Langsung ke konten utama

Instagram Ternyata Simpan DM dan Foto Lama Setelah Dihapus Pengguna

Peneliti keamanan Saugat Pokharel mendapatkan bug bounty sebesar $6.000 setelah menemukan bahwa layanan Instagram menyimpan pesan dan foto di server Instagram, meskipun setelah pengguna menghapus foto yang bersangkutan.

Penemuan bukti tersebut dimungkinkan berkat alat pengunduh data milik Instagram, yang dirilis perusahaan pada tahun 2018 untuk mematuhi General Data Protection Regulation (GDPR).


Sebagai gambaran, Regulasi Perlindungan Data adalah regulasi dalam hukum Uni Eropa yang mengatur perlindungan data pribadi di dalam maupun di luar Uni Eropa. Regulasi perlindungan data terbaru yang diadopsi UE adalah Regulasi Umum Perlindungan Data Regulasi 2016/679 tanggal 27 April 2016.



Langkah yang dilakukan oleh Instagram tersebut merupakan praktik yang cukup standar bagi perusahaan untuk menyimpan data yang baru dihapus di server mereka hingga dapat dihapus dengan benar. Instagram mengatakan, mereka butuh waktu 90 hari untuk sepenuhnya menghapus data tersebut.

Akan tetapi, Saugat Pokharel dan para peneliti menemukan bahwa mereka masih dapat mengakses pesan dan foto yang dihapus lebih dari setahun yang lalu menggunakan alat pengunduhan data perusahaan.


Pokharel melaporkan masalah tersebut ke Instagram pada Oktober 2019, tetapi masalah tersebut baru diperbaiki awal bulan ini.

“Peneliti melaporkan masalah di mana gambar dan pesan Instagram yang dihapus seseorang akan disertakan dalam salinan informasi mereka jika mereka menggunakan alat Unduh Informasi Anda di Instagram,” klaim juru bicara Instagram. “Kami telah memperbaiki masalah tersebut dan tidak melihat bukti adanya penyalahgunaan. Kami berterima kasih kepada peneliti karena melaporkan masalah ini kepada kami," sebutnya.

Instagram sendiri berencana untuk menghapus akun yang mencurigakan, termasuk bot, dengan verifikasi melalui ID. Ide perusahaan adalah untuk mengontrol "potensi perilaku tidak autentik" mungkin untuk menghentikan jumlah pengikut palsu atau like dari akun bot.


Baca juga:

Perusahaan mengatakan, sebagian besar pengguna tidak akan terpengaruh oleh ini. Jadi Anda mungkin tidak akan mendapatkan perintah untuk menunjukkan ID Anda.

Namun jika jejaring sosial tersebut menemukan akun Anda mencurigakan, ia mungkin meminta Anda untuk mengirimkan KTP, dan Anda akan memiliki dua kesempatan untuk melakukannya. Selama peninjauan, Anda mungkin kehilangan akses ke akun Anda atau Instagram mungkin mengurangi visibilitas akun Anda.


Jika verifikasi Anda berhasil, akun Anda akan dipulihkan dan ID Anda akan dihapus dari server dalam 30 hari.

Disebutkan, Instagram juga ingin mengurangi informasi yang salah dan spam. Akan tetapi, sejauh ini sebagian besar kebijakan tersebut baru dilakukan untuk mengurangi bot dan akun palsu.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...