Langsung ke konten utama

Bahaya VPN Gratis Mengincar Netizen

VPN merupakan alat yang banyak digunakan oleh para pengguna agar tetap aman dan terjamin ketika berselancar secara online. Dan saat ini, telah banyak orang yang men-downloadnya di Playstore atau App store karena khawatir tentang privasi internet mereka.

Di sisi lain, kian hari kian banyak developer yang menciptakan layanan tersebut. Dan sampai saat ini, terdapat kurang lebih 1.000 VPN gratis yang menjanjikan untuk membuat Anda tetap secara online, tanpa biaya tambahan atau gratis.

Ini tentu saja kedengaran sangat menarik, namun malah menjurus ke too good to be true. Pasalnya, VPN merupakan perangkat lunak mahal karena rumit dan membutuhkan banyak investasi untuk mempertahankan kinerjanya. Perusahaan VPN juga harus mengikuti dunia privasi internet yang terus berubah setiap harinya.


Penyedia VPN gratis tentunya harus menanggung biaya dan menghasilkan keuntungan, di luar dari biaya para pengguna premium. Untuk itu, mereka menghasilkan pendapatan dari pelanggan mereka menggunakan alat dan trik tersembunyi.

Taktik ini tidak hanya berbahaya dan tidak jujur, tetapi juga sepenuhnya mengkhianati prinsip-prinsip VPN yang ada.

Seperti yang Anda akan lihat, menggunakan VPN gratis justru bisa membuat Anda kurang aman saat online dan bahkan dapat merusak seluruh pengalaman internet Anda. Padahal, salah satu tujuan utama VPN adalah untuk melindungi Anda dari peretas atau hacker.

Jadi, sangat mengkhawatirkan bahwa ada beberapa VPN yang justru sebenarnya mengandung malware yang merupakan salah satu risiko keamanan online terbesar saat ini. Apa saja bahaya VPN gratis yang siap mengancam netizen?

Adanya Malware
Sebuah studi terhadap 283 software VPN mengungkapkan bahwa banyak penyedia layanan VPN gratis mengandung malware di antaranya Betternet, SuperVPN, dan CrossVPN. Kurang lebih 38% VPN secara keseluruhan menunjukkan tanda-tanda infeksi dari malware. Adapun sebagian besar malware terkait dengan periklanan.

VPN gratis bergantung pada para penyedia iklan untuk pendapatannya. Ini sebabnya mengapa VPN yang membatasi data Anda cenderung lebih baik ketimbang VPN yang menawarkan produknya secara gratis. Lebih baik Anda menggunakan VPN premium yang menyediakan adblocker, perlindungan malware, dan bandwidth tak terbatas.

VPN dapat Melacak Aktivitas Online Anda
Hal ini mungkin merupakan pelanggaran terburuk yang dapat dilakukan VPN. Dan lebih mirisnya, hal ini merupakan hal yang paling umum yang dilakukan oleh para penyedia layanan VPN gratis. Padahal alasan utama Anda menggunakan VPN adalah untuk melindungi privasi Anda saat menjelajah internet.

Dengan demikian, sangat mengejutkan bahwa studi yang sama menemukan 72% VPN gratis menanamkan pelacak pihak ketiga dalam perangkat lunak mereka. Pelacak ini digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas online sehingga para pengiklan dapat mengetahui preferensi Anda dengan iklan yang akan mereka sajikan.

Baca juga:

Alih-alih memberikan Anda privasi, VPN justru melakukan hal yang sebaliknya, dengan mengumpulkan informasi Anda dan menjualnya kepada para penawar tertinggi.
Sementara beberapa VPN menyembunyikan fakta bahwa mereka menjual data Anda, yang lain mengakuinya dalam kebijakan privasi mereka sendiri. Kebijakan privasi  VPN Psiphon secara eksplisit menyatakan bahwa ia melacak aktivitas Anda dan memungkinkan pengiklan mengakses data jelajah Anda.

VPN Tidak Dapat Membuka Blokir Streaming
Saat ini, tidak ada VPN gratis yang secara andal akan membuka blokir Netflix, misalnya. Netflix - bersama dengan semua situs streaming populer menggunakan 'geoblock' terberat di dunia. Bahkan VPN premium berjuang untuk menerobosnya dan hanya sedikit yang berhasil.

