Langsung ke konten utama

Facebook Kumpulkan Informasi Tentang Anda, Untuk Apa?

Bukan rahasia lagi bahwa Facebook mengumpulkan banyak informasi tentang para penggunanya. Tetapi sebenarnya, seberapa banyak informasi yang mereka kumpulkan? 
 
Nah, Apple baru-baru ini memperkenalkan persyaratan terbaru untuk aplikasi di App Store-nya. Kini, aplikasi harus menyertakan label privasi untuk menunjukkan jenis izin dan data yang akan dikumpulkan aplikasi tersebut dari pengguna.


Dalam tweet pengembang iOS Noah Evans, ia menunjukkan dengan tepat berapa banyak informasi dan izin yang dibutuhkan aplikasi Facebook di iOS dari penggunanya. Dan ternyata, jumlahnya cukup mengejutkan. 

Sebagai imbas dari fitur privasi Apple ini, pengguna iPhone tahun depan akan memiliki opsi untuk memblokir IDFA atau Pengenal untuk Pengiklan, pengenal unik di setiap ponsel cerdas yang digunakan pemasar untuk menargetkan dan mengukur efektivitas iklan mereka. 



Memblokir permintaan ini dapat mempersulit untuk mengurai siapa yang telah melihat iklan dan mengambil tindakan pada iklan tersebut, baik melalui pembelian atau interaksi lainnya.

Nah sementara itu, Facebook sendiri mengatakan jika pengumpulan informasi yang mereka lakukan tersebut digunakan untuk pengiklanan produk-produk yang dijual di platform mereka. Berikut ini alasan mengapa Facebook membutuhkan data penggunanya.

Bisnis Kecil Andalkan Media Sosial Untuk Pemasaran.
Kehadiran media sosial tidak dapat dinegosiasikan untuk bisnis kecil saat ini. Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa 80 persen bisnis kecil bergantung pada media sosial untuk pemasarannya. 

Jumlah itu tidak diragukan lagi telah meningkat selama pandemi. Kebanyakan penjual kini beralih menjadi penjual online.

Lembaga survei Deloitte ditugaskan oleh Facebook untuk mengamati lebih dari 4.000 bisnis kecil sejak Oktober 2020. Hasilnya, media sosial memiliki relevansi khusus dengan industri yang terpukul oleh pandemi, seperti ritel dan restoran. 

Hampir setengah dari pembeli online yang disurvei oleh lembaga riset lain pada tahun 2019 mengatakan bahwa mereka dipengaruhi oleh media sosial.

Konsumen Membuat Keputusan Saat Menggunakan Ponsel.
Belanja online di ponsel cerdas semakin populer. Ditambah lagi, meningkatnya adopsi dompet digital selama pandemi tidak diragukan lagi membantu lebih banyak konsumen terbiasa membeli barang di ponsel mereka. 

Di Asia Tenggara misalnya, ponsel adalah gadget utama konsumen untuk berbelanja online. Sebanyak 62 persen penjualan ritel online di Asia Tenggara berasal dari para pengguna ponsel, menurut laporan Forrester 2019.

Ponsel cerdas juga merupakan cara terbaik untuk menjangkau pembeli yang lebih muda, yang sebagian besar lebih suka berbelanja menggunakan ponsel mereka. Menurut survei Epsilon, sekitar 75 persen Generasi Z-ers dan Milenial menggunakan smartphone untuk berbelanja online.



Baca juga:

 
Perusahaan Game Ponsel Bisa Rugi Besar

Langkah Apple akan mengguncang seluruh ekosistem game seluler gratis, yang mengandalkan iklan untuk beroperasi. 

"Dari perspektif kami, perusahaan game seluler yang berfokus pada menemukan pelanggan bernilai tinggi paling merugi dari perubahan ini," kata Ahere dari pihak Facebook. 

Akibatnya, game seluler kemungkinan akan beralih ke pembelian dalam aplikasi atau model bisnis lain. Pergeseran itu sendiri sebenarnya sudah dimulai, setelah keputusan Apple tahun ini untuk meningkatkan pemotongan yang akan dilakukan pengembang aplikasi dari transaksi yang dilakukan pengguna.

Alternatif Apple kurang tepat dibanding Facebook.
Apple akan menawarkan pengembang alternatif untuk melacak pengguna melalui Facebook, yang menurut perusahaan lebih mengutamakan privasi. 

API baru, SKadNetwork, yang dirilis secara diam-diam pada 2018, memungkinkan bisnis mengukur keberhasilan kampanye iklan mereka. Saat pengguna mengklik iklan, jaringan iklan diberi tahu, tetapi pengiklan tidak dapat melihat informasi khusus perangkat atau pengguna. 

