Langsung ke konten utama

Helikopter NASA Akhirnya Terbang di Mars

NASA memastikan bahwa helikopter kecil miliknya yaitu Ingenuity telah membuat sejarah dengan menjadi perangkat pertama yang berhasil terbang di planet lain. Ingenuity sendiri merupakan helikopter berbobot 1,8kg yang melakukan perjalanan ke Mars dengan rover Perseverance milik NASA.

Penerbangan ini juga merupakan penerbangan pertama di dunia yang meluncur dari planet merah, Mars. Penerbangan tersebut dilakukan pada pukul 00.31 waktu Amerika Serikat bagian Pasifik.


Informasi penerbangan ini dikirimkan dari Mars 3 jam kemudian karena adanya jarak dan delay komunikasi yang diterima oleh ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA.

Ingenuity sebenarnya dijadwalkan terbang 11 April lalu, namun ditunda karena masalah teknis. Jadi penerbangannya baru diluncurkan pada tanggal 19 April ini.


Tujuan utama helikopter yang berukuran cukup kecil ini adalah untuk menunjukkan bahwa penerbangan bermesin ternyata bisa dilakukan di Mars. Bukan untuk tujuan eksperimen ilmiah atau menjelejah Mars lebih jauh.

Helikopter Ingenuity telah melakukan penerbangan ini secara otonomatis atau tanpa kontrol dari Bumi. Dalam project ini, ilmuwan NASA memiliki andil dalam mengunggah perintah ke Ingenuity yang kemudian melakukan pengecekan pra-terbang hingga penerbangan dalam hitungan detik.

Perlu diketahui, atmosfer di planet Mars lebih tipis dari pada atmosfer Bumi sehingga helikopter Ingenuity harus bekerja lebih keras.


Baling-baling Ingenuity berputar dengan kecepatan lebih dari 2.500rpm dengan jumlah 4 baling-baling secara keseluruhan. Kecepatan ini 5 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan kecepatan helikopter di Bumi. 

Baca juga:


Butuh waktu sekitar enam detik setelah menyalakan mesinnya, baling-baling Ingenuity baru berhasil mengangkat helikopter tersebut dari permukaan dan lepas landas hingga ketinggian tiga meter. 

Pada livestream yang ditayangkan NASA, mereka memperlihatkan foto bayangan Ingenuity di permukaan Mars yang diambil dari kamera di bagian bawah tubuh helikopter.


Tidak lupa, rover Perseverance yang merupakan mesin yang bersama-sama Ingenuity datang ke Mars pada Februari lalu merekam video bersejarah yang memperlihatkan helikopter tersebut saat lepas landas, terbang, dan mendarat lagi.

Setelah keberhasilan penerbangan pertama ini, Ingenuity akan melakukan sederet penerbangan selanjutnya yang lebih tinggi dengan durasi lebih panjang. Helikopter ini memiliki waktu 30 hari Mars untuk menyelesaikan lima penerbangan di langit Planet Merah.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

RTX 5050 Mundur, Nvidia Produksi Lagi RTX 3060?

Nvidia kembali memantik diskusi panas di segmen entry-level GPU setelah rumor terbaru menyebut peluncuran GeForce RTX 5050 varian 9GB ditunda hingga akhir Juni 2026. Penundaan ini menciptakan kekosongan di pasar GPU murah, segmen yang justru paling sensitif terhadap harga. Dikabarkan, penundaan tersebut memaksa Nvidia mengambil langkah yang terasa seperti mundur yakni menghidupkan kembali GeForce RTX 3060 12GB sebagai solusi sementara. Secara strategi, langkah ini sulit untuk tidak dikritisi. RTX 5050 9GB sejatinya diposisikan sebagai jawaban atas keterbatasan VRAM 8GB yang semakin terasa di game modern. Banyak judul terbaru kini menuntut kapasitas memori lebih besar, bahkan untuk setting menengah. Dalam konteks ini, konfigurasi 9GB memang terdengar “aneh”, tetapi tetap lebih relevan dibandingkan 8GB yang mulai menjadi bottleneck nyata. Namun, keputusan menunda produk tersebut justru membuka celah yang cukup besar. Nvidia seperti tidak memiliki opsi lain selain mengandalkan arsitektur ...

