Langsung ke konten utama

Xiaomi Pocophone F2 Beredar 2020?

Kabar gembira bagi penggemar smartphone flagship murah. Xiaomi, sang produsen hape murah-meriah dan perusahaan di balik brand Pocophone, akan menghadirkan model terbaru dari smartphone fenomenalnya.

Ya, baru-baru ini tersiar kabar bahwa ada kemungkinan, salah satu produsen raksasa asal negeri Tiongkok tersebut akan menghadirkan Pocophone F2. Tak tanggung-tanggung, yang mencetuskan informasi tersebut adalah Alvin Tse, Head of Pocophone Global, melalui akun Twitternya.


Meski tweet yang bersangkutan sudah dihapus, namun demikian, Alvin, yang juga merupakan Country Manager Xiaomi Indonesia sempat mengutarakan bantahannya terkait rumor bahwa brand Pocophone akan dimatikan. Malah, ia menyebutkan bahwa akan ada banyak informasi terkait Poco di tahun 2020 mendatang.



Saat ini, Pocophone masih mempertimbangkan jenis produk seperti apa yang bakal diminati oleh pasar. Alvin pun mencontohkan Pocophone F1, yang mendapat sambutan hangat karena fokus pada kinerja. Seperti diketahui, meskipun menggunakan material plastik, perangkat tersebut menggunakan prosesor tercepat saat itu, yakni Qualcomm Snapdragon 845.



Selain itu, Poco pun sudah dikenal sebagai smartphone dengan harga terjangkau yang memiliki spesifikasi setara dengan ponsel flagship. Dan sektor inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Pocophone.

Baca juga:

Buktinya, selain diperkuat oleh chipset Snapdragon 845 dengan RAM berkapasitas 6GB hingga 8GB serta media penyimpanan 256GB, Pocophone F1 hadir dengan layar 6,18 inci. Layarnya sudah menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi 1080 x 2246 piksel. Layarnya juga dilindungi dengan Corning Gorilla Glass.

Meski dijual murah, untuk ukuran smartphone flagship saat itu, Pocophone F1 dibekali baterai dengan kapasitas 4.000mA yang juga mendukung teknologi Quick Charge milik Qualcomm Snapdragon.


Asal tahu saja, awalnya, Pocophone F1 diberitakan mendukung teknologi Quick Charge 3.0. Belakangan, disebutkan kalau Pocophone F1 ternyata sudah mendukung Quick Charge 4.0. Pocophone F1 pada kala itu memang memiliki kecepatan pengisian penuh kisaran 1 jam 40 menit. Hasil ini tergolong baik mengingat kapasitas baterai smartphone ini tergolong cukup besar.


Kabarnya, Xiaomi PocoPhone F2 akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 855, RAM 6 dan 8GB, storage 64GB sampai 256GB, layar AMOLED 6,2 inci resolusi Full HD+ dan kamera 48MP serta baterai 4.000mAh. Namun demikian, jika mengingat Snapdragon 855 merupakan CPU flagship di 2019, tampaknya PocoPhone F2 akan diperkuat oleh prosesor lebih baru yakni Qualcomm Snapdragon 865.

Menarik disimak apakah rumor tersebut benar adanya dan apakah harga PocoPhone F2 bisa murah seperti seri PocoPhone F1 yang harganya cuma Rp5 juta saja untuk versi tertingginya.

Postingan Populer

Militer AS Andalkan AI untuk Serang Iran

Militer AS kini mulai mengandalkan AI untuk mempercepat proses penentuan target serangan. Menurut laporan terbaru, United States Department of Defense mengklaim telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran hanya dalam empat hari. Tempo operasi yang sebelumnya hampir mustahil dicapai dengan proses militer tradisional. Di balik percepatan itu ada sistem analitik militer dari Palantir, yakni Maven Smart System, yang mengolah data dari drone, satelit, dan berbagai sensor medan perang. Sistem ini dipadukan dengan model AI dari Anthropic seperti Claude untuk menyusun rekomendasi target secara real-time. Perubahan utamanya ada pada kecepatan kill chain. Proses yang dulu membutuhkan analisis manusia berjam-jam kini dapat dipadatkan menjadi hitungan menit, atau bahkan detik. Masalahnya, percepatan ini datang dengan konsekuensi yang jarang dibahas secara jujur. Ketika target dihasilkan dan diproses pada kecepatan mesin, pengawasan manusia cenderung menjadi formalitas. Kesalahan kecil dalam da...