Facebook mewajibkan penerbit dan mitra pengukuran seluler untuk pindah ke Apple API karena pengiklan kehilangan akses ke IDFA pengguna.

Tapi langkah ini  hanya mentransfer data pengguna dari satu perusahaan raksasa ke perusahaan raksasa lainnya: ke Apple dari Facebook. 



Lebih lanjut, sebagian besar industri iklan online percaya bahwa API Apple kurang tepat, memberikan pengiklan akses ke data yang kurang akurat dan mungkin kurang bermakna tentang interaksi pengguna.

Meski Facebook berdalih dengan alasan pengiklanan, namun bagi sebagian orang pengumpulan informasi ini cukup riskan dan termasuk melanggar privasi. Jika Anda risih dengan apa yang platform ini cari tentang diri penggunanya. Langkah paling mudahnya adalah Anda dapat meng-unsintall aplikasi dan bahkan menghapus akun jika diperlukan.

Postingan Populer

Asus ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Terbaik dengan Intel Core Ultra X9 Series 3

Pada ajang CES 2026 Las Vegas, Asus ExpertBook Ultra (B9406) diperkenalkan sebagai representasi terbaru dari arah industri laptop profesional. Laptop yang semakin mengedepankan keseimbangan antara desain ringkas, performa berbasis AI, dan keamanan kelas enterprise.  Asus ExpertBook Ultra muncul di tengah meningkatnya adopsi Copilot+ PC dan kebutuhan komputasi cerdas di lingkungan kerja modern. Laptop Asus yang satu ini sengaja diposisikan sebagai standar baru untuk laptop bisnis ultra-premium. Dari sisi desain, Asus ExpertBook Ultra menonjol lewat bobot mulai 0,99 kg dan ketebalan hanya 10,9 mm. Rangka magnesium-aluminium dengan Nano Ceramic Technology tidak hanya memberikan tampilan elegan, tetapi juga meningkatkan daya tahan tanpa mengorbankan portabilitas.  Pendekatan ini menyasar profesional dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perangkat ringan, namun tetap kokoh untuk penggunaan jangka panjang. Di sektor performa, laptop Asus ini ditenagai hingga prosesor Intel Core U...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Tablet Windows Terbaik dari Asus untuk AI dan Creator Profesional

Asus ProArt PZ14 (HT7407) menegaskan ambisi Asus untuk memperluas ekosistem perangkat kreator portabel di era komputasi berbasis AI. Tablet yang diperkenalkan di ajang CES 2026 ini diposisikan sebagai perangkat paling bertenaga di lini ProArt, menyasar kreator yang membutuhkan fleksibilitas tinggi tanpa harus berkompromi pada performa.  Di tengah tren kerja mobile dan produksi konten lintas platform, ProArt PZ14 hadir sebagai solusi “studio berjalan” yang semakin relevan. Dari sisi performa, Asus ProArt PZ14 ditenagai prosesor Snapdragon X2 Elite dengan konfigurasi 18-core dan kemampuan pemrosesan AI hingga 80 TOPS. Angka ini menempatkannya di kelas atas perangkat Copilot+ PC berbasis ARM. Untuk alur kerja kreatif modern, mulai dari editing visual, ilustrasi digital, hingga pemrosesan konten berbasis AI, kombinasi performa CPU dan akselerasi NPU memberikan respons yang cepat dan efisien. Dukungan Copilot+ PC serta aplikasi Asus Creator Apps seperti StoryCube dan MuseTree memperkuat...

Acer Predator dan Acer Nitro Terbaru Andalkan Performa AI dan Desain Tipis

Acer memperluas portofolio laptop gaming berbasis AI melalui peluncuran Predator Helios Neo 16S AI dan pembaruan lini Nitro Series, menegaskan fokus perusahaan pada performa tinggi yang dikemas dalam desain semakin tipis dan portabel.  Di tengah tren laptop gaming yang mulai menggabungkan kapabilitas AI, efisiensi daya, dan mobilitas, Acer mencoba menjangkau spektrum pengguna yang lebih luas, dari gamer kompetitif hingga pengguna kasual yang mengutamakan value. Predator Helios Neo 16S AI (PHN16S-I51) menjadi sorotan utama. Laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 386H dan GPU Laptop Nvidia GeForce RTX 5070 berbasis arsitektur Blackwell. Kombinasi ini tidak hanya menyasar performa gaming kelas atas, tetapi juga beban kerja kreatif dan AI modern.  Dukungan Nvidia DLSS 4 menjanjikan lonjakan performa signifikan dengan kualitas visual yang tetap terjaga, menjadikan laptop ini relevan untuk game generasi terbaru maupun rendering berbasis AI. Dari sisi desain, Helios Neo 16S...