Langsung ke konten utama

Kripto di MT4 dan MT5, Bagaimana Cara Kerjanya?

Perdagangan penting untuk memiliki ekonomi global yang kompetitif. Peningkatan perdagangan di setiap negara dapat menghasilkan lebih banyak pekerjaan, pendapatan yang lebih tinggi, produk yang lebih baik, inflasi yang lebih rendah, dan kerja sama dalam konfrontasi. Ketika trading dimainkan dengan baik maka bisa menghasilkan profit yang besar.


Trading sudah terkenal di Indonesia, khususnya cryptocurrency. Pemerintah Indonesia telah memberikan izin untuk memperdagangkan cryptocurrency atau mata uang digital untuk diperdagangkan di dalam negeri.Izin ini sudah mendapat tempat dari Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dengan terbitnya peraturan Bappebti (Perba). Ada 229 aset kripto yang dipergunakan  untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang bertransaksi kripto di Indonesia. Semua mengenai kripto tertuang dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c PERBA Nomor 5 pada Tahun 2019.



MetaTrader adalah platform elektronik terpopuler yang ada di kalangan para trader. Platform ini dikembangkan pada tahun 2005 yang menjadi salah satu platform terfavorit yang digunakan oleh para trader. Software MetaTrader bisa digunakan untuk melakukan berbagai produk finansial, di antaranya seperti komoditas, opsi, mata uang, dan mata uang kripto. Siapapun yang mempertimbangkan untuk memperdagangkan Bitcoin atau berbagai mata uang digital lain bisa mempertimbangkan MetaTrader sebagai pilihan yang tepat.MetaTrader yang sering dipergunakan adalah MT4 dan MT5. Hal yang menjadi pertanyaan adalah apa beda MT4 dan MT5?


Informasi Seputar MT4 dan MT5
Bila ingin bertrading kripto atau mata uang digital lain di MT4 dan MT5, maka harus diketahui lebih lanjut mengenai informasi lebih lengkap tentang kedua software tersebut.

MT4 adalah software trading yang menyatukan trader dan broker di dalam suatu tempat yang akan memfasilitasi jual beli pada saham instrumen finansial. Platform MT4 dikenal telah menjadi software yang ideal, lantaran telah menyediakan serangkaian lengkap perangkat yang berbau teknikal dengan penjelasan yang informatif mengenai bagaimana cara menggunakannya.

Ada beberapa kelebihan dari MT4, beberapa di antaranya adalah:

●    Mudah untuk diinstal
●    Mobilitasnya baik, karena kompatibel dengan Android dan iOS
●    Dianggap mudah dipahami dan mudah untuk digunakan
●    Dilengkapi dengan fitur EA atau Expert Advisor
●    Pemantauan dianggap lebih mudah

Sedangkan MT5 adalah software trading  tidak jauh beda dengan MT4, namun MT5 dianggap sebagai software trading yang digunakan oleh pedagang di seluruh dunia untuk berdagang valuta asing, logam, saham, indeks ekuitas, kripto dan tentu saja komoditas.

Dengan adanya MT5, mereka akan dimudahkan dengan memperdagangkan Bitcoin dan Ethereum dan beberapa kripto lainnya.

Ada beberapa keunggulan yang didapat bila menggunakan MT5, beberapa di antaranya adalah:

●    Adanya lusinan indikator teknis, objek analitis, dan alat analisis pasar built in yang dapat digunakan sebagai platform untuk mengukur waktu terbaik untuk melakukan transaksi pembelian dan penjualan
●    Kripto dapat diperdagangkan secara swing trading, intraday dan scalping
●    Mendukung aktivitas perdagangan selama 24/7.


Perbedaan MT4 dan MT5
Meskipun sama-sama dapat berdagang, namun ada beberapa perbedaan yang mendasar antara MT4 dan MT5.

Pertama adalah soal kerangka waktu. Di MT5 biasanya akan mendapatkan 21 kerangka waktu. Berbeda dengan MT  yang hanya menyediakan 9 kerangka waktu saja.

Kedua adalah dalam hal sistem operasi yang diperlukan, agar mampu dioperasikan oleh perangkat keras atau hardware. Bila ingin menggunakan MT4, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan Windows Bit-32. Sedangkan untuk MT5, maka yang dibutuhkan adalah sistem operasi Windows Bit-64.

Perbedaan ketiga yang menjadi pembeda antara MT4 dan MT5 adalah dengan melihat dengan sistem pending offer yang tersedia. Di MT4, biasanya memiliki 4 pilihan opsi atau pilihan, di antaranya seperti sell stop, buy stop, sell limit, dan buy limit.  Adapun di MT5, biasanya akan mendapat 2 opsi seperti buy stop limit dan sell stop limit sebagai pilihan dalam pending offer.

Terakhir adalah dalam aspek sistem hedging atau lindung nilai. Di MT4, trader akan dapat menggunakan sistem hedging. Sedangkan di MT5, sayangnya fitur ini tidak tersedia sama sekali.


Kesimpulan
MT4 dan MT5 memiliki keunggulannya masing-masing. Di MT4 biasanya menawarkan fleksibilitas dalam hal menggunakan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Sedangkan di MT5 cenderung memiliki fitur yang lebih spesifik, lebih modern dan tentunya menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan MT4.

