Langsung ke konten utama

Setting Wajib Setelah Beli HP Baru Biar Makin Ngebut dan Awet Baterainya

Baru beli HP baru tapi kok kerasa masih agak "berat" pas dipakai? Wajar, karena banyak HP keluar dari pabrik dengan setelan yang belum optimal misalnya animasi berlebihan, aplikasi bawaan yang jarang dipakai, sampai fitur latar belakang yang diam-diam makan resource. 

Berikut checklist yang bisa kamu terapkan langsung, nggak perlu keahlian teknis tinggi.

1. Uninstall atau nonaktifkan bloatware

Hampir semua HP baru datang dengan aplikasi bawaan yang jarang dipakai, mulai dari aplikasi vendor sendiri sampai aplikasi pihak ketiga yang di-bundle. Masuk ke Pengaturan > Aplikasi, cek satu-satu, dan uninstall yang benar-benar tidak kamu butuhkan. Kalau ada aplikasi sistem yang tidak bisa di-uninstall, coba nonaktifkan (disable) saja supaya tidak berjalan di latar belakang.

2. Matikan animasi berlebihan

Ini trik lama tapi masih ampuh. Aktifkan dulu Opsi Pengembang (masuk ke Pengaturan > Tentang Ponsel > ketuk "Nomor Build" 7 kali berturut-turut), lalu cari menu "Window animation scale", "Transition animation scale", dan "Animator duration scale". Ubah dari 1x jadi 0.5x, atau matikan sepenuhnya (0x) kalau kamu prioritaskan kecepatan dibanding estetika transisi.

3. Atur aplikasi yang boleh jalan di latar belakang

Banyak aplikasi terus jalan diam-diam meski tidak dibuka, menghabiskan RAM dan baterai. Cek di Pengaturan > Baterai > penggunaan baterai per aplikasi, lalu batasi aktivitas latar belakang untuk aplikasi yang jarang kamu pakai tapi boros resource.

4. Kelola startup app

Beberapa aplikasi otomatis menyala begitu HP dinyalakan ulang, bikin proses booting jadi lebih lama dan RAM langsung terpakai sejak awal. Cek pengaturan startup di menu manajemen baterai/aplikasi (nama menunya beda-beda tergantung merek HP, biasanya ada di bagian "App Management" atau "Autostart").

5. Update sistem dan aplikasi

Jangan skip update software. Selain menambal celah keamanan, update sistem biasanya juga membawa perbaikan performa dan efisiensi baterai. Cek di Pengaturan > Sistem > Update Software, dan pastikan aplikasi-aplikasi utama juga di-update lewat Play Store/App Store.

6. Atur widget dan wallpaper hidup secukupnya

Widget yang terus update data (cuaca, berita, kalender) dan wallpaper bergerak (live wallpaper) memang keren secara visual, tapi lumayan menguras RAM dan baterai. Kalau performa HP-mu pas-pasan, pertimbangkan pakai wallpaper statis dan widget seperlunya saja.

7. Bersihkan cache secara berkala

Sesekali, bukan setiap hari, bersihkan cache aplikasi yang menumpuk lewat Pengaturan > Penyimpanan > Cache Data. Cache yang menumpuk bisa memperlambat akses aplikasi dan memenuhi storage tanpa kamu sadari.

Semua langkah di atas nggak butuh root atau aplikasi pihak ketiga yang berisiko. Cukup luangkan waktu 15-20 menit setelah HP baru kamu nyalakan, dan kamu akan merasakan bedanya dalam pemakaian sehari-hari. Kalau ada tips lain yang biasa kamu pakai, boleh banget dibagikan di kolom komentar.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

RTX 5070, VGA Terlaris di Kalangan Gamers Versi Steam

Nvidia GeForce RTX 5070 tiba-tiba melesat ke posisi puncak Steam Hardware Survey edisi September 2026, mencatatkan pangsa pasar 6,15 persen dan menggeser dominasi RTX 4060 serta RTX 3060 yang biasanya bertengger di posisi teratas.  Angka ini tergolong tidak lazim, mengingat GPU peringkat pertama pada survei Steam umumnya hanya menguasai pangsa pasar 3-4 persen. Lonjakan drastis ini rupanya tidak berdiri sendiri. Data Steam Hardware Survey juga mencatat kenaikan signifikan jumlah pengguna dengan sistem berbahasa China Sederhana (Simplified Chinese), yang melonjak 7,42 persen dan kini menjadi kelompok bahasa dengan pangsa terbesar di platform Steam, yakni 31,39 persen dari total pengguna. Korelasi antara dua data ini menjadi indikasi kuat bahwa masuknya gelombang baru pengguna dari China menjadi pendorong utama perubahan posisi RTX 5070. Sebagai perbandingan, RTX 5070 hanya mengantongi pangsa pasar 3,77 persen pada bulan Agustus 2026, jauh di bawah angka 6,15 persen yang diraih bulan...

Aaeon Hadirkan Mini PC Berbasis Intel Panther Lake Tanpa Kipas

Produsen komputer industri Aaeon memperkenalkan UP Xtreme PTL Edge Air, mini PC berbasis prosesor Intel Panther Lake yang menawarkan pendekatan berbeda untuk mengatasi panas. Alih-alih menggunakan kipas mekanis, perangkat ini mengandalkan teknologi pendingin solid-state AirJet dari Frore Systems. Teknologi tersebut menggunakan membran yang bergetar pada frekuensi ultrasonik untuk menghasilkan aliran udara berkecepatan tinggi. Udara ini kemudian digunakan untuk membawa panas keluar dari prosesor. Karena tidak memiliki kipas konvensional, Aaeon mengklaim tingkat kebisingannya berada di bawah 21 dBA, sekaligus mengurangi getaran mekanis. Konsekuensinya cukup menarik untuk komputer industri. UP Xtreme PTL Edge Air memiliki ketebalan hanya 35,8 mm dengan bobot sekitar 712 gram, masing-masing diklaim 35 persen lebih tipis dan 43 persen lebih ringan dibandingkan versi berpendingin kipas. Aaeon menyasar perangkat ini untuk kebutuhan seperti kiosk mandiri, robot mobile otonom, dan perangkat med...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...