Langsung ke konten utama

Jam Thermometer Sekaligus Hygrometer Pintar dari Xiaomi

Xiaomi telah cukup terkenal di luar China berkat jajaran produk smartphone kompetitifnya dengan spesifikasi yang bisa bersaing dan harga yang terjangkau. Belakangan ini, perusahaan tersebut juga memperkuat kehadirannya di pasar perangkat global berkat seri Mi Band dan seri Mi / Redmi Airdot. 

Namun, ketika datang ke pasar asalnya yaitu Cina, Xiaomi lebih dari sekedar perusahaan smartphone. Di Tiongkok, Xiaomi merupakan perusahaan besar yang mendorong berbagai teknologi dan produk menarik dan bervariasi. 



Sebagai contoh, pada 29 Agustus 2020, Xiaomi mengumumkan produk baru yang menarik di bawah platform Youpin. Produk ini disebut Seconds Smart Clock, Thermometer, dan Hygrometer. Dilihat dari namanya, produk ini telah menggambarkan fitur apa saja yang ada.

Sesuai dengan namanya, produk dari Xiaomi yang satu ini merupakan sebuah jam pintar yang dapat berfungsi sebagai higrometer dan termometer. Perangkat ini juga memiliki layar yang memiliki tekstur seperti kertas. 



Penggunaan layar jenis ini diklaim dapat menghemat energi karena memakan sangat sedikit daya listrik.

Perangkat ini juga memiliki fitur seperti jam digital pada umumnya yaitu sebagai jam alarm. Diketahui, sensor yang digunakan oleh Xiaomi di perangkat smart clock ini dipilih langsung dari Swiss Sensirion sehingga sensor tersebut dapat mendeteksi suhu dan juga kelembaban dengan akurat dan juga lebih cepat.



Baca juga:


Produk Xiaomi ini juga dibekali dengan chip RTC dan juga baterai cadangan. Bahkan pengguna juga tidak perlu melakukan pengaturan waktu terhadap jam ini ketika dibuka dari kotak. Dengan kehadiran baterai cadangan di dalamnya, artinya jam ini bisa menyimpan waktu yang tepat sejak pertama kali diproduksi.

Yang menarik, perangkat tersebut dibekali juga dengan konektivitas Bluetooth yang dapat dihubungkan dengan aplikasi MIJIA yang terdapat di smartphone. Pengguna nanti dapat menghubungkan perangkat Xiaomi Seconds Smart Clock, Thermometer and Hygrometer dengan perangkat pintar buatan Xiaomi lainnya. 



Untuk harganya, Xiaomi memberi harga pada smart clock ini dengan banderol yang sangat murah yaitu 149 Yuan atau setara dengan Rp315 ribuan saja di situs YouPin.

Menarik bukan?

Postingan Populer

Jangan Beli VGA Dulu. RTX 6000 Sedang Disiapkan

Rumor mengenai lini GPU generasi berikutnya dari Nvidia, yakni GeForce RTX 6000 series berbasis arsitektur Rubin, mulai bermunculan. Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai laporan menyebut arsitektur ini akan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor AI dan ray tracing. Salah satu poin utama dari rumor yang beredar adalah pendekatan pengembangan Rubin yang disebut berangkat dari GPU data center. Artinya, desain awalnya difokuskan untuk kebutuhan komputasi skala besar sebelum diadaptasi ke segmen gaming.  Strategi ini konsisten dengan arah Nvidia dalam beberapa generasi terakhir, di mana inovasi AI dan akselerasi komputasi diperkenalkan lebih dulu di segmen enterprise. Di sisi manufaktur, Rubin disebut akan menggunakan proses 3nm dari TSMC. Perpindahan ke node yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya sekaligus memungkinkan jumlah transistor yang lebih besar. Dampaknya bisa terlihat pada peningkatan jumlah core, cache, hingga bandwidth memori yang lebi...

Apple Siapkan Perangkat Lipat. Layarnya dari Samsung

Langkah agresif kembali diambil Samsung Electronics dengan mengamankan kontrak eksklusif selama tiga tahun untuk memasok layar foldable kepada Apple. Kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sinyal kuat pergeseran peta persaingan di industri komponen premium. Berdasarkan sejumlah laporan, Apple memilih Samsung sebagai satu-satunya pemasok panel OLED lipat karena keterbatasan alternatif. Kompetitor seperti BOE dinilai belum mampu menyamai kualitas, sementara LG Display masih menghadapi tantangan dalam produksi massal panel foldable yang kompleks.  Ini menempatkan Samsung dalam posisi dominan, bukan hanya sebagai pemasok, tetapi sebagai gatekeeper teknologi layar lipat. Dari sisi finansial, momentum ini datang di waktu yang tepat. Samsung telah memproyeksikan lonjakan laba operasional signifikan, didorong oleh pemulihan pasar memori dan kontrak bernilai tinggi seperti ini. Bahkan, analis memperkirakan potensi Samsung melampaui Nvidia dalam perolehan profit global dal...

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Bagus, Tapi Harga Mahal

Momentum Windows on Arm kembali menguat seiring kesiapan generasi baru chipset dari Qualcomm, khususnya Snapdragon X2 Elite. Dengan performa yang diklaim kompetitif terhadap lini terbaru silikon Apple dan meningkatnya dukungan aplikasi native, platform ini mulai menunjukkan potensi keluar dari status “niche”. Secara teknis, fondasi memang semakin solid. Performa CPU dan efisiensi daya meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, sementara ekosistem software mulai beradaptasi. Semakin banyak developer yang melihat Windows on Arm sebagai platform serius, bukan sekadar eksperimen terbatas dengan kompatibilitas parsial. Namun, di balik progres tersebut, tantangan struktural masih membayangi. Sejumlah laporan komunitas mengindikasikan bahwa produsen laptop (OEM) justru memposisikan perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite di segmen premium. Strategi ini dinilai kontraproduktif, mengingat adopsi awal membutuhkan harga yang lebih agresif untuk membangun basis pengguna. Kasus peluncuran A...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Intel Tancap Gas. Siapkan Core Ultra Series 4 Nova Lake-HX

Intel kembali menyiapkan strategi agresif di segmen laptop performa tinggi lewat bocoran prosesor generasi terbaru, Core Ultra Series 4 “Nova Lake-HX”. Informasi dari leaker terpercaya mengindikasikan bahwa lini ini tidak sekadar refresh, melainkan lompatan arsitektural yang secara spesifik ditujukan untuk gaming notebook dan mobile workstation kelas berat. Berbeda dari varian mainstream “Nova Lake-H”, seri HX diposisikan sebagai platform dengan I/O lebih luas dan dukungan penuh untuk discrete GPU. Ini terlihat jelas dari konfigurasi inti yang jauh lebih kompleks.  Varian flagship disebut mengusung kombinasi 8 Performance core (P-core) berbasis arsitektur Coyote Cove dan 16 Efficiency core (E-core) berbasis Arctic Wolf, ditambah 4 low-power E-core (LPE) yang ditempatkan terpisah di SoC tile. Secara total, konfigurasi 8P+16E+4LPE ini menandai pendekatan heterogen yang semakin matang dalam desain CPU modern. Namun Intel tidak berhenti di satu konfigurasi. Varian performa menengah jug...