Langsung ke konten utama

iPhone 11, iPhone 12, iPhone 13 Turun Harga, Cek Harganya D isini

Kabar sangat menggembirakan nih guys. Menjelang perilisan iPhone 14 pada tanggal 7 September mendatang, harga iPhone yang dirilis lebih dulu dari perangkat tersebut mengalami penurunan. 

Beberapa model smartphone Apple yang mengalami penurunan harga di antaranya adalah dari seri iPhone 11, iPhone 12 dan iPhone 13.


Sekilas, mari kita ulas beberapa spesifikasi chipset dari ketiga series iPhone yang sebelumnya telah dirilis. Kita mulai dari series iPhone 11.


Dimulai dengan ukuran, layar iPhone 11 berukuran 6,1 inci. iPhone 11 Pro sedikit lebih kecil dan berukuran 5,8 inci sedangkan iPhone 11 Pro Max berukuran 6,5 inci.


Prosessor yang digunakan Apple pada iPhone 11, iPhone 11 Pro, iPhone 11 Pro Max adalah chip A13 Bionic yang didukung oleh arsitektur 7-nanometer. Ia mengemas 8,5 miliar transistor ke dalam paket, peningkatan besar-besaran dibandingkan dengan A12 Bionic, yang memiliki 6,9 miliar transistor.

Untuk iPhone 12 series, ia ditenagai dengan chipset Apple A14 Bionic dan telah mendukung jaringan 5G. Keempat varian iPhone ini hadir dengan spesifikasi yang berbeda-beda. 

Memiliki spesifikasi paling rendah, iPhone 12 Mini hadir dengan ukuran layar seluas 5,4 inci, sementara iPhone 12  dan iPhone 12 Pro memiliki layar 6,1 inci. iPhone 12 Pro Max paling besar dengan ukuran layar 6,7 inci.

iPhone 13 series sendiri terdiri dari empat varian yaitu iPhone 13 Mini, iPhone 13, iPhone 13 Pro, dan iPhone 13 Pro Max. iPhone 13 dan iPhone 13 Pro memiliki layar 6,1 inch, iPhone 13 mini memiliki layar lebih kecil 5,4 inch, dan iPhone 13 Pro Max memiliki layar paling luas yakni 6,7 inch. 

Keempatnya ditenagai chipset A15 Bionic. Kinerja CPU ini diklaim 50% lebih cepat ketimbang chip pesaing, begitu juga dengan GPU yang 30% lebih unggul.

Sebagai peerbandingan awal, harga iPhone 13 yang dirilis pada September 202 turun harga hingga Rp2,5 jutaan. Saat pertama kali dijual di Indonesia, iPhone 13 Pro Max 1TB dibanderol seharga Rp30.999.000. Sedangkan harga terbarunya di bulan Agustus 2022 dari situs iBox, iPhone 13 Pro Max 1TB turun harga jadi Rp28.499.000.


Baca juga:


Untuk lebih jelasnya mari kia simak daftar harga series iPhone 11, iPhone 12, iPhone 13 per Agusus 2022 berikut ini:

iPhone 11

  • iPhone 11 (64 GB): Rp7.499.000
  • iPhone 11 (128 GB): Rp8.999.000
  • iPhone 11 (256 GB): Rp14.999.000

iPhone 11 Pro

  • iPhone 11 Pro (64 GB): Rp15.499.000
  • iPhone 11 Pro (256 GB): Rp18.499.000
  • iPhone 11 Pro (512 GB): Rp19.999.000

iPhone 11 Pro Max

  • iPhone 11 Pro Max (64 GB): Rp16.499.000
  • iPhone 11 Pro Max (256 GB): Rp19.999.000
  • iPhone 11 Pro Max (512 GB): Rp22.999.000


    Spesifikasi Seri iPhone 11 (Sumber : Business Insider)

iPhone 12 Mini

  • iPhone 12 Mini 64 GB: Rp9.885.000
  • iPhone 12 Mini 128 GB: Rp10.710.000
  • iPhone 12 Mini 256 GB: Rp12.999.000

iPhone 12

  • iPhone 12 64 GB: Rp10.000.000
  • iPhone 12 128 GB: Rp11.850.000
  • iPhone 12 256 GB: Rp14.615.000

iPhone 12 Pro

  • iPhone 12 Pro 128 GB: Rp13.550.000
  • iPhone 12 Pro 256 GB: Rp14.250.000
  • iPhone 12 Pro 512 GB: Rp17.155.000

iPhone 12 Pro Max

  • iPhone 12 Pro Max 128 GB: Rp15.350.000
  • iPhone 12 Pro Max 256 GB: Rp17.155.000
  • iPhone 12 Pro Max 512 GB: Rp16.200.000
    Spesifikasi seri iPhone 12

iPhone 13 Mini

  • iPhone 13 mini 128GB: Rp12.499.000
  • iPhone 13 mini 256GB: Rp14.999.000
  • iPhone 13 mini 512GB: Rp18.499.000

iPhone 13

  • iPhone 13 128GB: Rp13.499.000
  • iPhone 13 256GB: Rp15.999.000
  • iPhone 13 512GB: Rp19.499.000

iPhone 13 Pro

  • iPhone 13 Pro 128GB: Rp17.499.000
  • iPhone 13 Pro 256GB: Rp19.999.000
  • iPhone 13 Pro 512GB: Rp23.999.000
  • iPhone 13 Pro 1TB: Rp27.999.000

iPhone 13 Pro Max

  • iPhone 13 Pro Max 128GB: Rp18.999.000
  • iPhone 13 Pro Max 256GB: Rp21.999.000
  • iPhone 13 Pro Max 512GB: Rp25.999.000
  • iPhone 13 Pro Max 1TB: Rp29.999.000
 
Spesifikasi Seri iPhone 13 (Sumber: Gizchina)



Bagaimana guys? Semakin tertarik memboyoang salah satu iPhone di atas?

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Penjualan PC Global Turun 4,9% Akibat Krisis DRAM

Pasar PC global kembali memasuki fase perlambatan setelah mencatat pertumbuhan selama sembilan kuartal berturut-turut. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC dunia pada kuartal II 2026 turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 68,2 juta unit.  Penurunan ini terutama dipicu oleh krisis pasokan memori DRAM yang masih membayangi industri semikonduktor. Kelangkaan DRAM membuat produsen PC berupaya mengamankan pasokan komponen lebih awal melalui strategi inventory pull-forward. Namun, strategi tersebut tidak lagi mampu menahan tekanan akibat kenaikan harga memori, penyimpanan NAND, serta berbagai ketidakpastian geopolitik yang masih mengganggu rantai pasok global. IDC mencatat fenomena menarik di pasar PC saat ini. Meskipun volume pengiriman menurun, pendapatan produsen justru meningkat karena kenaikan harga perangkat berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan. Menurut Research Director IDC Jitesh Ubrani, kondisi ekonomi global yang melemah da...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...