التخطي إلى المحتوى الرئيسي

5 Rutinitas Harian Pemilik Toko yang Menjalankan Omnichannel Ecommerce

Pemilik toko yang menjalankan Mekari Desty sebagai pilihan alternatif untuk bisnis omnichannel menghadapi tantangan besar dalam mengawasi aktivitas di toko fisik, marketplace, dan media sosial sekaligus dalam satu hari. Hal ini sering membuat pengambilan keputusan harian tertunda karena data yang tersebar di berbagai kanal sulit diintegrasikan secara cepat. 

Kosongnya barang di rak umumnya bersumber dari persoalan di level toko itu sendiri, mulai dari proses pesan dan rencana yang kurang tepat. Dengan demikian, rutinitas harian pemilik toko sangat berpengaruh terhadap ketersediaan barang. 

Menjawab kebutuhan tersebut, aplikasi stok barang dibutuhkan agar rutinitas tersebut dapat berjalan terstruktur. Rutinitas yang diperlukan sebenarnya singkat dan mudah dilakukan, asalkan dijalankan setiap hari secara konsisten. Berikut ini lima rutinitas harian penting yang biasa dijalankan pemilik toko omnichannel ecommerce.

1. Membaca Ringkasan Penjualan Semua Kanal di Pagi Hari

Ringkasan penjualan dari hari sebelumnya menjadi titik awal bagi pemilik toko untuk membuat keputusan hari ini. Informasi lengkap soal omzet per kanal, produk terlaris, dan pesanan yang belum dikirim menjadi bahan evaluasi utama. 

Membandingkan penjualan antar kanal pun memberikan gambaran pergeseran permintaan lebih awal, misalnya produk tertentu yang mulai ramai peminatnya di satu kanal setelah dipromosikan lewat konten media sosial. Melalui data ini, pemilik toko dapat mengantisipasi stok dan strategi penjualan secara tepat waktu. 

2. Memeriksa Produk Terlaris yang Mendekati Batas Stok

Produk terlaris biasanya paling cepat habis, dan jika kosong akan memberi dampak signifikan terhadap penjualan. Oleh sebab itu, pemilik toko perlu memperhatikan ambang batas pemesanan ulang yang dihitung dari rata-rata penjualan harian dikalikan lead time atau waktu tunggu dari supplier.

Daftar produk yang mendekati batas stok tersebut kemudian langsung dijadikan rencana pesanan. Pemeriksaan ini paling difokuskan pada kelompok produk dengan kontribusi omzet terbesar, agar stok selalu terjaga dan penjualan tidak terganggu. 

3. Mencocokkan Stok Toko Fisik dengan Etalase Online

Penjualan di kasir toko fisik dan penjualan online biasanya menarik barang dari stok yang sama. Jika stok antara keduanya tidak cocok, etalase online bisa saja masih menampilkan produk sebagai tersedia padahal sudah habis terjual di toko.

Untuk itu, pencocokan singkat perlu dilakukan setiap hari pada beberapa produk bernilai tinggi sebagai langkah cepat mendeteksi perbedaan stok. Dengan cara ini, selisih stok bisa segera diketahui dan penyebabnya dapat ditelusuri sebelum menimbulkan masalah bagi pelanggan.

4. Meninjau Pesanan Bermasalah dan Pembatalan

Pembatalan dan keterlambatan pengiriman berpengaruh pada penilaian toko, terutama di marketplace. Oleh karena itu, pemilik toko sebaiknya mengetahui penyebab tiap pesanan bermasalah secara langsung, bukan hanya berdasarkan laporan dari admin.

Pola dan penyebab yang berulang bisa menunjukkan titik lemah pada operasional toko. Misalnya, pembatalan karena stok kosong yang sering terjadi di kanal yang sama menjadi sinyal agar perbaikan segera dilakukan supaya pelanggan tidak kecewa.

5. Menyusun Keputusan Pembelian untuk Hari Berikutnya

Keputusan pembelian sebaiknya disusun berdasarkan data penjualan dari semua kanal, bukan hanya dari kesan saat melihat rak yang kosong. Pendekatan ini memastikan jumlah pesanan ke supplier sesuai dengan permintaan nyata.