Kelebihan Realme C85 Pro. Baterai Badak Harga Rp3 Juta Saja!

Realme kembali meramaikan segmen menengah lewat peluncuran Realme C85 Pro. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena menawarkan kombinasi yang tidak biasa di kelas Rp3 jutaan, baterai jumbo 7.000 mAh, sertifikasi ketahanan tinggi, serta spesifikasi yang difokuskan untuk penggunaan intensif, terutama di luar ruangan. Secara positioning, Realme secara terang menargetkan pengguna lapangan. Mulai dari pekerja konstruksi hingga teknisi yang membutuhkan smartphone tangguh dan tahan lama. Sertifikasi IP69 Pro dan klaim standar militer menunjukkan pendekatan tersebut bukan sekadar gimmick. Namun, di titik ini, validasi penggunaan nyata tetap krusial untuk memastikan apakah proteksi tersebut benar-benar konsisten di kondisi ekstrem. Di sektor layar, Realme C85 Pro membawa panel AMOLED 6,8 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.000 nits. Secara teknis, ini menjadi salah satu nilai jual utama, terutama untuk visibilitas di bawah sinar matahari langsung. Kombinasi...

Lawan MacBook Neo, Intel Perkenalkan Prosesor Murah. Ada AI-nya!

Intel resmi memperkenalkan lini prosesor entry-level terbarunya, Intel Core Series 3 Wildcat Lake, yang secara agresif diarahkan ke era AI PC dengan klaim performa hingga 40 TOPS. Di atas kertas, ini terlihat seperti upaya Intel untuk “menurunkan” kapabilitas AI ke segmen yang selama ini identik dengan kompromi performa dan efisiensi. Wildcat Lake dibangun di atas proses manufaktur 18A, membawa desain SoC dua die yang cukup ambisius untuk kelas entry-level. Die utama menggabungkan CPU hybrid 6-core (2 P-core Cougar Cove dan 4 LPE core Darkmont), GPU Xe3 dua core, serta NPU 5 untuk akselerasi AI.  Sementara itu, die kedua difokuskan pada I/O dengan dukungan PCIe Gen 4, Thunderbolt 4, hingga Wi-Fi 7, sebuah konfigurasi yang secara teknis terasa “overqualified” untuk segmen bawah. Intel merilis enam SKU dalam lini ini, mayoritas dengan konfigurasi serupa, kecuali varian Core 3 304 yang dipangkas menjadi 5 core dan hanya 24 TOPS AI. Seluruh lineup berjalan di TDP dasar 15W dengan turbo...

Axioo Pongo Versi AMD Resmi Beredar di Indonesia

Axioo resmi meluncurkan lini terbaru Axioo Pongo AMD Series yang terdiri dari Axioo Pongo 755 AMD dan Axioo Pongo 765 AMD. Dibanderol mulai Rp19 jutaan, seri ini menyasar gamer dan kreator konten yang membutuhkan performa tinggi dengan harga lebih kompetitif dibandingkan segmen flagship. Kedua model mengandalkan prosesor AMD Ryzen 7 255 yang dipadukan dengan GPU RTX 5050 (Pongo 755) dan RTX 5060 (Pongo 765) dengan TGP hingga 115W.  Secara spesifikasi, kombinasi ini cukup menjanjikan untuk gaming modern dan kebutuhan produktivitas seperti editing atau rendering ringan, meski performa riil tetap sangat bergantung pada optimasi sistem dan pendinginan. Axioo juga membekali perangkat ini dengan RAM DDR5 dan storage PCIe Gen 4, memberikan fondasi yang relevan untuk kebutuhan saat ini. Dukungan upgrade menjadi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang ingin memperpanjang masa pakai perangkat tanpa harus mengganti unit secara keseluruhan. Di sisi visual, layar 16 inci FHD+ dengan rasio 16:...