Memotong geoblock Netflix membutuhkan sejumlah besar sumber daya dan penyedia VPN tidak akan memberikannya secara gratis.
Membatasi Jumlah Data yang Dapat Anda Gunakan
Seperti disebutkan di atas, beberapa VPN aplikasi gratis paling populer membatasi jumlah data yang dapat Anda gunakan. Mereka melakukan ini untuk memikat Anda, agar Anda beralih ke software versi premium mereka.

Banyaknya Iklan
Karena para pengguna VPN gratis tidak membayar langganan bulanan, penyedia jasa VPN  memerlukan cara lain untuk menghasilkan uang dari aplikasinya. Meskipun mereka menyatakan di situs web mereka bahwa mereka tidak menampilkan iklan yang mengganggu, pada kenyataannya, iklan muncul setiap kali Anda terhubung.


Munculnya iklan pada VPN menimbulkan masalah privasi pengguna. Dengan kata lain, jika VPN Anda menampilkan iklan, mereka mungkin juga berbagi aktivitas online Anda dengan pihak ketiga penyedia layanan iklan tersebut.

Menjual Bandwidth Anda
Selain membolehkan iklan, para pemilik VPN menemukan cara lain untuk menghasilkan uang dari pengguna versi gratis mereka.  Caranya, mereka membuat para pelanggan "membayar" menggunakan kekuatan pemrosesan perangkat yang mereka gunakan.

Bisa dikatakan, pada dasarnya, pengguna menjual bandwidth mereka untuk mendapatkan layanan VPN tersebut. Bandwidth dan kemampuan processing komputer atau smartphone pun dimanfaatkan untuk menambang bitcoin, misalnya. Belum lagi kalau Anda menjelajah internet menggunakan kuota data. Tanpa Anda sadari, tiba-tiba kuota Anda sudah habis. Kalau sudah begini, bukan salah di operator Anda bukan?

Bagaimana dengan VPN Premium?
Untungnya, Anda tidak perlu mengambil risiko menggunakan VPN gratis jika menggunakan layanan premium. Semua penyedia VPN premium terbaik menawarkan nilai luar biasa, dengan paket berlangganan hanya $1,99 sampai dengan $4 per bulan.

Dengan menginvestasikan  hanya beberapa dolar saja setiap bulan. Anda dapat menghindari bahaya yang telah kami sebutkan di atas dan menikmati banyak manfaat dari VPN premium seperti bandwidth yang tanpa batas.


Anda juga tidak akan mengalami pembatasan penggunaan internet. Selain itu perangkat Anda akan lebih terlindungi, fitur-fitur keamanan tingkat tinggi yang canggih untuk membuat Anda tetap aman dan kecepatan internet yang lebih cepat.

Sebagai pengguna internet, kita harus bijak dalam mengatur aplikasi apa saja yang diinstal pada perangkat kita sehingga tidak membuat kita rugi di masa depan. Salah satunya penggunaan VPN. Intinya, VPN premium akan lebih aman jika dibandingkan dengan VPN gratis.

Postingan Populer

Pentium Lebih Bagus dari Core i3. Seberapa Jauh?

Anda sedang mencari-cari laptop? Bingung memilih yang mana karena anggaran terbatas? Mungkin artikel kali ini bisa membantu Anda dalam menentukan pilihan. Khususnya saat Anda akan membeli laptop di kisaran harga Rp5-6 jutaan. Ya, dengan anggaran di bawah Rp6 juta, ada banyak pilihan laptop yang bisa Anda pilih. Laptop-laptop ini, khususnya laptop baru, bukan laptop bekas, tentunya menawarkan performa yang sudah sangat memadai untuk kebutuhan pekerjaan standar sehari-hari. Sebut saja, aplikasi office, browsing, meeting online ataupun multimedia sampai gaming sederhana bisa dilakukan. Pilihan merek dan spesifikasinya pun beragam. Namun ada fenomena menarik. Laptop di kisaran harga tersebut umumnya tersedia dengan dua pilihan prosesor. Intel Core i3-1005G1 ataupun Intel Pentium 7505. Memang ada juga model lain yang mengunakan prosesor AMD Ryzen 3-3250U misalnya. Namun kali ini, kita akan memberikan referensi, apakah Core i3 selalu lebih bagus daripada Pentium apalagi kalau harganya mirip-...

