Rockstar Games membutuhkan waktu lebih dari 13 tahun untuk menyiapkan Grand Theft Auto VI sejak peluncuran GTA V. Game yang dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S itu melewati proses pengembangan panjang, mulai dari perubahan prioritas proyek hingga pencarian arah kreatif yang lebih jelas.
Menurut laporan Bloomberg yang ditulis Jason Schreier, Rockstar sempat berencana mengembangkan GTA VI dan Red Dead Redemption 2 secara bersamaan. Namun, ambisi tersebut sulit dipertahankan ketika skala dan kompleksitas Red Dead Redemption 2 terus meningkat. Rockstar akhirnya mengalihkan sebagian besar sumber daya pengembangannya ke game bertema koboi tersebut, sehingga pengerjaan GTA VI baru berjalan lebih serius pada 2019.
Periode awal pengembangan GTA VI juga diwarnai ketidakpastian mengenai visi utama game. Schreier melaporkan bahwa selama tiga hingga empat tahun pertama, tim belum sepenuhnya menyepakati arah proyek. Rob Nelson, Aaron Garbut, dan Phil Hooker sama-sama memegang jabatan kepala pengembangan, sebuah pengaturan yang disebut berkaitan dengan sulitnya mencapai keputusan di internal tim.

Salah satu persoalan kreatifnya adalah menentukan seberapa jauh realisme Red Dead Redemption 2 perlu diterapkan pada game berlatar dunia kriminal modern. Detail simulasi yang membuat dunia terasa hidup belum tentu cocok untuk permainan yang mengandalkan aksi cepat dan kekacauan khas Grand Theft Auto. Pandemi COVID-19 turut mengganggu proses pengembangan yang sudah kompleks, sebelum arah proyek dilaporkan mulai lebih solid sekitar 2022.
Perhatian Rockstar terhadap detail tetap menjadi bagian penting dari GTA VI. Salah satu contohnya adalah sistem keringat yang membuat karakter seperti Jason dan Lucia berkeringat sesuai intensitas aktivitas fisik mereka. Menurut laporan Schreier, karakter dapat terlihat semakin berkeringat ketika menari lebih intens di klub malam. Detail tersebut menggambarkan pendekatan simulasi yang menjadi ciri khas Rockstar, meski dampaknya terhadap pengalaman bermain secara keseluruhan masih perlu dinilai setelah game dirilis.
Rockstar juga berupaya menghindari budaya kerja lembur ekstrem atau crunch yang banyak dikaitkan dengan pengembangan Red Dead Redemption 2. Perusahaan memperketat penjadwalan dan memperbesar timnya. Jumlah karyawan meningkat dari 2.441 orang pada 2018 menjadi 4.711 orang pada Agustus 2026, menurut laporan yang dikutip sumber.
Rockstar berharap mesin game dan perangkat produksi yang dikembangkan untuk GTA VI dapat mempercepat pengerjaan proyek-proyek berikutnya. Namun, belum jelas seberapa besar efisiensi tersebut akan terwujud. Untuk saat ini, GTA VI menjadi ujian bagi Rockstar dalam menyeimbangkan ambisi teknis, kualitas dunia terbuka, dan keberlanjutan proses pengembangan. Versi PC belum memiliki jadwal rilis resmi; kabar peluncuran pada awal 2027 masih sebatas rumor.
