Langsung ke konten utama

Review Asus ZenPower Slim, Powerbank Tipis 3.000mAh

Tak hanya bermain di pasar smartphone, Asus juga sudah cukup lama ikut meramaikan pasar perangkat pendukung ponsel pintar. Khususnya perangkat pemasok daya, alias powerbank. Pertamakali hadir di pertengahan 2015, Asus telah menghadirkan berbagai macam produk andalannya ke pasaran Indonesia.

Di awal 2018, produsen asal Taiwan tersebut kembali menghadirkan update terhadap lini aksesoris di atas. Namun, ada satu hal yang berbeda pada rangkaian powerbank yang dihadirkan. Dibanding varian terdahulu, ZenPower yang dirilis lebih mengutamakan desain yang kompak, tipis dan ringan. Bukan lagi melulu kapasitas.


Kalau powerbank generasi sebelumnya hadir dengan kapasitas minimum 9.600mAh, 10.050mAh, 20.100mAh bahkan sampai 26.800mAh, kali ini yang dihadirkan adalah powerbank berkapasitas mulai dari 3.000mAh.


Logikanya, baterai smartphone Asus terkenal berkapasitas besar, yakni 5.000mAh dan juga bisa menjadi powerbank. Tentunya, kalau sudah begini, buat apa lagi membawa powerbank cadangan dengan kapasitas baterai besar tapi bobotnya berat. Kalau butuh energi darurat, charge saja dengan ZenFone Max. Tidak punya ZenFone Max? Nah, barulah pakai ZenPower Slim.

Desain
Dari sisi desain, Asus ZenPower Slim merupakan powerbank super tipis dan stylish. Ia sangat mudah dibawa-bawa ke manapun kita pergi, dan mudah dikantongi, bahkan di saku celana jeans yang ketat. Bentuknya yang ergonomis, dengan pattern hairline di body-nya membuat perangkat ini nyaman digenggam.

Meski tipis dan minimalis, Asus masih menyediakan fungsi yang sangat bermanfaat pada powerbank ini, yakni senter, lewat lampu LED yang disediakan. Pancaran sinarnya cukup terang saat digunakan ketika mati lampu, atau malam hari yang gelap.

Meski tipis, Asus juga tidak melupakan faktor pengamanan. Dengan Asus PowerSafe Technology, pengguna dapat melakukan pengisian ulang smartphone atau gadgetnya tanpa perlu khawatir.



Ada 6 teknologi pengamanan yang diimplementasikan. Mulai dari temperature protection, short circuit protection, input over voltage protection, output over voltage protection, over charge / over discharge protection dan output over current protection. Untuk charging, berhubung powerbank minimalis, hanya tersedia satu port USB di sana. Adapun port micro USB digunakan untuk mengisi powerbank



Spesifikasi
Battery Type Rechargeable Li-Polymer Cell
Input Power 5V/1A
Output Power 5.1V/1A
Capacities 3.85V/3000 mAh
Rating Capacities 5.1V/1700mAh
Charging Time <4.5 hours with DV 5V/1A standard cable
Safety BSMI, PSE, CE, FCC, EAC ,UL
Dimensions 115 x 71 x 8.3 mm
Weight 92g
Color White/Black

Pengujian
Pada kemasan penjualannya, Asus ZenPower Slim ABTU015 hanya menyediakan manual panduan penggunaan, lembar garansi dan kabel USB untuk charging. Saat dibuka dari boks dan ditekan tombol powernya, ada 2 indikator LED yang menyala. Artinya, ia masih menyimpan energi hingga 85 persen.

Sebagai informasi, jika LED indikator menyala tiga buah, kondisi baterai berada di 85 sampai 100%. Adapun jika satu saja, maka kondisi baterai tersisa 5 sampai 30%. Tetapi jika LED indicator hanya menyala satu buah dan kelap kelip, artinya baterai kurang dari 5 persen. Untuk mulai melakukan charging, pengguna tinggal menghubungkan smartphone atau gadget yang ingin diisi ulang ke port USB. Setelah itu, tekan tombol power yang ada di sisi kanan untuk mulai pengisian.

Baca juga:
Saat pengujian, jika smartphone atau gadget yang disambungkan memiliki arus input yang lebih besar daripada kemampuan output ZenPower Slim yang 5.1V/1A, maka LED indikatornya berkurang 1. Misalnya ia sebenarnya masih 100%, namun smartphone yang akan diisi memiliki kemampuan arus input yang lebih besar dari 1A, maka LED indicator yang menyala hanya 2.

Untuk mengetahui kondisi baterai yang tersisa, cukup tekan tombol power tanpa menghubungkan gadget ke powerbank. Adapun untuk menyala-matikan senter, tekan power dua kali secara berurutan.


Berikut ini screenshot pasokan arus yang diterima Asus Zenfone 3 ZE552KL (baterai 3.000mAh) yang kami gunakan untuk menguji coba powerbank. Arus yang masuk mencapai 710mA. Cukup lumayan dibandingkan jika kita melakukan pengisian ulang smartphone lewat port USB 3.0 yang hanya menghantarkan sekitar 160mA. Dari pengujian, baterai smartphone bisa terisi hingga sekitar 87 persen setelah sekitar 2 jam pengisian.