5 Situs Alternatif Google Translate

Google Translate mungkin sudah menjadi situs terjemahan paling populer dan banyak digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Namun, apakah Anda tahu bahwa ada situs terjemahan lain yang bisa menjadi alternatif dari Google Translate? Kalau Anda penasaran, beberapa situs terjemahan ini bahkan mungkin lebih akurat, cepat, dan mudah digunakan daripada Google Translate. Berikut ini adalah lima situs terjemahan alternatif dari Google Translate yang gratis bisa dipakai siapa saja. Apa saja? DeepL Translator DeepL Translator adalah situs terjemahan yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan mesin pembelajaran (machine learning) untuk menghasilkan terjemahan yang lebih alami, lancar, dan sesuai dengan konteks. Situs ini dapat menerjemahkan 26 bahasa, termasuk bahasa Inggris, Indonesia, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Belanda, Portugis, Rusia, Polandia, dan lain-lain. DeepL Translator juga memiliki fitur untuk menerjemahkan dokumen dalam format Word, PowerPoint, atau PDF tanpa men...

AI Belum Mampu Mendorong Minat Beli iPhone

Apple tampaknya masih menghadapi tantangan besar dalam menjadikan kecerdasan buatan sebagai alasan utama konsumen membeli iPhone baru. Berdasarkan survei terbaru UBS Evidence Lab terhadap lebih dari 7.500 pengguna smartphone di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, China, dan Jepang, minat membeli iPhone memang meningkat di beberapa negara, tetapi justru melemah di China. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi Apple Intelligence belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap permintaan pasar, terutama di salah satu pasar smartphone terbesar di dunia. Data survei menunjukkan niat membeli iPhone dalam satu bulan ke depan meningkat menjadi 20 persen di Amerika Serikat, naik menjadi 6 persen di Inggris, 4 persen di Jerman, dan 1 persen di Jepang. Sebaliknya, di China angka tersebut turun menjadi hanya 15 persen.  UBS juga mencatat rata-rata usia iPhone yang digunakan konsumen masih mencapai 22,9 bulan, mengindikasikan bahwa banyak pengguna memilih mempertahankan perangkat lamanya karena...

Perbandingan Intel Core 10th Gen vs 11th Gen

Intel akhirnya memperkenalkan prosesor generasi terbarunya yakni Intel Core generasi ke-11 yang disebut dengan TigerLake. Meski tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan prosesor mutakhir dari AMD yang sudah menggunakan metode fabrikasi 7 nanometer, namun prosesor 10 nanometer baru Intel tersebut menjanjikan lompatan performa yang lumayan. Ya, prosesor yang dibuat dengan teknologi yang disebut dengan SuperFin 10 nanometer tersebut menghadirkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan menghadirkan kenaikan performa hingga 20 persen. Yang menarik, Intel juga akhirnya menghadirkan upgrade signifikan pada chip grafisnya. GPU terintegrasi Intel HD, yang biasanya jadi bulan-bulanan, memang mendapatkan upgrade di seri 10th Gen lalu dengan Iris graphics. Tetapi tampak performanya belum terlalu memuaskan.  Semua berubah ketika TigerLake menyerang. Performa Iris Xe Graphics kini boleh diadu dengan grafis terdedikasi sekelas Nvidia GeForce MX350 sekalipun. Lumayan bukan? Kali ini kita akan...

AMD Hidupkan Kembali Ryzen Lama demi PC Murah

AMD kembali menghadirkan prosesor Ryzen generasi lama untuk segmen PC entry level di tengah melonjaknya harga komponen komputer. Perusahaan memperkenalkan kembali tiga prosesor lawas, yakni Ryzen 3 3100U, Ryzen 5 3501U, dan Ryzen 7 4700LE, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produsen laptop dan desktop berbiaya rendah. Seluruh prosesor tersebut masih mengandalkan memori DDR4 yang saat ini jauh lebih terjangkau dibanding DDR5. Keputusan ini dinilai sebagai respons terhadap kondisi pasar yang semakin sulit akibat kenaikan harga RAM dan SSD. Permintaan memori dari industri AI membuat produsen DRAM lebih memprioritaskan produksi memori berkapasitas tinggi untuk pusat data dibanding pasar PC konsumen. Akibatnya, harga DDR5 terus meningkat sehingga produsen kembali melirik platform DDR4 sebagai solusi ekonomis bagi perangkat kelas bawah. Meski demikian, langkah AMD juga memunculkan kritik. Ryzen 3 3100U masih menggunakan arsitektur Zen+ 12 nm yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 dan...