Langsung ke konten utama

Realme 2 Pro, Smartphone Kencang Termurah!

Secara Resmi, Realme 2 Pro, beserta dengan adiknya Realme 2, hadir di pasaran Indonesia pada 9 Oktober lalu. Smartphone dengan brand terbaru ini dirilis oleh Oppo untuk bersaing di pasar banting-bantingan harga, khususnya dengan Xiaomi, Pocophone, Honor, Infinix dan kawan-kawan.

Meskipun Realme 2 hadir dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp1.999.000 saja untuk sebuah smartphone HD+ 18:9 berukuran 6,2 inci dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 450 dengan RAM 3GB dan storage 32GB, namun Realme 2 Pro lah yang lebih menarik.


Pasalnya, smartphone ini sudah diperkuat oleh prosesor kencang Qualcomm yakni Snapdragon 660 lengkap dengan GPU Adreno 512 di dalamnya. Yang lebih menarik, smartphone Full HD+ berukuran layar 6,3 inci tersebut dipasarkan di harga yang sangat murah.


Ya, Realme 2 Pro versi 4GB RAM dan 64GB storage dijual di harga Rp2,899 juta saja. Versi 6GB/64GB storage-nya dijual di Rp3,299 juta. Adapun versi paling atas, dengan spesifikas RAM 8GB dan storage 128GB dijual di angka Rp3,699 juta.



Sebagai gambaran, Vivo V9 Pro, smartphone dengan spesifikasi Snapdragon 660 serta RAM/storage 6GB/64GB dijual di kisaran harga Rp3,699 sampai 3,899. Dengan harga yang Rp200 ribu lebih murah, kita bisa mendapatkan Realme 2 Pro dengan RAM lebih besar serta storage dua kali lipatnya.

Lebih mahal lagi adalah smartphone besutan Samsung. Dengan prosesor, kapasitas RAM dan storage yang sama, Samsung Galaxy A8 Star dijual di harga Rp5,7 jutaan. Ya, smartphone ini memang punya baterai lebih besar yakni 3.700mAh dan kamera depan 24MP dan belakang 24+16MP. Namun, harganya tentu membuat orang bisa berpikir dua kali, kecuali kalau dia memang fans berat Samsung.

Lalu, apa yang Anda dapatkan kalau membeli Realme 2 Pro?


Pertama, tentunya sebuah smartphone berdimensi relatif kompak dan bobot hanya 174 gram. Body-nya memang terbuat dari plastik. Tapi jangan salah. Layar jenis LCD IPS capacitive tersebut sudah dibalut lapisan Corning Gorilla Glass 3 yang sudah cukup mumpuni untuk menahan goresan yang mungkin akan muncul di layar.


Sistem operasi Android 8.1 Oreo berlaips Color OS 5.2 sudah disajikan di dalamnya. Adapun untuk memotret, tersedia kamera 16MP dengan f/1.7 dan kamera bokeh 2MP, serta kamera selfie 16MP dengan f/2.0.

Dengan baterai berkapasitas lumayan besar, yakni 3.500mAh dan bisa diisi dengan cepat menggunakan adapter 2A/5V 10W,  smartphone dengan konektivitas micro USB 2.0 ini juga mendukung fingerprint, Wifi 802.11 ac dan Wifi direct.


Dengan melihat fitur yang tersedia padanya, tak salah kalau kita bisa sebut smartphone ini sebagai salah satu smartphone dengan kinerja tercepat tetapi juga sekaligus yang termurah saat ini. Yang lebih cepat, banyak. Yang lebih murah, juga banyak. Tapi biasanya tidak cepat secepat Realme 2 Pro.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Konfirmasi. Apple Berhenti Produksi Mac Pro

Apple akhirnya mengakhiri perjalanan salah satu lini desktop paling ikoniknya:,Mac Pro. Tanpa seremoni besar, perangkat yang dulu jadi simbol workstation kelas atas itu kini hilang dari situs resmi, dengan halaman pembelian dialihkan ke lini Mac lainnya.  Lebih lanjut, Apple disebut tidak memiliki rencana untuk generasi penerus untuk model ini, sebuah keputusan yang menandai perubahan strategi yang cukup drastis. Mac Pro terakhir kali diperbarui pada 2023 dengan chip M2 Ultra, namun sejak itu praktis stagnan. Di saat yang sama, Mac Studio justru melaju cepat dengan adopsi M3 Ultra, membawa performa lebih tinggi dalam form factor yang jauh lebih ringkas dan efisien. Dalam konteks ini, Mac Pro terlihat semakin sulit dipertahankan. Ia mahal, besar, tetapi tidak lagi unggul. Secara teknis, keputusan ini masuk akal. Arsitektur Apple Silicon mengurangi ketergantungan pada ekspansi modular yang dulu menjadi alasan utama eksistensi Mac Pro. Ditambah lagi, fitur seperti RDMA over Thunderbol...

