Langsung ke konten utama

OnlyFans Bakal Larang Konten Dewasa di Platformnya

Apa yang tergambar di benak Anda jika mendengar platform OnlyFans? Platform yang satu ini dikenal banyak orang dengan konten mesum berbayarnya. 

Ya, tidak sedikit orang yang menjajakan video atau foto yang bisa 'dibeli' dengan cukup mudah di OnlyFans. Banyak pekerja seks yang mengambil keuntungan yang besar dari biaya berlangganan di platform tersebut.


Nah, ternyata OnlyFans tidak ingin platform mereka diidentikkan dengan platform mesum dan esek-esek. Maksudnya?



Kabar terbaru, kini OnlyFans akan melarang konten dewasa yang berbau pornografi di dalam platformnya.


Seperti sudah disebutkan di atas, selama ini OnlyFans telah membiarkan penggunanya men-gupload foto dan video syur dan terbilang membiarkan konten tersebut hadir berseliweran di sana.

Untuk itu, OnlyFans kini akan lebih berfokus pada konten mainstream yang dapat diterima oleh banyak orang. Dan tentunya, dampak dari kebijakan baru OnlyFans tersebut adalah, konten berbau pornografi yang akan hadir di platform tersebut tidak lagi diperbolehkan.

Dikutip dari Detik.com, OnlyFans akan memastikan keberlangsungan platformnya dalam waktu panjang dan akan bersifat inklusif bagi para kreator dan fans. Hal ini tentunya dapat dituju dengan mengembangkan panduan konten mereka.

Aturan yang akan diterapkan oleh OnlyFans ini sebenarnya adalah imbas dari perusahaan layanan pembayaran yang berafiliasi dengan platformnya seperti Visa dan MasterCard.


Kedua layanan pembayaran ini aturannya semakin ketat terlebih lagi menyoal pornografi. Mau tidak mau platform OnlyFans tentu saja harus memenuhi keputusan yang dikeluarkan mitra pembayaran tersebut.

Baca juga:


Meskipun konten pornografi dilarang, namun foto telanjang yang diunggah kreator masih diperbolehkan asalkan tidak menjurus ke hubungan seksual atau pornografi. 

Bagi yang belum mengerti, contoh yang masih diperbolehkan ini misalnya seperti pekerja seni yang sedang melihat patung atau lukisan telanjang tanpa embel-embel seksualitas.


Sebelumnya, OnlyFans sempat dicurigai sebagai platform yang melakukan tindakan ilegal yang masih bersinggungan dengan konten seksualitas. 

Misalnya ada konten ilegal yang menampilkan anak di bawah umur atau tindakan pedofil yang hadir di dalam platform ini di Amerika Serikat. Kongres AS bahkan sampai melakukan investigasi untuk kasus tersebut.

Gimana guys? Apakah Anda pelanggan OnlyFans?

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

AMD Rilis Ryzen AI Max 400 Series

AMD kembali memperluas lini prosesor AI mobile melalui peluncuran Ryzen AI Max 400 Series, sebuah penyegaran dari platform Strix Halo yang kini diarahkan lebih agresif ke workstation AI portabel dan pengembangan large language model (LLM) secara lokal.  Berbeda dari generasi laptop konvensional yang masih mengandalkan cloud untuk inferensi AI, platform terbaru ini justru mencoba membawa beban kerja AI skala besar langsung ke perangkat mobile. Ryzen AI Max 400 Series tetap mengusung konfigurasi hingga 16-core/32-thread berbasis arsitektur Zen 5, dipadukan dengan GPU terintegrasi RDNA 3.5 hingga 40 Compute Unit. Namun perubahan paling signifikan ada pada dukungan memori LPDDR5X yang kini meningkat drastis dari maksimum 128GB menjadi 192GB.  AMD bahkan memungkinkan alokasi unified memory hingga 160GB langsung ke iGPU, sebuah pendekatan yang sangat tidak biasa di segmen laptop. Secara teknis, strategi unified memory tersebut membuat platform ini mampu menjalankan model AI berukura...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Microsoft Kembangkan Perangkat Berbasis Android, Windows Ditinggalkan?

Microsoft diam-diam sedang menyiapkan babak baru dalam strategi perangkat keras berbasis AI. Menariknya, proyek yang dikenal sebagai Project Solara ini justru tidak dibangun di atas Windows, melainkan Android.  Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Apakah Microsoft melihat Windows dianggap kurang ideal untuk generasi perangkat AI berikutnya? Project Solara dirancang sebagai platform yang berfokus pada agen AI, bukan aplikasi konvensional. Microsoft bahkan telah memiliki dua purwarupa perangkat yang berfungsi penuh. Perangkat pertama berupa hub desktop yang dapat menerima perintah suara, mengenali pengguna melalui pemindaian wajah, hingga menampilkan informasi penting harian. Ketika dihubungkan ke monitor, perangkat tersebut dapat mengakses lingkungan Windows berbasis cloud. Perangkat kedua tampil lebih unik. Berbentuk lencana atau badge pintar, perangkat ini mengintegrasikan sensor sidik jari, kamera, serta kemampuan merekam dan mentranskripsi percakapan. Dalam demonst...

Asus Tawarkan AI Hybrid untuk Tekan Biaya AI Enterprise hingga 70 Persen

Asus memperluas strategi AI enterprise dengan menghadirkan arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersialnya, mulai dari laptop ExpertBook, desktop ExpertCenter, hingga mini PC NUC. Langkah tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya biaya operasional AI generatif dan bisa menjadi solusi untuk menekan biaya AI perusahaan. Sebagai konteks, anggaran operasional AI generatif semakin membebani perusahaan seiring adopsi large language model (LLM) dan agen AI yang terus berkembang. Bahkan jauh melebihi budget saat perusahaan memanfaatkan otak manusia untuk mengerjakan tugas-tugas yang saat ini dikerjakan AI. Seperti diketahui, selama ini, banyak implementasi AI mengandalkan cloud sebagai pusat pemrosesan. Model tersebut memang fleksibel, tetapi biaya inferensi berbasis token dapat meningkat drastis ketika penggunaan AI dilakukan dalam skala besar.  Bagi perusahaan, kondisi ini mulai menjadi salah satu hambatan utama dalam memperluas penerapan AI. Melalui pendekatan AI hybrid...