harganya, memang masih ada laptop lain yang mungkin hadir dengan storage yang lebih cepat atau prosesor yang mungkin lebih kencang. Tapi Asus memilih untuk menyeimbangkan semuanya namun hadir dengan layar OLED. Menarik.


Postingan Populer

Qualcomm Resmi Rilis Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Tinggalkan Nama "Pro"

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sekaligus meninggalkan label "Pro" yang biasa disematkan pada varian tertinggi chipset-nya. Kedua chipset diproduksi menggunakan proses litografi 2nm milik TSMC dan dibekali sederet peningkatan signifikan. Pada klaster CPU, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengusung dua core Prime custom Oryon berkecepatan 5,00GHz dan enam core Performance hingga 4,00GHz, didukung 16MB Oryon Flex Cache. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip ini menghadirkan peningkatan performa CPU 13 persen dengan efisiensi daya 37 persen lebih baik, serta lonjakan performa GPU 44 persen dengan efisiensi 40 persen lebih baik. Di sisi NPU, performa meningkat 35 persen dengan efisiensi AI per-watt 33 persen lebih baik. Hexagon NPU dirombak dengan Element Accelerator baru, dilengkapi Hexagon Direct Link serta Micro Tile Inferencing. Kapasitas memori bersama yang 50 persen lebih besar memungkinkan chip ini menjalan...

Apple Klaim Perangkatnya Kini Mampu Jalankan Model AI Raksasa Secara Lokal

Apple mengungkap bahwa memori yang lebih cepat serta dua unit Neural Engine pada perangkat terbarunya secara signifikan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa bergantung pada layanan cloud. Dalam sebuah slide presentasi bertema "Enabling a Full Range of Local AI Inference," Apple memetakan kemampuan lini produknya, mulai dari iPhone dan iPad hingga Mac Studio, berdasarkan kapasitas memori, bandwidth, dan jumlah parameter aktif model AI yang bisa dijalankan.  iPhone dan iPad dengan 16GB unified memory disebut mampu menjalankan model dengan 14 miliar parameter aktif, meski bandwidth memori yang diklaim Apple, 76GB/s, sudah dilampaui chip A20 Pro yang mencapai 115,2GB/s. MacBook Air dan Mac mini, dengan memori hingga 64GB dan bandwidth hingga 307GB/s, sanggup menjalankan model hingga 70 miliar parameter. MacBook Pro kelas atas berbekal 128GB unified memory dapat menangani model 120 miliar parameter, setara laptop RTX Spark dengan kapasita...

Core i9-14900K Kembali Bermasalah, Pengguna Klaim Sudah Ganti CPU Empat Kali

Masalah stabilitas yang menghantui prosesor Intel Core i9-14900K tampaknya belum sepenuhnya berakhir. Meski Intel telah merilis pembaruan microcode melalui BIOS untuk mengatasi persoalan degradasi dan ketidakstabilan pada prosesor generasi ke-13 dan ke-14, seorang pengguna Reddit mengklaim telah mengganti Core i9-14900K miliknya hingga tiga kali dan kini menghadapi gejala serupa pada unit pengganti keempat. Pengguna dengan akun u/unvac tersebut menjalankan sistem dengan konfigurasi kelas atas, termasuk GeForce RTX 5090 dan RAM DDR5-6000 CL28 berkapasitas 64GB. Ia juga mengaku telah memperbarui BIOS motherboard serta menggunakan pengaturan default Intel, termasuk menonaktifkan opsi “Enforce All Limits”.  Sayangnya, sistem kembali mengalami Blue Screen of Death (BSOD) dengan kode 0xC0000005, salah satu error yang sebelumnya dikaitkan dengan masalah stabilitas CPU Intel generasi tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena BIOS dan microcode terbaru seharusnya membantu mengurangi ri...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...