Langsung ke konten utama

Laptop Gaming Asus dengan Intel Core 12th Gen Segera Mendarat

Setelah diumumkan secara global di ajang CES 2022, Asus kini mengumumkan jajaran laptop gaming inovatif ROG terbaru dengan prosesor 12th Gen Intel Core H series terbaru mereka akan segera hadir di Indonesia.

Jajaran laptop gaming ROG terbaru tersebut di antaranya adalah ROG Strix Scar 15 dan Scar 17, laptop gaming ultra-portable 16-inci yang tipis dan ramping ROG Zephyrus M16, serta inovasi terbaru yaitu tablet gaming paling powerful di dunia ROG Flow Z13.


Menurut Jimmy Lin, Asus Regional Director South East Asia, jajaran laptop gaming ROG terbaru tidak akan hanya hadir dengan performa yang powerful, tetapi juga memberikan pengalaman penggunaan yang terbaik bagi gamer, content creator, serta semua orang yang ingin tampil sebagai bagian dari gaming culture.



Seluruh varian ROG terbaru tersebut, mulai dari Strix Scar series, ROG Zephyrus M16, dan ROG Flow Z13 merupakan laptop yang telah ditenagai oleh prosesor 12th Gen Intel Core H series yang telah menggunakan pemrosesan terbaru.


Berbeda dengan generasi sebelumnya, prosesor Intel Core generasi ke-12 menggunakan konfigurasi Core yang terdiri dari Performance Core (P-Core) dan Efficient Core (E-Core).

Sesuai dengan namanya, P-Core yang memiliki performa tinggi bertugas untuk memproses tugas-tugas berat. Sebaliknya, E-Core   bertugas menjalankan tugas-tugas ringan namun sangat efisien dan tidak memakan banyak daya.

Kombinasi P-Core dan E-Core menghasilkan sebuah prosesor hibrida yang memiliki kemampuan pemrosesan yang sangat tinggi serta optimal untuk gaming dan content creation, sekaligus mampu tampil sangat efisien dan hemat daya.

Tidak heran jika prosesor tertinggi di keluarga 12th Gen Intel Core H Series, yaitu Intel Core i9-12900HK, menyandang gelar sebagai prosesor mobile paling kencang saat ini berkat konfigurasi 14 Core (6 P-Core dan 8 E-Core) dan 20 thread yang mampu dipacu hingga 5GHz.

Selain ROG series, Asus juga menghadirkan update terhadap lini produk TUF Gaming F15 mereka.
Seri TUF Gaming terbaru kembali hadir dengan desain anyar dan tetap menawarkan pengalaman gaming terbaik serta durabilitas bodi yang tangguh.


Baca juga:


Kali ini, TUF Gaming F15 ditenagai oleh prosesor generasi terbaru serta chip grafis laptop Nvidia  generasi terbaru dengan TGP hingga 140W, memberikan kombinasi hardware yang sangat powerful untuk bermain game.

Pendinginan juga menjadi fokus pada TUF Gaming F15 kali ini. Keduanya kini telah dilengkapi dengan dua kipas Arc Flow Fans™ yang memiliki lebih banyak bilah kipas (84 bilah). Setiap bilah dari kipas tersebut memiliki ketebalan yang bervariasi dari pangkal hingga ke ujung bilah untuk memaksimalkan aliran udara.


Selain itu, seri laptop gaming ini juga tampil dengan opsi layar Full HD 144Hz, desain yang terinspirasi dari mecha anime, serta tetap tampil tangguh dan telah mengantongi sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar militer AS (MIL-STD 801H).

Sejauh ini, belum ada informasi harga ataupun spesifikasi teknis terkait produk-produk yang bersangkutan. Kemungkinan Asus akan memberikan informasinya jelang peluncuran resmi produk tersebut di pasaran Indonesia. Semoga dalam waktu dekat ya guys.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...