Langsung ke konten utama

Melihat Riwayat Tontonan Video di TikTok

Pada aplikasi video seperti YouTube, biasanya ada fitur riwayat. Dengan fitur ini, Anda dapat melihat video yang sudah ditonton terakhir kali dan beberapa video lainnya yang pernah ditonton dalam beberapa saat terakhir. 

Meskipun sudah banyak aplikasi dan layanan yang memakai fitur riwayat tersebut, aplikasi TikTok sayangnya belum memiliki fitur riwayat tontonan.


Nah, kabar baiknya, menurut sebuah tweet yang di-posting oleh Hammod Oh, TikTok tengah menguji fitur serupa. Nantinya, di Tiktok pun pengguna dapat melihat semua video yang telah mereka tonton sejauh ini.

Perlu diingat bahwa ini bukan hal baru. Seperti yang dicatat TechCrunch, TikTok memiliki indikator untuk memberi tahu kamu, apa saja video yang sudah kamu tonton.


Pengguna juga dapat mencoba dan mem-filter video yang telah mereka tonton di halaman Discover. Tetapi fitur ini tidak sepenuhnya intuitif, terutama bagi pengguna baru yang tidak terbiasa dengan aplikasi tersebut.

Dengan membuat bagian khusus yang mencantumkan riwayat tontonan, mungkin akan lebih mudah bagi Anda untuk menemukan apa yang Anda cari. Fitur yang lebih praktis jika dibandingkan dengan fitur yang hadir saat ini di TikTok. 

Seperti diketahui, tidak seperti video YouTube yang lebih panjang, video TikTok dimaksudkan untuk menjadi binged watching. Sehingga setelah 30 menit menonton, kamu dapat dengan mudah bisa melihat 20-30 video bahkan lebih. 

Dan setelah selama seminggu, mungkin akan lebih sulit untuk menemukan video yang pernah Anda lihat.


Baca juga:

Namun sayangnya fitur riwayat ini masih dalam tahap pengujian, jadi belum hadir di aplikasi TikTok pengguna pada umumnya. Tetapi dengan hadirnya fitur ini nantinya, pengguna tentunya bisa lebih praktis jika ingin menonton kembali video yang pernah dilihat.


Sambil menunggu fitur ini benar-benar hadir di aplikasi, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini dari akun TikTok Rachforaday:

  • Buka halaman Discover
  • Pada kolom Search, ketik ikon bintang (*) dan Search
  • Kemudian klik Filters yang ada di samping kolom Search
  • Aktifkan opsi Watched videos dan Apply
  • Halaman video yang sudah ditonton akan muncul setelahnya

Sayangnya, video dalam halaman ini tidak muncul sesuai urutan waktu kita menonton.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Bot Kini Kuasai Internet. Manusia Resmi Tersalip

Internet tampaknya telah memasuki fase baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lalu lintas yang dihasilkan bot disebut telah melampaui aktivitas manusia. Klaim tersebut datang dari CEO Cloudflare, Matthew Prince, yang mengungkapkan bahwa gelombang agen AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan prediksi industri sebelumnya. Menurut Cloudflare, perubahan ini bukan disebabkan oleh bot tradisional seperti crawler mesin pencari, spam bot, atau skrip otomatis yang selama ini memenuhi internet. Lonjakan justru berasal dari generasi baru agen AI yang dirancang untuk bertindak atas nama pengguna manusia. Agen-agen tersebut kini mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri, mulai dari membandingkan harga produk, mencari tiket perjalanan, memesan makanan, hingga berinteraksi dengan layanan pelanggan. Dalam banyak kasus, pengguna bahkan tidak lagi perlu mengunjungi situs web secara langsung karena proses pencarian informasi dilakukan sepenuhnya oleh AI. Data Cloudflare menunjukkan bahwa se...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Microsoft Kembangkan Perangkat Berbasis Android, Windows Ditinggalkan?

Microsoft diam-diam sedang menyiapkan babak baru dalam strategi perangkat keras berbasis AI. Menariknya, proyek yang dikenal sebagai Project Solara ini justru tidak dibangun di atas Windows, melainkan Android.  Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Apakah Microsoft melihat Windows dianggap kurang ideal untuk generasi perangkat AI berikutnya? Project Solara dirancang sebagai platform yang berfokus pada agen AI, bukan aplikasi konvensional. Microsoft bahkan telah memiliki dua purwarupa perangkat yang berfungsi penuh. Perangkat pertama berupa hub desktop yang dapat menerima perintah suara, mengenali pengguna melalui pemindaian wajah, hingga menampilkan informasi penting harian. Ketika dihubungkan ke monitor, perangkat tersebut dapat mengakses lingkungan Windows berbasis cloud. Perangkat kedua tampil lebih unik. Berbentuk lencana atau badge pintar, perangkat ini mengintegrasikan sensor sidik jari, kamera, serta kemampuan merekam dan mentranskripsi percakapan. Dalam demonst...

Intel Kian Serius Tantang AMD di Pasar Gaming

Intel akhirnya resmi memperkenalkan prosesor Arc G-Series, keluarga chip baru yang dirancang khusus untuk perangkat gaming handheld. Langkah ini menjadi upaya paling serius Intel untuk menembus pasar yang selama beberapa tahun terakhir didominasi AMD melalui berbagai perangkat populer seperti ROG Ally dan Legion Go. Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang mengadaptasi prosesor laptop ke perangkat portabel, Arc G-Series dikembangkan secara khusus untuk kebutuhan handheld gaming. Intel menghadirkan dua varian utama, Arc G3 dan Arc G3 Extreme, yang dibangun di atas arsitektur Panther Lake dan diproduksi menggunakan proses manufaktur 18A, teknologi fabrikasi terbaru perusahaan. Kedua chip mengusung konfigurasi 14 inti yang terdiri dari dua Performance Core, delapan Efficient Core, dan empat Low-Power Efficient Core. Namun daya tarik utamanya terletak pada sektor grafis. Varian Arc G3 Extreme dipadukan dengan GPU Intel Arc B390 berbasis arsitektur Xe3 yang telah mendukung ray tracing hardwa...