Selain itu, pemesanan dalam jumlah kecil tetapi dengan frekuensi lebih sering dapat menurunkan modal yang tertahan di stok. Namun, strategi ini juga punya batasan karena dapat meningkatkan beban administrasi dan biaya pengiriman untuk masing-masing pesanan.

Kelima rutinitas di atas menunjukkan bahwa menjaga stok pada bisnis omnichannel ecommerce sebenarnya bukan soal seberapa sering pemilik toko turun tangan, melainkan seberapa konsisten data dari semua kanal dibaca dan ditindaklanjuti setiap hari. Mulai dari membaca ringkasan penjualan di pagi hari, memeriksa produk yang mendekati batas stok, hingga menyusun keputusan pembelian, semuanya membutuhkan satu sumber data yang bisa diandalkan setiap saat. 

Oleh karena itu, pemilik toko yang menjalankan bisnis di banyak kanal sekaligus membutuhkan platform yang dapat menyatukan data penjualan dan stok dari semua kanal dalam satu tempat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pertimbangkan untuk gunakan software seperti Mekari Desty.

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace untuk membantu pebisnis online, admin e-commerce, dan tim operasional menyederhanakan dan mengelola operasional penjualan multi-channel dalam satu sistem terpusat secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Jurnal, Mekari Expense, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari POS, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.

المشاركات الشائعة

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus Googlebook 14 Hadir dengan Panther Lake, RAM 64GB, OLED 3K dan Bobot Kurang dari 1Kg

Asus memperluas jajaran Googlebook dengan menghadirkan Googlebook 14, laptop ultraportabel yang mengandalkan prosesor Intel Panther Lake atau Core Ultra Series 3. Perangkat ini menarik perhatian bukan hanya karena bobotnya yang berada di bawah 1kg, tetapi juga karena membawa konfigurasi mewah hingga RAM 64GB, SSD 1TB, layar OLED 3K 120Hz, serta baterai 70Wh. Dari sisi desain, Asus menggunakan sasis berbahan magnesium-aluminium hasil proses CNC dengan bobot sekitar 0,99 kg. Material tersebut dipadukan dengan warna Dusk Ash dan teknologi Nano Ceramic yang diklaim membantu melindungi permukaan dari goresan, noda, dan abrasi. Laptop serupa ExpertBook Ultra ini juga memenuhi standar ketahanan MIL-STD-810H, meski sertifikasi tersebut tidak otomatis berarti perangkat kebal terhadap seluruh jenis kerusakan dalam penggunaan sehari-hari. Di sektor performa, Googlebook 14 tersedia dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 355 dari keluarga Panther Lake. Konfigurasi yang disebutkan juga mencakup C...

Micron Stop GDDR7 2GB, Fokus Produksi Chip GDDR7 3GB

Micron dikabarkan mulai menghentikan produksi chip GDDR7 2GB (16Gb) dan mengalihkan kapasitas produksinya ke chip GDDR7 3GB (24Gb). Menurut laporan industri yang dikutip HWBuster, perubahan ini terjadi ketika permintaan memori untuk infrastruktur AI terus melonjak. Bagi pasar GPU, keputusan tersebut menunjukkan bahwa persaingan mendapatkan kapasitas produksi memori semakin ketat, dengan kebutuhan AI menawarkan nilai ekonomi yang lebih menarik bagi produsen. Peralihan dari GDDR7 2GB ke 3GB sebenarnya membawa keuntungan bagi produsen kartu grafis. Dengan jumlah chip yang sama, kapasitas VRAM dapat dibuat lebih besar. Delapan chip GDDR7 2GB, misalnya, menghasilkan konfigurasi 16GB, sedangkan delapan chip 3GB secara teoritis dapat menyediakan 24GB. Namun, jangan buru-buru menganggap kartu grafis 24GB akan segera membanjiri pasar. Kapasitas VRAM tetap ditentukan oleh memory bus, desain PCB, memory controller, konfigurasi paket, segmentasi produk, dan tentu saja strategi harga. Masalah yang ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...