Langsung ke konten utama

Kelebihan Vivo V17 Pro. Kameranya Dahsyat!

Ada yang baru dari Vivo. Produsen smartphone terkemuka asal negeri Tiongkok tersebut menghadirkan generasi terbaru smartphone andalannya ke pasar Indonesia. Adalah Vivo V17 Pro, smartphone yang baru saja dihadirkan.

Yang menarik, tidak seperti seri-seri sebelumnya, Vivo V17 Pro hadir dengan konfigurasi dahsyat. Smartphone ini menggunakan enam buah lensa kamera di sekujur tubuhnya. Tercatat, ada empat kamera belakang dan dua kamera ditempatkan di depan.


Keenam kamera tersebut menggunakan spesifikasi yang berbeda. Empat kamera di belakang, terdiri dari kamera utama 48 megapiksel, kamera Super Wide-Angle 8 megapiksel, kamera sekunder 2 megapiksel dan kamera Super Macro 2 megapiksel. Kombinasi kamera utama dan sekunder yang disediakan dapat menghasilkan foto bokeh (latar buram) dengan instan.


Untuk kamera utamanya, sensor yang digunakan merupakan sensor berkualitas, yakni Sony IMX582 yang mampu menghasilkan foto hingga resolusi 48 MP. Berkat sensor Quad-Bayer, kamera utama tersebut mampu menghasilkan foto malam hari yang minim noise dan terang.

Adapun kamera Super Wide-Angle memungkinkan pengambilan foto dengan area yang luas, baik untuk mengambil foto pemandangan maupun tempat dengan banyak orang di dalamnya. Sementara kamera Super Macro memungkinkan pengguna memotret obyek dari jarak yang sangat dekat.

Sama seperti smartphone modern lainnya, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) Scene Detection telah hadir pada aplikasi kamera bawaan. Fitur ini memungkinkan vivo V17 Pro dapat menentukan scene atau skenario untuk menghasilkan foto terbaik.

Baca juga:

Tak hanya itu, buat mempercantik pemotretan di malam hari, fitur Super Night Mode pun telah dihadirkan pada perangkat. Hasilnya foto malam hari menjadi minim noise dan lebih terang dibandingkan dengan menggunakan Auto Mode.

Di depan, dua buah kamera yang digunakan memiliki konfigurasi 32 megapiksel untuk kamera utama dan 8 megapiksel untuk kamera Super Wide-Angle. Terdapat pula fitur Selfie Soft Light. Kamera utamanya mendukung fitur Super Night Selfie yang dapat menghasilkan foto selfie malam hari dengan wajah yang glowing.

Berkat kamera wide, smartphone ini mampu menghasilkan foto selfie dengan area yang luas atau wefie dengan banyak orang di dalamnya. Tentu saja ini membantu penggunanya untuk dapat menghasilkan foto wefie beramai-ramai, bersama keluarga atau teman-teman.

Kedua kamera depan tersebut menggunakan mekanisme pop-up yang membuatnya berada di bagian dalam smartphone. Nantinya kamera depan ini akan naik ke atas apabila penggunanya melakukan foto selfie.


Spesifikasi Vivo V17 Pro
Dengan penggunaan sistem pop-up, akhirnya layarnya mempunyai desain Ultimate All Screen yang benar-benar memenuhi bagian depan tanpa hadirnya poni atau punch hole sama sekali. Layarnya sendiri mempunyai lebar 6,44 inci dengan resolusi Full HD+ dan teknologi Super AMOLED.

Dengan digunakannya teknologi Super AMOLED, sensor fingerprint Vivo V17 Pro bisa ditempatkan di dalam layar. Selain itu, fitur Face Unlock juga telah disematkan pada perangkat ini yang memungkinkan pembukaan kunci dengan menggunakan wajah.

Dari sisi hardware, chipset Qualcomm Snapdragon 675 AIE Octa-Core digunakan sebagai dapur pacu smartphone. Prosesor ini memiliki performa yang bertenaga dan hemat dalam mengonsumsi daya baterai berkat proses pabrikasi 11nm.

Untuk mengimbangi kemampuan prosesor yang cepat dan hemat, Vivo memasang RAM raksasa, berkapasitas total 8GB dan storage internal 128GB. Duet CPU-RAM mumpuni tersebut membuat smartphone ini mampu menjalankan game atau aplikasi secara multi tasking dengan lancar.


Demi menopang daya seharian, Vivo V17 Pro punya kapasitas baterai yang besar yakni 4.100mAh. Meskipun belum sebesari smartphone lain yang biasanya berkapasitas 5.000 sampai 6.000mAh, tetapi Vivo menambahkan fitur Dual-Engine Fast Charging untuk pengisian cepat lewat port USB Type-C yang digunakan.

Lalu, berapa harganya? Di Indonesia, smartphone berbasis OS Android 9.0 Pie dengan interface Funtouch OS 9 tersebut dilepas di harga Rp5,699 juta. Menarik.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...