IBM dan Arm Kolaborasi Bangun Hardware AI, Fleksibel atau Sekadar Strategi Baru?

IBM dan Arm resmi mengumumkan kolaborasi strategis untuk mengembangkan platform hardware dual-architecture. Rencana tersebut merupakan sebuah langkah yang diklaim akan menjawab kebutuhan baru enterprise di era AI.  Di atas kertas, ini terdengar seperti evolusi logis, menggabungkan kekuatan sistem enterprise IBM dengan efisiensi arsitektur Arm. Namun di balik jargon “fleksibilitas” dan “ekosistem terbuka”, ada dinamika industri yang lebih kompleks. IBM mendorong narasi integrasi end-to-end dari silikon hingga software dengan mengandalkan platform seperti Telum II dan Spyre Accelerator untuk membawa AI dari sekadar eksperimen ke operasi bisnis inti. Sementara itu, Arm menawarkan proposisi yang lebih “netral” yakni efisiensi daya, skalabilitas, dan ekosistem software luas yang selama ini menjadi daya tarik utamanya di data center modern. Kolaborasi ini pada dasarnya mencoba menjembatani dua dunia yang sebelumnya berjalan paralel yakni sistem enterprise yang konservatif dan ekosistem A...

Nvidia Update Driver. Atasi Bug dan Dukung DLSS di Game Baru

Nvidia kembali merilis hotfix driver GeForce 596.02, hanya berselang singkat dari driver 595.97 WHQL yang justru memicu masalah stuttering. Langkah ini menunjukkan pola yang makin sering terjadi yakni pembaruan cepat untuk menambal bug yang muncul dari update sebelumnya. Reaktif, tapi sekaligus menandakan kualitas rilis yang kurang matang. Secara resmi, bug stuttering disebut hanya berdampak pada Arknights: Endfield. Namun fakta bahwa Nvidia merasa perlu merilis hotfix khusus mengindikasikan dampaknya lebih luas atau cukup mengganggu pengalaman bermain.  Seperti biasa, Nvidia menyebut driver hotfix hanya opsional. Artinya, pengguna di luar game tersebut mungkin lebih baik menahan diri daripada ikut terseret siklus update yang belum stabil. Di sisi lain, driver sebelumnya tetap membawa nilai penting, termasuk dukungan untuk Crimson Desert dan Death Stranding 2: On the Beach. Namun ironi muncul ketika perbaikan bug justru membuka masalah baru. Ini menjadi kritik lama terhadap ekosist...

Siap-siap, GTA VI Sudah Semakin Dekat Dirilis!

Rockstar Games tampaknya membawa Grand Theft Auto VI ke fase paling krusial, yakni tahap akhir pengembangan. Indikasinya cukup jelas, rekrutmen besar-besaran untuk quality assurance (QA), yang dalam siklus industri game biasanya menandai pergeseran dari pembangunan konten ke fase polishing dan stabilisasi. Di tahap ini, fokus bukan lagi menambah fitur, melainkan memastikan semuanya bekerja tanpa cacat. Untuk game berskala GTA VI, itu berarti siklus pengujian berlapis. Mulai dari regression testing, validasi kompatibilitas lintas platform, hingga tuning performa pada berbagai konfigurasi hardware.  Dengan kompleksitas open-world modern, fase ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan mendekati satu tahun. Rekrutmen QA yang dikaitkan dengan Rockstar India memperkuat gambaran bahwa proyek ini memasuki tahap validasi skala besar. Dengan estimasi sekitar 1.600 pengembang terlibat di India saja, Rockstar mengandalkan model produksi terdistribusi, memungkinkan pengembangan paralel pada...