Review Lenovo V14 G4 IRU. Laptop Bisnis Terjangkau yang Serba Cukup

Segmen laptop bisnis entry-level selalu berada di posisi yang menarik sekaligus sulit. Di satu sisi, perangkat harus cukup andal untuk menunjang produktivitas harian seperti dokumen, spreadsheet, dan meeting online. Di sisi lain, harga yang ditekan membuat kompromi menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Lenovo melalui seri V14 mencoba menjawab kebutuhan tersebut. Dengan prosesor Intel Core i3 generasi ke-13, SSD NVMe, dan desain ringan, Lenovo V14 G4 IRU ini jelas ditujukan untuk pelaku UMKM, pelajar, hingga pekerja kantoran yang membutuhkan perangkat kerja tanpa biaya besar. Namun, pertanyaan pentingnya bukan sekadar “cukup atau tidak”, melainkan seberapa jauh kompromi yang harus diterima untuk mencapai harga tersebut? Ulasan kali ini akan coba sedikit membedahnya produk tersebut dari beberapa aspek. Desain Secara visual, Lenovo V14 tampil sederhana dengan balutan warna Iron Grey dan material PC-ABS. Ini bukan laptop yang mencoba tampil mewah, melainkan lebih ke arah utilitarian. Fin...

Smartphone Baterai Terbesar Segera Dirilis? 13.000mAh Cukup?

Rumor terbaru berhembus bahwa Honor tengah menyiapkan smartphone dengan baterai yang hampir terdengar berlebihan. Perangkat yang disebut sebagai Honor X80 GT dikabarkan akan membawa baterai 13.080 mAh. Jika benar, kapasitas ini jauh melampaui standar smartphone modern yang biasanya hanya berada di kisaran 5.000 mAh. Secara teori, ini berarti pengguna bisa melupakan charger selama berhari-hari. Namun secara praktis, pertanyaannya sederhana: seberapa besar dan berat ponsel ini nantinya? Honor sebenarnya sudah bereksperimen dengan baterai besar pada beberapa perangkat sebelumnya yang mendekati 10.000 mAh. X80 GT tampaknya mencoba melangkah lebih jauh, seolah ingin memenangkan lomba angka spesifikasi yang semakin absurd. Bandingkan dengan flagship dari Apple atau Samsung yang masih bermain di kapasitas jauh lebih kecil. Namun pendekatan mereka juga menunjukkan realitas desain: baterai besar selalu datang dengan kompromi pada ketebalan, berat, dan ergonomi. Memang ada perangkat ekstrem sepe...

PC Semakin Terpuruk. Harga Mahal Jadi New Normal?

Firma riset pasar IDC memangkas proyeksi pasar PC global dan memperingatkan bahwa industri menghadapi periode sulit hingga setidaknya 2027. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC global diperkirakan turun 11,3% tahun ini, jauh lebih buruk dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan 2,4%. Pasar tablet juga ikut melemah, dengan penurunan pengiriman sekitar 7,6%. Penyebab utamanya cukup klasik, kelangkaan memori dan gangguan rantai pasokan. Kenaikan harga komponen membuat produsen kesulitan memproduksi perangkat dalam skala besar sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Ironisnya, meski pengiriman turun, nilai pasar justru diperkirakan naik. IDC memperkirakan nilai pasar PC global bisa mencapai $274 miliar pada 2026, naik sekitar 1,6%, karena harga jual rata-rata perangkat terus meningkat. Dengan kata lain, industri mungkin akan menjual lebih sedikit PC, tetapi dengan harga lebih mahal. IDC juga memperingatkan bahwa masalah pasokan memori bisa bertahan hingga 202...

Siap-siap. Manusia dan AI Akan Berebutan Listrik!

Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan besar kemampuan AI bisa terjadi pada paruh pertama 2026. Menurut laporan terbaru mereka, para eksekutif di laboratorium AI besar di AS sudah memberi sinyal bahwa kemajuan berikutnya bisa “mengejutkan” banyak pihak. Salah satu indikatornya datang dari model terbaru OpenAI, yakni GPT-5.4 Thinking yang disebut mencapai 83% pada benchmark GDPVal, level yang diklaim sudah menyamai pakar manusia dalam sejumlah tugas ekonomi. Namun masalah terbesar bukan lagi algoritma. Masalahnya listrik. Morgan Stanley memperkirakan, di AS saja, bisa jadi akan timbul defisit daya 9-18 gigawatt hingga 2028, atau sekitar 12-25% di bawah kebutuhan komputasi AI. Dengan kata lain, industri mungkin tahu cara membangun AI yang lebih pintar, tetapi belum tentu punya cukup energi untuk menjalankannya. Solusi sementara mulai terlihat agak absurd. Bekas fasilitas mining kripto diubah menjadi pusat komputasi AI, lengkap dengan turbin gas untuk memberi makan rak server. Morga...