Western Digital (WD) mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, didorong permintaan penyimpanan data yang tinggi dan kenaikan harga produk. Di tengah tekanan biaya komponen yang membebani produsen PC, perusahaan penyimpanan tersebut justru menikmati pertumbuhan pendapatan dan margin keuntungan yang signifikan.
Untuk kuartal yang berakhir pada 2 Oktober 2026, Western Digital membukukan pendapatan sebesar US$4,38 miliar, naik 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 17% dari kuartal sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa juga naik 54% secara tahunan menjadi US$1,78 miliar. Sementara itu, laba per saham terdilusi berdasarkan standar GAAP meningkat 51% menjadi US$4,63.
Kinerja berdasarkan penyesuaian non-GAAP menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Laba per saham yang disesuaikan melonjak 161% menjadi US$4,64, sedangkan pendapatan operasional yang disesuaikan naik 152% menjadi US$2,15 miliar. Angka non-GAAP mengecualikan sejumlah biaya dan keuntungan tertentu, sehingga perlu dibedakan dari hasil berdasarkan standar akuntansi GAAP.

Margin keuntungan turut menguat. Margin laba kotor GAAP mencapai 57,8%, dibandingkan 43,5% setahun sebelumnya. Sementara itu, margin laba kotor yang disesuaikan meningkat dari 43,9% menjadi 58,1%. Margin operasional yang disesuaikan mencapai 49,1%, menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan turut diikuti peningkatan profitabilitas.
CEO Western Digital, Irving Tan, mengatakan hasil tersebut melampaui ekspektasi berkat permintaan pelanggan yang kuat dan pelaksanaan strategi perusahaan yang disiplin. CFO Kris Sennesael menambahkan bahwa pertumbuhan volume penyimpanan dalam satuan exabyte dan perbaikan harga menjadi faktor penting di balik kinerja keuangan perusahaan.
Arus kas juga menunjukkan penguatan. Western Digital menghasilkan arus kas operasional sebesar US$1,60 miliar dan arus kas bebas sebesar US$1,38 miliar, naik dari US$599 juta pada periode tahun sebelumnya. Perusahaan menyatakan terus menjalankan transisi teknologi untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan yang meningkat, memperluas basis pelanggan, serta memperoleh visibilitas pesanan jangka panjang yang lebih baik.
Untuk kuartal berikutnya, WD memperkirakan pendapatan mencapai US$5,1 miliar, dengan toleransi US$100 juta. Proyeksi tersebut setara dengan pertumbuhan tahunan sekitar 66-72%. Margin laba kotor non-GAAP diperkirakan berada di kisaran 60-61%, sementara laba per saham yang disesuaikan diproyeksikan mencapai US$5,80, dengan toleransi US$0,20.
Western Digital juga menaikkan dividen kuartalan sebesar 17% menjadi US$0,175 per saham. Pembayaran dijadwalkan pada 17 Desember 2026 bagi pemegang saham yang tercatat pada penutupan perdagangan 4 Desember. Meski proyeksi berikutnya menunjukkan optimisme manajemen, realisasinya tetap bergantung pada kondisi permintaan, harga, dan dinamika pasar penyimpanan data.