 

Kesimpulan
Berhubung kapasitasnya tidak besar, Asus ZenPower Slim ini memang bukan powerbank yang bisa digunakan seharian. Fungsinya lebih ke pemasok daya cadangan saat Anda berada dalam kondisi darurat. Dari pengujian yang kami lakukan powerbank ini nyaman dibawa-bawa ke manapun kita pergi tanpa memenuhi tas ataupun kantong dengan bentuknya yang besar.

Postingan Populer

Siap-siap. Manusia dan AI Akan Berebutan Listrik!

Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan besar kemampuan AI bisa terjadi pada paruh pertama 2026. Menurut laporan terbaru mereka, para eksekutif di laboratorium AI besar di AS sudah memberi sinyal bahwa kemajuan berikutnya bisa “mengejutkan” banyak pihak. Salah satu indikatornya datang dari model terbaru OpenAI, yakni GPT-5.4 Thinking yang disebut mencapai 83% pada benchmark GDPVal, level yang diklaim sudah menyamai pakar manusia dalam sejumlah tugas ekonomi. Namun masalah terbesar bukan lagi algoritma. Masalahnya listrik. Morgan Stanley memperkirakan, di AS saja, bisa jadi akan timbul defisit daya 9-18 gigawatt hingga 2028, atau sekitar 12-25% di bawah kebutuhan komputasi AI. Dengan kata lain, industri mungkin tahu cara membangun AI yang lebih pintar, tetapi belum tentu punya cukup energi untuk menjalankannya. Solusi sementara mulai terlihat agak absurd. Bekas fasilitas mining kripto diubah menjadi pusat komputasi AI, lengkap dengan turbin gas untuk memberi makan rak server. Morga...

Smartphone Baterai Terbesar Segera Dirilis? 13.000mAh Cukup?

Rumor terbaru berhembus bahwa Honor tengah menyiapkan smartphone dengan baterai yang hampir terdengar berlebihan. Perangkat yang disebut sebagai Honor X80 GT dikabarkan akan membawa baterai 13.080 mAh. Jika benar, kapasitas ini jauh melampaui standar smartphone modern yang biasanya hanya berada di kisaran 5.000 mAh. Secara teori, ini berarti pengguna bisa melupakan charger selama berhari-hari. Namun secara praktis, pertanyaannya sederhana: seberapa besar dan berat ponsel ini nantinya? Honor sebenarnya sudah bereksperimen dengan baterai besar pada beberapa perangkat sebelumnya yang mendekati 10.000 mAh. X80 GT tampaknya mencoba melangkah lebih jauh, seolah ingin memenangkan lomba angka spesifikasi yang semakin absurd. Bandingkan dengan flagship dari Apple atau Samsung yang masih bermain di kapasitas jauh lebih kecil. Namun pendekatan mereka juga menunjukkan realitas desain: baterai besar selalu datang dengan kompromi pada ketebalan, berat, dan ergonomi. Memang ada perangkat ekstrem sepe...

PC Semakin Terpuruk. Harga Mahal Jadi New Normal?

Firma riset pasar IDC memangkas proyeksi pasar PC global dan memperingatkan bahwa industri menghadapi periode sulit hingga setidaknya 2027. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC global diperkirakan turun 11,3% tahun ini, jauh lebih buruk dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan 2,4%. Pasar tablet juga ikut melemah, dengan penurunan pengiriman sekitar 7,6%. Penyebab utamanya cukup klasik, kelangkaan memori dan gangguan rantai pasokan. Kenaikan harga komponen membuat produsen kesulitan memproduksi perangkat dalam skala besar sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Ironisnya, meski pengiriman turun, nilai pasar justru diperkirakan naik. IDC memperkirakan nilai pasar PC global bisa mencapai $274 miliar pada 2026, naik sekitar 1,6%, karena harga jual rata-rata perangkat terus meningkat. Dengan kata lain, industri mungkin akan menjual lebih sedikit PC, tetapi dengan harga lebih mahal. IDC juga memperingatkan bahwa masalah pasokan memori bisa bertahan hingga 202...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Prosesor Server AMD Laku Keras, Kapasitas Produksi Tak Memadai

Demam AI ternyata tidak hanya menguntungkan GPU. Permintaan CPU server juga melonjak tajam, bahkan melampaui perkiraan industri. Hal ini diakui langsung oleh CEO Lisa Su yang menyebut lonjakan permintaan prosesor server sebagai sesuatu yang “di luar ekspektasi”. Dalam konferensi Morgan Stanley, Su mengungkap bahwa pelanggan besar AMD kini menyadari satu hal penting, sistem AI tidak bisa hanya mengandalkan GPU. Infrastruktur AI tetap membutuhkan CPU dalam jumlah besar untuk menangani orkestrasi sistem, manajemen data, dan berbagai proses komputasi pendukung. Akibatnya, permintaan prosesor server seperti AMD EPYC meningkat drastis. Bahkan, menurut Su, banyak pelanggan yang sebelumnya salah menghitung kebutuhan CPU di dalam infrastruktur AI mereka. Situasi ini membuat rantai pasokan AMD mulai terasa ketat. Lonjakan permintaan dalam beberapa kuartal terakhir membuat kapasitas produksi sulit mengejar kebutuhan pasar. AMD kini bekerja sama dengan mitra manufaktur untuk menambah kapasitas dan...