Setiap MetaTrader bisa digunakan kapan saja, tergantung jenis uang digital apa yang ingin digunakan. MT4 menjangkau beberapa mata uang seperti komoditas, opsi, mata uang, dan mata uang kripto.

Sedangkan di MT5, software ini menjangkau beberapa mata uang seperti valuta asing, logam, saham, indeks ekuitas, kripto dan komoditas. Setiap Metatrader memiliki keunikan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Postingan Populer

Penjualan Apple MacBook Melonjak 57%, Berkat Neo

Apple mencatat pertumbuhan penjualan MacBook yang impresif pada Mei 2026 dengan kenaikan 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut terutama didorong oleh kehadiran MacBook Neo, yang sejak diperkenalkan pada Maret 2026 langsung menjadi kontributor terbesar dalam lini laptop Apple. Komposisi pengiriman MacBook juga menunjukkan perubahan signifikan. Hingga Mei 2026, MacBook Neo menyumbang sekitar 49 persen dari total pengiriman MacBook, menjadikannya model paling populer. Sementara itu, MacBook Air berkontribusi sekitar 35 persen, sedangkan MacBook Pro menyumbang sekitar 16 persen.  Stabilnya komposisi produk ini mengindikasikan bahwa MacBook Neo berhasil menjadi tulang punggung penjualan Apple hanya dalam beberapa bulan setelah peluncurannya. Meski Apple menikmati pertumbuhan yang kuat, kondisi pasar notebook global justru menunjukkan tren berbeda. Data penjualan ritel notebook di 47 negara hingga Mei 2026 masih mengalami penurunan sekitar 2 persen secara...

Windows 10 Dapat Update Keamanan. Atasi Bug File Exploder dan Secure Boot

Kabar gembira untuk pengguna Windows 10. Microsoft resmi merilis pembaruan KB5099539 untuk Windows 10 22H2, Windows 10 Enterprise LTSC 2021, dan Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021. Pembaruan ini berfokus pada peningkatan keamanan dengan menutup berbagai celah keamanan terbaru sekaligus memperbaiki sejumlah bug yang masih ditemukan pada sistem operasi tersebut. Setelah menginstal KB5099539, nomor build Windows 10 akan berubah menjadi 19045.7548. Berbeda dengan pembaruan Windows 11 yang membawa berbagai fitur baru, update kali ini hanya berisi patch keamanan dan peningkatan stabilitas sistem.  Microsoft juga akan mendistribusikan pembaruan ini secara otomatis melalui Windows Update sehingga pengguna tidak perlu mengunduhnya secara manual. >Selain menutup kerentanan keamanan, Microsoft juga memperbaiki beberapa masalah yang cukup mengganggu pengguna. Salah satunya adalah bug pada File Explorer yang menyebabkan pintasan OneDrive tidak dapat digunakan ketika File Explorer dijalankan me...

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop AMD Terbaik untuk Laptop Bisnis SMB

Mencari laptop AMD yang juga mumpuni sebagai laptop bisnis untuk profesional hybrid dan pemimpin SMB? ASUS ExpertBook P5 G2 PM5406 hadir dalam dua pilihan layar, 14 inci IPS atau OLED, memadukan performa AI yang cepat, visual memukau, ketahanan setara standar militer, dan keamanan kelas enterprise dalam satu perangkat. “Segmen bisnis di Indonesia semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat produktivitas, baik di kantor maupun saat bekerja dari mana saja. Melalui ASUS ExpertBook P5 G2, kami menghadirkan solusi yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga dirancang dengan standar keamanan dan ketahanan kelas dunia,” kata Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia. Performa Laptop AMD yang Siap untuk Beban Kerja AI Sebagai laptop AMD, ExpertBook P5 G2 dipersenjatai prosesor hingga AMD Ryzen™ AI 9 HX 470 (55 NPU TOPS) untuk varian project, sementara unit ritel Indonesia memakai AMD Ryzen™ AI 7 445 (50 NPU TOPS). RAM dapat ditingkatkan hingga 64GB DDR5, dan penyimpanan hingga 3TB d...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Produsen RAM Korea dan AS Kejar Cuan, Kabar Gembira untuk China

Produsen memori asal Tiongkok, ChangXin Memory Technology (CXMT), dilaporkan berada dalam posisi yang semakin kuat di tengah krisis pasokan DRAM global. Permintaan yang terus melonjak membuat kapasitas produksi perusahaan tersebut dikabarkan telah habis dipesan hingga akhir 2027.  Kabar ini menandakan bahwa tekanan terhadap industri memori masih belum mereda. Namun di sisi lain, produsen RAM asal China tersebut mendapatkan peluang pasar. Laporan DigiTimes yang mengutip sumber rantai pasok menyebutkan seluruh produsen PC besar telah menyelesaikan proses validasi modul DRAM buatan CXMT. Namun, memperoleh pasokan kini menjadi tantangan tersendiri.  CXMT disebut memprioritaskan alokasi untuk pelanggan terbesar seperti Dell, HP, Lenovo, dan Apple, sementara vendor PC berskala lebih kecil berisiko kesulitan mendapatkan kuota pasokan. Lonjakan permintaan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok membuat pemerintah AS dikabarkan menund...